home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Khasiat Kunyit Putih untuk Kesehatan yang Sayang untuk Dilewatkan

6 Khasiat Kunyit Putih untuk Kesehatan yang Sayang untuk Dilewatkan

Kunyit merupakan salah satu rempah yang termasuk ke dalam keluarga jahe-jahean. Kunyit oranye, yang lebih umum ditemukan dan diolah menjadi masakan sehari-hari sudah terbukti banyak manfaatnya. Nah, saudara kandung dari kunyit oranye, si kunyit putih, ternyata punya kandungan yang berbeda namun sama-sama ampuh mengobati berbagai jenis penyakit. Yuk, simak untuk lebih lengkapnya.

Sekilas informasi tentang kunyit putih

Kunyit putih atau sering juga disebut dengan Zedoaria (Curcuma Zedoaria) merupakan jenis tanaman yang hampir semua bagiannya bisa digunakan untuk obat, seperti akar, minyak dan daunnya. Tanaman ini adalah asli dari India dan Indonesia, namun juga telah dibudidayakan di Eropa, Amerika Serikat, dan berbagai wilayah Asia lainnya. Tanaman ini banyak dijumpai di beberapa negara seperti Bangladesh, Sri Lanka, India, Tiongkok, Jepang, Brazil, Nepal, dan Thailand.

Kunyit ini memiliki daging yang lebih lunak dan rasanya sangat mirip dengan jahe, meski meninggalkan jejak rasa pahit di akhir. Kunyit putih saat ini sudah jarang digunakan sebagai bumbu masak dan sering digantikan oleh jahe. Namun, di beberapa masakan Asia, kunyit ini masih digunakan. Di Indonesia, bubuk kunyit putih sering ditambahkan ke masakan kari. Di Thailand, irisan kunyit putih digunakan sebagai penyegar rasa salad.

Tanaman ini juga mengandung minyak esensial, pati, dan curcumin. Minyak esensial dari kunyit putih dipercaya dapat mengurangi dampak dari radikal bebas tertentu. Di India, tanaman ini digunakan secara tradisional untuk pengobatan nyeri menstruasi, maag, muntah, dan kanker.

Manfaat kunyit putih untuk kesehatan

1. Antimikroba dan antijamur

Kunyit putih menunjukkan aktivitas antimikroba dan antijamur yang ampuh. Penelitian telah membuktikan bahwa ekstrak kunyit putih dapat melawan beberapa spesies bakteri yang dapat menyebabkan penyakit, seperti E. coli penyebab banyak gangguan pencernaan seperti diare dan keracunan makanan, serta dan Staphylococcus aureus penyebab bisul, impetigo, selulitis, sepsis, dan osteomielitis.

Ekstrak kunyit putih juga dapat melawan infeksi jamur Candida dan Aspergillus. Kunyit putih juga dapat mengurangi jumlah bakteri jahat di mulut dengan hasil yang setara produk obat kumur di pasaran.

2. Obat alergi alami

Kunyit putih mengandung senyawa curcuminoids yang bermanfaat sebagai anti-alergi dan terbukti dapat mengatasi gejala reaksi alergi pada kulit. Kunyit ini bekerja layaknya antihistamin untuk menghambat aktivitas protein penyebab peradangan dan mencegah pelepasan histamin, zat kimia yang memicu reaksi alergi.

3. Anti kanker

Kunyit putih diyakini dapat menghambat metastasis kanker atau penyebaran kanker dari suatu organ ke organ tubuh lain. Tapi, keefektifannya untuk mengatasi kanker masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

4. Menjaga kesehatan pencernaan

Selama ribuan tahun, kunyit putih telah digunakan untuk mengobati masalah pencernaan. Minyak esensial kunyit pucat ini dilaporkan bermanfaat dalam pengobatan kolik, kejang otot, penurunan nafsu makan, cacingan, perut kembung, jarang buang air besar, dan lidah yang terasa pahit. Ini juga merupakan bantuan alami dalam mencegah peradangan usus akibat stres.

5. Penawar racun gigitan ular

Kunyit putih juga bisa menjadi penawar racun gigitan ular karena ekstraknya bekerja menghambat aktivitas bisa ular.

6. Penghilang rasa sakit

Kunyit bersifat analgesik yang lebih baik daripada aspirin karena mengandung senyawa alami yang dapat membantu menghilangkan rasa sakit. Rempah asli Indonesia ini digunakan sejak zaman nenek moyang kita untuk mengobati penyakit radang usus (ulcerative colitis). Ini juga digunakan untuk melindungi paru-paru pasien asma dengan menekan peradangan di bronkus yang dapat menyebabkan penyempitan saluran udara selama terapi jangka pendek.

Manfaat kunyit lainnya adalah sebagai antiperadangan, berkat kandungan diuretiknya. Oleh karena itu, rempah ini dipercaya mampu mengatasi nyeri sendi akibat rematik dan arthritis. Sifat diuretik zedoary mendukung penghapusan zat beracun tubuh dan cairan berlebih, terutama pada persendian. Jika tidak ada detoksifikasi, hal itu bisa menyebabkan peradangan dan nyeri pada kasus artritis dan rematik. Kunyit putih juga mengurangi suhu tubuh saat demam dengan melawan infeksi dan mempromosikan keringat.

Dan seperti yang telah disebutkan di atas, zedoaria dapat digunakan untuk meredakan nyeri menstruasi. Namun begitu, beberapa ahli menyarankan agar kunyit ini tidak digunakan oleh wanita yang mengalami perdarahan menstruasi berat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Curcuma zedoaria Rosc. (white turmeric): a review of its chemical, pharmacological and ethnomedicinal properties http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1211/jpp.61.01.0003/pdf diakses pada 11 Oktober 2017.

What Is The Difference Between Yellow Tumeric & Whute Tumeric: Curcuma longa vs Curcuma zedoria https://www.turmericforhealth.com/general-info/difference-between-curcuma-longa-and-curcuma-zedoaria diakses pada 11 Oktober 2017.

 

White turmeric facts and health benefits https://www.healthbenefitstimes.com/white-turmeric/

ZEDOARY https://www.webmd.com/vitamins-supplements/ingredientmono-337-zedoary.aspx?activeingredientid=337&activeingredientname=zedoary

Foto Penulis
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x