6 Manfaat Teh Serai, Herbal yang Bantu Cegah Penyakit

    6 Manfaat Teh Serai, Herbal yang Bantu Cegah Penyakit

    Siapa bilang serai hanya bisa digunakan sebagai bumbu masak? Sesekali Anda harus mencoba teh serai sebagai pilihan minuman yang menyehatkan untuk tubuh. Pasalnya, teh serai mengandung banyak sekali khasiat untuk kesehatan Anda. Apa saja contohnya?

    Kandungan gizi teh serai

    manfaat teh serai

    Teh serai atau teh sereh adalah minuman yang terbuat dari seduhan teh dan batang serai.

    Ada banyak sekali variasi resep dari minuman ini, seperti teh serai murni tanpa pemanis, teh serai dengan madu dan jahe, atau teh serai dengan perasan jeruk nipis.

    Serai atau sereh memang telah lama dikenal sebagai obat alami untuk mengurangi nyeri, membantu tidur, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

    Salah satu cara termudah untuk meraup manfaat sereh yakni dengan mencampurkannya ke dalam teh.

    Banyaknya resep teh serai di luar sana tentu membuat kandungan gizi minuman penuh khasiat ini jadi berbeda-beda.

    Meski begitu, secara umum secangkir teh serai tanpa tambahan gula memiliki kandungan gizi sebagai berikut.

    • Energi: 39 kkal
    • Protein: 0,1 gram (g)
    • Lemak: 0 g
    • Karbohidrat: 1,4 g
    • Kalsium: 5,1 miligram (mg)
    • Zat besi: 0,4 mg
    • Magnesium: 3,9 mg
    • Fosfor: 4,9 mg
    • Kalium: 43,7 mg
    • Natrium: 1,3 mg

    Selain berbagai zat gizi tersebut, teh serai juga mengandung vitamin B kompleks, vitamin C, zinc, selenium, tembaga, dan mangan.

    Semua zat gizi inilah yang memberikan khasiat teh serai bagi kesehatan.

    Ragam khasiat teh serai bagi kesehatan

    Teh serai ternyata tidak cuma terasa nikmat dan menenangkan badan. Berikut berbagai manfaat minuman ini bagi kesehatan Anda.

    1. Membantu mencegah tukak lambung

    Sebuah penelitian pada hewan dari National Institutes of Health menunjukkan bahwa serai efektif untuk melawan tukak lambung.

    Tukak lambung merupakan penyakit pencernaan akibat adanya luka pada lapisan dalam lambung.

    Pada studi tersebut, kandungan minyak dalam daun serai terbukti melindungi lapisan lambung dari kerusakan akibat aspirin dan etanol (alkohol).

    Konsumsi rutin obat aspirin memang merupakan satu dari banyak penyebab tukak lambung.

    2. Meringankan gejala PMS

    Premenstrual syndrome atau PMS sering kali menimbulkan sakit perut, perut kram, dan kembung.

    Memang belum ada penelitian khusus yang membuktikan khasiat teh serai untuk mengurangi keluhan ini, tetapi secara teori teh serai dapat menenangkan perut.

    Sejumlah penelitian juga membuktikan bahwa minyak serai membantu “mendinginkan” tubuh dan meredakan peradangan.

    Berkat kedua sifat ini, teh serai mungkin saja dapat membantu mengatasi nyeri haid tanpa obat.

    3. Diuretik alami

    Serai merupakan obat diuretik alami. Artinya, bahan herbal dengan aroma khas ini bisa membuat Anda lebih sering buang air kecil.

    Dengan sering buang air kecil, tubuh akan mengeluarkan kelebihan cairan dan natrium.

    Biasanya, dokter meresepkan diuretik untuk penderita gagal jantung, gagal hati, atau edema (pembengkakan pada tubuh akibat penumpukan cairan).

    Manfaat teh sereh sebagai diuretik mungkin saja membantu orang-orang yang memiliki penyakit tersebut.

    4. Membantu mencegah kerusakan gigi

    Serai secara alamiah memiliki sifat antimikroba. Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan oleh National Institutes of Health, minyak esensial dari serai terbukti mampu melawan bakteri Streptococcus mutans.

    Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri utama penyebab infeksi gigi dan gigi berlubang.

    Berkat sifat antimikroba ini, konsumsi teh serai secara rutin mungkin saja dapat melindungi gigi Anda dari kerusakan.

    5. Berpotensi mengurangi risiko kanker

    Minum teh serai juga punya khasiat untuk mengurangi risiko kanker. Manfaat ini berasal dari kandungan antioksidan dan zat-zat lain dalam teh serai.

    Antioksidan dapat membantu membunuh sel kanker tertentu, seperti ditunjukkan dalam sebuah studi terbitan jurnal Integrative Cancer Therapies.

    Selain membunuh sel kanker secara langsung, berbagai zat tersebut juga memperkuat sistem imun sehingga tubuh Anda mampu melawan pertumbuhan kanker.

    Berkat hal ini, tak heran bila teh serai kerap digunakan sebagai terapi tambahan selama kemoterapi.

    6. Membantu menurunkan tekanan darah

    Pada sebuah studi tahun 2012, peserta yang minum teh serai atau teh hijau terbukti mengalami penurunan tekanan darah.

    Selain itu, denyut jantung mereka pun tampak lebih rendah dari sebelum mengonsumsi teh serai.

    Manfaat ini diduga berkaitan dengan tingginya kadar kalium dalam teh sereh.

    Kalium membantu meningkatkan produksi urine. Hal ini lantas meningkatkan aliran darah dan menurunkan tekanannya. Alhasil, tekanan darah Anda bisa menurun sedikit.

    Teh serai merupakan minuman kaya khasiat yang menyehatkan. Namun, minuman ini tetap tidak boleh menggantikan obat rutin.

    Bila Anda memiliki kondisi medis yang perlu pengobatan rutin, ada baiknya Anda berkonsultasi kepada dokter sebelum meminum teh serai secara rutin.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Tea, hot, herbal. (2017). Retrieved 13 September 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1104274/nutrients

    Lemon grass (citronella), raw. (2019). Retrieved 13 September 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/168573/nutrients

    Lemongrass. (2021). Retrieved 13 September 2021, from https://www.mskcc.org/cancer-care/integrative-medicine/herbs/lemongrass

    Jan, M., Ahmad, W., Abdullah, Kamil, A., Khan, M., & Rehman, M. et al. (2019). Protective effect of the solvent extracts ofPortulacca oleraceaagainst acidified ethanol induced gastric ulcer in rabbits. Drug And Chemical Toxicology, 1-10. doi: 10.1080/01480545.2019.1691584

    Fernandes, C., De Souza, H., De Oliveria, G., Costa, J., Kerntopf, M., & Campos, A. (2012). Investigation of the Mechanisms Underlying the Gastroprotective Effect of Cymbopogon Citratus Essential Oil. Journal Of Young Pharmacists, 4(1), 28-32. doi: 10.4103/0975-1483.93578

    Shah, G., Shri, R., Panchal, V., Sharma, N., Singh, B., & Mann, A. (2011). Scientific basis for the therapeutic use of Cymbopogon citratus, stapf (Lemon grass). Journal Of Advanced Pharmaceutical Technology & Research, 2(1), 3. doi: 10.4103/2231-4040.79796

    Ruvinov, I., Nguyen, C., Scaria, B., Vegh, C., Zaitoon, O., & Baskaran, K. et al. (2019). Lemongrass Extract Possesses Potent Anticancer Activity Against Human Colon Cancers, Inhibits Tumorigenesis, Enhances Efficacy of FOLFOX, and Reduces Its Adverse Effects. Integrative Cancer Therapies, 18, 153473541988915. doi: 10.1177/1534735419889150

    Jawale, B., Chaudhari, L., Sharma, S., Kumar, C., & Kulkarni, P. (2012). Antimicrobial Activity of Commercially Available Essential Oils Against Streptococcus mutans. The Journal Of Contemporary Dental Practice, 13(1), 71-74. doi: 10.5005/jp-journals-10024-1098

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Sep 16, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan