backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

7 Manfaat Muesli untuk Kesehatan Jantung hingga Pencernaan

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 11/04/2024

7 Manfaat Muesli untuk Kesehatan Jantung hingga Pencernaan

Bagi Anda yang sedang menjalani program diet sehat tentu tak asing dengan muesli. Kandungan muesli ini digadang-gadang sebagai makanan yang kaya akan nutrisi dan dapat membantu menurunkan berat badan. Apakah benar?

Apa itu muesli?

Muesli adalah makanan serupa sereal yang terbuat dari gandum utuh, kacang-kacangan, serpihan gandum, serta tambahan buah kering.

Meski baru banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia pada beberapa tahun terakhir, muesli ternyata sudah ada sejak akhir abad ke-19.

Makanan ini pertama kali dibuat oleh dr. Maximilian Bircher-Benner, seorang ahli gizi asal Swiss.

Terkadang, muesli dianggap sama dengan granola, padahal keduanya berbeda. Perbedaan antara muesli dan granola ini terdapat pada cara membuatnya.

Dalam pembuatan muesli, bahan-bahan yang digunakan tidak melalui proses pemanggangan yang panjang, sehingga hasilnya lebih natural.

Sementara itu, pada pembuatan granola, bahan-bahannya dicampur dengan pemanis seperti madu dan ditambahkan minyak, lalu dipanggang.

Manfaat muesli untuk kesehatan

Setiap komponen yang terdapat dalam muesli dikenal sebagai makanan super yang dipercaya berkualitas tinggi dan dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan.

Apa saja manfaat dari muesli?

1. Membantu menurunkan berat badan

cara menimbang berat badan yang benar dengan mengukur setiap minggu

Muesli sering kali menjadi menu makanan bagi orang-orang yang sedang ingin menurunkan berat badan.

Makanan ini mengandung protein dan serat yang bisa menunjang program diet sehat.

Protein mendukung penurunan berat badan dengan memperlambat pergerakan makanan melalui saluran pencernaan Anda, sehingga efeknya akan membuat Anda kenyang lebih lama.

Oat mentah yang terkandung dalam muesli juga tinggi akan kandungan pati resisten. Pati jenis ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna.

Selain itu, saat dipecah dalam perut, tubuh akan melepaskan asam pencernaan yang dapat menekan nafsu makan sekaligus meningkatkan metabolisme.

2. Menjaga kesehatan jantung

Dedak gandum yang ada pada muesli ternyata mengandung serat bernama beta-glucan yang baik untuk menjaga kesehatan jantung.

Berdasarkan penelitian pada jurnal Nutrients, beta-glucan dapat membantu mengurangi kadar kolesterol total dan LDL dalam darah.

Seperti yang telah diketahui, tingginya kadar kolesterol dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit jantung.

Dengan demikian, konsumsi muesli secara teratur dapat berkontribusi untuk menjaga kesehatan jantung.

3. Sumber energi yang baik

Manfaat muesli selanjutnya adalah bisa menjadi sumber karbohidrat kompleks dan vitamin B yang baik.

Memang, baik karbohidrat sederhana maupun karbohidrat kompleks sama-sama akan diubah menjadi glukosa gula darah dalam tubuh lalu digunakan sebagai energi.

Namun, karbohidrat kompleks akan dicerna lebih lama dalam tubuh.

Tidak hanya membuat Anda kenyang lebih lama, karbohidrat kompleks juga akan menghasilkan peningkatan energi yang lebih tahan lama.

Dibandingkan karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks lebih efektif dalam menyediakan energi bagi tubuh.

4. Membantu menjaga sistem imunitas tubuh

Muesli juga memiliki kandungan zink dan zat besi yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

Zat besi adalah zat yang berfungsi untuk membawa oksigen ke sel-sel tubuh. Keberadaan zat ini dapat mencegah penyebaran infeksi bakteri patogen yang bisa menimbulkan penyakit.

Di sisi lain, zink menjadi komponen yang berperan penting dalam pembentukan sel-sel sistem kekebalan tubuh yang baru. Zat-zat ini bisa Anda temukan pada biji-bijian yang ada pada muesli.

5. Menjaga kesehatan pencernaan

Muesli mengandung serat yang tinggi untuk membantu melancarkan pencernaan serta mencegah sembelit atau konstipasi.

Hal ini karena serat mampu menambah volume feses serta melembutkannya agar lebih mudah dikeluarkan.

Selain itu, studi dalam jurnal The American Journal of Clinical Nutrition, mengungkapkan bahwa makanan tinggi serat seperti muesli dapat menurunkan risiko terkena kanker kolorektal. 

Bagaimana cara konsumsi muesli?

Muesli dapat dikonsumsi dengan tambahan susu atau yoghurt seperti halnya sereal biasa. Selain itu, Anda bisa merendamnnya dengan susu dan biarkan semalaman  agar teksturnya lembut seperti bubur.

6. Baik untuk orang dengan diabetes

Mengonsumsi muesli juga baik untuk pasien diabetes. Hal ini disebutkan dalam studi yang diterbitkan oleh jurnal Nutritional Research

Dalam penelitian tersebut, mengonsumsi muesli sebagai sarapan pagi dapat menurunkan risiko diabetes. Hal ini karena muesli mengandung beta-glucan, jenis serat yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikkan efek konsumsi muesli untuk mengurangi risiko penyakit diabetes.

7. Berpotensi mengurangi risiko terkena kanker

Kandungan beta glucan dalam muesli juga dapat berpotensi mengurangi risiko kanker paru-paru.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Pathology and Oncology Research mengungkapkan bahwa beta glucan dapat mencegah pertumbuhan sel kanker paru-paru.

Penelitian ini masih dalam tahap uji laboratorium. Masih diperlukan pengujian lanjutan untuk mengetahui potensinya dalam pengobatan kanker.

Cara memilih muesli yang sehat

perbedaan oat muesli granola

Meski muesli menyehatkan, terkadang ada beberapa produk yang mengandung lemak dan jenis gula tambahan.

Oleh sebab itu, pastikan untuk membaca informasi nilai gizi dibalik kemasan dan belilah muesli yang tidak mengandung gula tambahan.

Selain itu, muesli mengandung  lemak tak jenuh yang dikenal sebagai lemak baik, tapi kandungannya bisa meningkat bila produsen menambahkan minyak nabati pada muesli.

Maka dari itu, agar khasiatnya lebih efektif, pilihlah muesli dengan jumlah lemak kurang dari 10 gram dalam 100 gramnya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 11/04/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan