home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kalau Ingin Sehat, Haruskah Ganti Nasi ke Gandum Atau Nasi Merah?

Kalau Ingin Sehat, Haruskah Ganti Nasi ke Gandum Atau Nasi Merah?

Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia pada umumnya, apalagi jenis nasi putih. Akan tetapi, banyak anggapan yang mengatakan bahwa nasi putih itu tidak bagus untuk kesehatan. Karena itu, nasi putih sebaiknya diganti dengan gandum atau nasi merah. Kedua bahan makanan ini dinilai lebih sehat yang harusnya jadi pengganti nasi. Lantas, apa betul kalau makan nasi merah atau ingin sehat harus mengganti makanan pokok yang biasanya dimakan sehari-hari?

Di antara ketiganya, mana yang paling sehat?

Nasi putih, nasi merah, gandum, ketiganya merupakan sumber karbohidrat yang dibutuhkan tubuh. Ketiganya sama-sama mengandung lemak, dan protein, dengan kadar yang berbeda-beda.

Namun ketiganya tentunya punya nilai plus dan minusnya masing-masing. Sebab memang tidak ada makanan yang mengandung nilai gizi paling sempurna. Setiap makanan punya keunggulannya masing-masing.

Kandungan serat

Contohnya, jika Anda membutuhkan makanan dengan nilai serat yang paling tinggi, gandum utuh bisa jadi pilihannya. 100 gram gandum utuh mengandung sebanyak 10,7 gram serat. Sedangkan dalam 100 gram nasi merah dan putih hanya mengandung 0,3 dan 0,2 gram.

Namun, jika yang Anda butuhkan adalah makanan berenergi tinggi, nasi putih bisa jadi pilihan yang tepat.

Nilai indeks glikemik

Nah, kalau Anda punya riwayat diabetes dan mau yang indeks glikemiknya rendah, nasi merah bisa jadi pilihan. Bila dibandingkan, nasi putih dan gandum punya nilai indeks glikemik yang tinggi ketimbang nasi merah.

Intoleransi gluten

Jika Anda mengalami intoleransi terhadap gluten, tentunya nasi lebih aman, baik makan nasi merah dan nasi dan putih bisa jadi pilihan Anda bukan gandum.

Kadar vitamin dan mineral

Jika membicarakan vitamin, ketiganya memiliki vitamin yang tidak berbeda jauh jumlahnya, kelompok nasi dan gandum sama-sama mengandung vitamin B, dan hanya memiliki vitamin E dalam jumlah terbatas.

Begitupun dengan kadar mineralnya, ketiga makanan tersebut sama-sama mengandung kalsium, magnesium, fosfor, dan seng.

Lantas, apa harus makan gandum atau nasi merah supaya sehat?

Jawabannya tentu tidak. Ini semua tergantung dengan kebutuhan masing-masing. Memilih yang manapun tidak ada yang salah, ini sesuai kondisi masing-masing. Ketiganya merupakan sumber karbohidrat yang memiliki keunggulan gizi yang berbeda.

Tidak perlu Anda memaksakan diri untuk makan gandum jika tidak terbiasa setiap hari. Mungkin Anda dapat menjadikan gandum sebagai selingan. Sebab percuma jika Anda memaksakan memakan nasi merah atau gandum setiap hari tapi Anda tidak suka. Itu hanya menyiksa diri dan membuat jadwal makan jadi jadwal yang paling Anda benci.

Tiap orang memiliki kebiasaan makan yang berbeda. Jadi, jika Anda sudah terbiasa dengan suatu makanan mungkin akan merasa terganggu bila hal itu berubah. Apalagi dengan makanan yang tidak biasa Anda konsumsi.

Anda juga bisa menyesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Tentu, harga masing-masing sumber karbohidrat tersebut berbeda. Misalnya gandum yang sehat dan bergizi, tapi harganya cukup mahal dibanding kedua ‘pesaingnya’.

Daripada pusing memilih, lebih baik atur porsinya

Porsi satu kali makan (sumber: Pedoman Gizi Seimbang 2014)

Apapun sumber karbohidratnya, yang paling penting adalah seberapa banyak Anda mengonsumsinya. Jika Anda ingin memakannya bergantian pun itu sah-sah saja.

Dilansir dalam Pedomaan Gizi Seimbang Kemenkes RI, disarankan untuk mengaonsumsi makanan sumber karbohidrat sebanyak 3-4 porsi dalam sehari.

Jika diibaratkan dalam sekali makan atau satu piring, porsi yang dianjurkan untuk mengonsumsi sumber karbohidrat adalah sekitar 30 persen memenuhi piring Anda. Takaran ini sama dengan jumlah sayuran yang juga harus dipenuhi sebanyak karbohidrat.

Selain mengenai porsi, pedoman gizi seimbang juga mengajak untuk makan lebih bervariatif. Ada banyak sumber karbohidrat yang bisa Anda makan. Tidak harus selalu makan nasi merah atau makan gandum, masih banyak sumber lainnya.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

SF Gate. What are the Benefits of Rice vs. Wheat?. [Online] Tersedia pada: https://healthyeating.sfgate.com/benefits-rice-vs-wheat-3490.html (Diakses 18 September 2018)

Amarson Atli. 2018. [Onlina] Tersedia pada https://www.healthline.com/nutrition/foods/wheat#section3 (Diakses 18 September 2018)

SF Gate. The Health Properties of Red Rice. [Online] Tersedia pada: https://healthyeating.sfgate.com/health-properties-red-rice-11419.html (Diakses 18 September 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x