home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Pektin, Serat Larut Air untuk Bantu Turunkan Berat Badan

Mengenal Pektin, Serat Larut Air untuk Bantu Turunkan Berat Badan

Meski tidak dapat dicerna atau diserap tubuh Anda, serat memiliki berbagai peran penting untuk kesehatan. Pektin merupakan salah satu jenis serat yang membantu mengatasi gangguan pencernaan hingga menurunkan berat badan.

Apa itu pektin?

diet tinggi serat

Pektin adalah salah satu jenis serat larut air (soluble fiber) yang umumnya ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran.

Jenis serat ini termasuk polisakarida, yakni rantai panjang gula yang tidak dapat dicerna atau diserap oleh tubuh Anda.

Sifat serat pektin mudah mengembang dan berubah menjadi gel saat bercampur dengan cairan dalam saluran pencernaan.

Menurut FoodData Central U.S. Department of Agriculture, dalam 100 gram serat pektin terdapat kandungan gizi sebagai berikut.

  • Kalori: 11 kkal
  • Karbohidrat: 2,1 gram (gram)
  • Protein: 0 g
  • Lemak: 0 g
  • Serat: 2,1 g

Pektin umum digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam skala industri atau rumahan.

Karena mudah berubah menjadi gel saat terkena cairan, jenis serat ini banyak dimanfaatkan sebagai zat aditif untuk mengentalkan selai, jeli, atau manisan.

Selain itu, pektin tersedia dalam bentuk suplemen. Konsumsinya dapat membantu mengatasi sembelit, menurunkan kadar kolesterol, hingga menurunkan berat badan.

Manfaat pektin untuk kesehatan tubuh

Konsumsi sayuran, buah-buahan, dan suplemen dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan pektin.

Untuk mengetahui manfaat serat pektin yang penting untuk kesehatan tubuh, Anda dapat menyimak ulasan selengkapnya berikut ini.

1. Menurunkan kadar lemak darah

bahaya kolesterol tinggi cek kolesterol

Pektin dapat membantu menurunkan kadar lemak darah dengan mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan agar tidak terserap tubuh.

Sebuah penelitian dalam European Journal of Clinical Nutrition (2012) melakukan pengujian konsumsi pektin terhadap 57 orang dewasa yang mengalami kolesterol tinggi.

Penelitian ini menemukan penurunan kadar kolesterol LDL sekitar 7% setelah pemberian 15 gram suplemen pektin per hari selama empat minggu.

Menurunnya kadar kolesterol jahat atau LDL di dalam aliran darah tentu terkait dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular.

2. Membantu mengelola diabetes

Selain itu, manfaat pektin dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes.

Beberapa penelitian pada tikus menemukan bahwa serat ini membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan fungsi hormon insulin.

Temuan terhadap kedua hal tersebut sangat penting dalam mengelola penyakit diabetes tipe 2.

Meski begitu, studi pada manusia belum menemukan efek pektin yang cukup kuat dalam kontrol gula darah sehingga perlu pengujian lebih lanjut.

3. Menurunkan risiko kanker usus besar

Sebuah studi pada hewan dalam International Journal of Biological Macromolecules (2019) menyebutkan pektin dapat mengikat dan menghambat penyerapan galektin-3.

Para peneliti juga berpendapat kadar galektin-3 yang tinggi dalam sistem pencernaan terkait dengan peningkatan risiko kanker usus besar.

Beberapa penelitian dalam tabung reaksi juga menunjukkan pektin mampu membunuh sel kanker lain, termasuk sel kanker payudara, hati, dan paru-paru.

Meski hasil ini cukup menjanjikan, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menguji manfaat pektin dalam pencegahan kanker pada manusia.

4. Menjaga berat badan ideal

penurunan berat badan

Pektin bermanfaat dalam menjaga berat badan ideal. Asupan makanan tinggi serat pektin membantu menurunkan berat badan untuk orang dengan kelebihan berat badan.

Buah-buahan dan sayuran yang tinggi serat cenderung memberikan rasa kenyang lebih lama daripada makanan rendah serat dan tinggi gula.

Rasa kenyang yang lebih lama juga yang membuat Anda makan lebih sedikit dari biasanya.

Makanan tinggi serat umumnya juga rendah kalori. Hal ini membantu Anda yang sedang berupaya menurunkan berat badan mengurangi asupan kalori tanpa merasa lapar.

5. Mengatasi sembelit

Pektin sebagai salah satu serat larut air akan bercampur dengan cairan yang Anda konsumsi, kemudian membentuk gel dalam saluran pencernaan.

Gel inilah yang akan membantu melunakkan feses dan mengatasi sembelit yang Anda alami.

Selain itu, serat larut air berperan sebagai prebiotik atau sumber makanan bagi bakteri baik (probiotik) yang hidup dalam usus Anda.

Meningkatnya keseimbangan bakteri usus dapat membantu mengurangi peradangan dan mencegah timbulnya gangguan pencernaan.

Aturan aman konsumsi serat pektin

Untuk merasakan manfaatnya, Anda perlu meningkatkan asupan makanan tinggi serat, termasuk sayuran dan buah-buahan.

Apel, stroberi, jeruk, wortel, tomat, kentang, dan kacang hijau tergolong ke dalam sumber makanan yang tinggi kandungan pektin.

Selai dan jeli tinggi akan serat ini, tetapi konsumsinya tidak disarankan dalam jumlah banyak karena kandungan gula yang tinggi.

Pektin juga dapat Anda temukan dalam bentuk suplemen kapsul yang tersedia di apotek.

Meski begitu, Anda perlu memperhatikan efek samping dari konsumsi pektin. Kelebihan serat ini bisa menyebabkan perut kembung dan bergas pada sebagian orang.

Orang yang memiliki alergi makanan perlu mengetahui sumber pektin dari suplemen, baik yang berasal dari ekstrak apel maupun kulit jeruk.

Maka dari itu, penting untuk konsultasi dengan dokter atau ahli gizi Anda untuk mengetahui manfaat dan efek samping dari konsumsi suplemen ini.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fiber. The Nutrition Source – Harvard T.H. Chan School of Public Health. Retrieved 14 December 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/carbohydrates/fiber/

Summer Staple – Pectin. Center for Research on Ingredient Safety. (2019). Retrieved 14 December 2021, from https://www.canr.msu.edu/news/pectin

Pectin, liquid. FoodData Central – U.S. Department of Agriculture. (2019). Retrieved 14 December 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/167682/nutrients

Vanitha, T., & Khan, M. (2020). Role of Pectin in Food Processing and Food Packaging. Pectins – Extraction, Purification, Characterization And Applications. https://doi.org/10.5772/intechopen.83677

Prado, S., Santos, G., Mourão, P., & Fabi, J. P. (2019). Chelate-soluble pectin fraction from papaya pulp interacts with galectin-3 and inhibits colon cancer cell proliferation. International journal of biological macromolecules, 126, 170–178. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2018.12.191

Liu, Y., Dong, M., Yang, Z., & Pan, S. (2016). Anti-diabetic effect of citrus pectin in diabetic rats and potential mechanism via PI3K/Akt signaling pathway. International journal of biological macromolecules, 89, 484–488. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2016.05.015

Xu, L., Yu, W., Jiang, J., & Li, N. (2014). Zhonghua yi xue za zhi, 94(48), 3813–3816. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25623312/

Brouns, F., Theuwissen, E., Adam, A., Bell, M., Berger, A., & Mensink, R. P. (2012). Cholesterol-lowering properties of different pectin types in mildly hyper-cholesterolemic men and women. European journal of clinical nutrition, 66(5), 591–599. https://doi.org/10.1038/ejcn.2011.208

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 23/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan