home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Manfaat Rempah bagi Tubuh dan Jenisnya

7 Manfaat Rempah bagi Tubuh dan Jenisnya

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan rempah. Tak hanya berguna untuk menambah rasa pada makanan, penggunaan rempah dalam makanan atau minuman menawarkan berbagai khasiat. Simak jenis dan manfaat rempah di bawah ini!

Beragam manfaat rempah

manfaat rempah khas indonesia untuk bahan masakan

Rempah-rempah memainkan peran penting dalam proses memasak dan menghasilkan makanan yang lezat nan bergizi seimbang.

Setiap bumbu dari rempah memiliki rasa dan kandungan senyawa yang ternyata baik untuk kesehatan tubuh. Di bawah ini beberapa khasiat rempah yang tentu bisa Anda tambahkan ke dalam makanan.

1. Menurunkan kadar gula darah

Bagi penyandang diabetes, keberadaan beberapa jenis rempah bisa menjadi solusi alternatif untuk menurunkan kadar gula darah.

Sebagai contoh, rempah kunyit dapat membantu mengontrol kadar gula tinggi. Pasalnya, rempah yang satu ini memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, anti-aterosklerotik, dan penurunan berat badan.

Kandungan tersebut membuat penyandang diabetes meraup manfaat dari rempah ini untuk mengelola kadar gula darah dan mengurangi risiko komplikasi.

Selain kunyit, jenis rempah lainnya yang bisa membantu mengendalikan gula darah antara lain:

2. Melawan peradangan

Khasiat ini terlihat dari penelitian yang dimuat dalam jurnal Cytokine. Studi tersebut menemukan bahwa mengonsumsi 1.000 hingga 3.000 miligram rempah jahe setiap hari selama 4 – 12 minggu mengurangi penanda peradangan.

Hal ini mungkin dikarenakan jahe mengandung lebih dari 100 senyawa aktif, seperti gingerol, shogaol, dan zingiberene. Senyawa tersebut kemungkinan besar dapat mengurangi peradangan pada tubuh.

Ada pun jenis rempah lainnya yang menawarkan khasiat yang sama, yakni:

3. Mengatasi mual

Salah satu masalah pencernaan yang cukup mengganggu aktivitas harian yakni merasa mual. Untungnya, ada beragam jenis rempah yang bisa Anda manfaatkan untuk meredakan mual dan beberapa diantaranya yaitu peppermint.

Sebuah penelitian dari Ecancermedicalscience menunjukkan bahwa penggunaan minyak esensial peppermint mampu meredakan mual akibat kemoterapi. Anda juga bisa memperoleh manfaat dari rempah ini melalui kapsul atau teh.

Bila tidak menyukai sensasi mint dari rempah ini, Anda bisa mengatasi mual dengan menggunakan beberapa rempah ini, yakni:

  • kayu manis,
  • jahe,
  • kemangi,
  • daun salam, dan
  • kapulaga.

4. Memelihara kesehatan jantung

Jantung merupakan organ yang berperan penting untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Bila organ ini bermasalah, tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Itu sebabnya, ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk memelihara kesehatan jantung. Bahkan, Anda bisa menggunakan sejumlah rempah yang memiliki khasiat bagi jantung.

Bawang putih merupakan salah satu jenis rempah yang bisa membantu menjaga kesehatan jantung. Bagaimana tidak, bawang putih diklaim dapat menjaga pembuluh darah tetap fleksibel.

Pembuluh darah yang sehat dan fleksibel dapat mengendalikan kadar kolesterol yang bisa menjadi pemicu penyakit jantung. Selain bawang putih, varian rempah yang baik untuk jantung antara lain:

5. Meredakan rasa sakit

Obat-obatan pereda rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan acetaminophen, memang cukup efektif dalam menjalankan tugasnya. Sayangnya, ada berbagai efek samping yang tak bisa dihindari bila digunakan dalam jangka panjang.

Tak perlu khawatir karena ada rempah yang bisa membantu redakan rasa sakit. Sebagai contoh, kandungan capsaicin pada cabai dapat mengendalikan rasa sakit ringan hingga sedang yang dibuktikan melalui British journal of anaesthesia.

Meski belum tahu mekanisme pastinya, penelitian tersebut berpendapat bahwa rempah ini mungkin mengurangi kepekaan kulit terhadap rasa sakit dengan bekerja pada serat nociceptor (saraf yang membawa sinyal rasa sakit).

Di samping cabai, rempah lainnya yang berkhasiat dalam meredakan rasa sakit termasuk:

  • rosemary,
  • peppermint,
  • jahe, dan
  • kunyit.

6. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Tak hanya menambah aroma masakan, beberapa rempah memiliki manfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satunya daun kemangi suci (tulsi). Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang dimuat dalam Journal of Ethnopharmacology.

Penelitian kecil tersebut memperlihatkan bahwa tulsi bisa meningkatkan fungsi sistem imun tubuh dalam darah. Alhasil, tubuh pun lebih kuat dari serangan penyakit.

Meski begitu, khasiat rempah ini baru dijumpai pada beberapa penelitian kecil, sehingga studi lebih besar masih dibutuhkan.

Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba daun kemangi suci dan rempah lain ini guna meningkatkan sistem imun, yaitu:

  • akar astragalus,
  • akar angelica, dan
  • jahe.

7. Mencegah alergi dan hidung tersumbat

Banyak gejala alergi yang berasal dari masalah peradangan, mulai dari hidung tersumbat hingga iritasi pada mata dan tenggorokan.

Kabar baiknya, sejumlah rempah tertentu bisa memberikan solusi untuk masalah ini, seperti jahe. Jahe terbukti mengandung antioksidan, senyawa fitokimia anti-peradangan yang mungkin bermanfaat dalam mengobati alergi secara alami.

Anda bisa memperoleh manfaat dari rempah ini dengan menambahkan jahe ke makanan atau menyeduhnya sebagai teh. Tak hanya jahe, Anda bisa meredakan gejala alergi dengan menggunakan rempah lainnya, meliputi:

Cara sehat mengolah rempah

Melansir John Hopkins, penggunaan rempah segar atau kering sama-sama punya manfaat. Meski begitu, menambahkan rempah pada makanan yang digoreng atau dipanggang dapat menurunkan senyawa antioksidan di dalamnya.

Selain itu, Anda bisa mengonsumsi rempah-rempah di atas dalam bentuk suplemen. Hanya saja, perlu diingat untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen herbal dan rempah.

Terlepas dari manfaat yang ditawarkan rempah, bumbu masakan ini tentu bisa membuat makanan menjadi lebih sehat, lezat, dan menarik. Dengan begitu, Anda bisa menikmati makanan dan mendapatkan khasiatnya bagi tubuh dalam jangka panjang.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Spices with Healthy Benefits. (n.d). John Hopkins Medicine. Retrieved 5 May 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/5-spices-with-healthy-benefits 

Jovanov, D. (2017). Herbs and Spices for Diabetes. International Journal Of Nutritional Science And Food Technology, 3(1), 26-29. doi: 10.25141/2471-7371-2017-1.0026. Retrieved 5 May 2021. 

Morvaridzadeh, M., Fazelian, S., Agah, S., Khazdouz, M., Rahimlou, M., Agh, F., Potter, E., Heshmati, S., & Heshmati, J. (2020). Effect of ginger (Zingiber officinale) on inflammatory markers: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Cytokine, 135, 155224. https://doi.org/10.1016/j.cyto.2020.155224. Retrieved 5 May 2021. 

Raman, R. (2021). 9 Herbs and Spices That Fight Inflammation. Healthline. Retrieved 5 May 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/anti-inflammatory-herbs 

Mashhadi, N. S., Ghiasvand, R., Askari, G., Hariri, M., Darvishi, L., & Mofid, M. R. (2013). Anti-oxidative and anti-inflammatory effects of ginger in health and physical activity: review of current evidence. International journal of preventive medicine, 4(Suppl 1), S36–S42. Retrieved 5 May 2021. 

Anand, P., & Bley, K. (2011). Topical capsaicin for pain management: therapeutic potential and mechanisms of action of the new high-concentration capsaicin 8% patch. British journal of anaesthesia, 107(4), 490–502. https://doi.org/10.1093/bja/aer260. Retrieved 5 May 2021. 

Mondal, S., Varma, S., Bamola, V. D., Naik, S. N., Mirdha, B. R., Padhi, M. M., Mehta, N., & Mahapatra, S. C. (2011). Double-blinded randomized controlled trial for immunomodulatory effects of Tulsi (Ocimum sanctum Linn.) leaf extract on healthy volunteers. Journal of ethnopharmacology, 136(3), 452–456. https://doi.org/10.1016/j.jep.2011.05.012. Retrieved 3 May 2021. 

Tayarani-Najaran, Z., Talasaz-Firoozi, E., Nasiri, R., Jalali, N., & Hassanzadeh, M. (2013). Antiemetic activity of volatile oil from Mentha spicata and Mentha × piperita in chemotherapy-induced nausea and vomiting. Ecancermedicalscience, 7, 290. https://doi.org/10.3332/ecancer.2013.290. Retrieved 5 May 2021.

Stocking a Heart-Healthy Kitchen. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 5 May 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11916-stocking-a-heart-healthy-kitchen 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x