backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Tidak Selalu Buruk, Ini Manfaat Mentega yang Bisa Anda Dapatkan

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji · Tanggal diperbarui 18/12/2020

    Tidak Selalu Buruk, Ini Manfaat Mentega yang Bisa Anda Dapatkan

    Mentega atau butter adalah sumber lemak yang sudah tidak asing lagi. Saat makan roti, atau buat kue, biasanya mentega ini dijadikan sebagai campurannya. Akan tetapi, mentega selalu digadang-gadang sebagai sumber lemak yang tidak sehat. Dibandingkan dengan produk yang serupa yakni margarin, mentega sering dibandingkan dan dikatakan tidak sehat karena memicu terjadinya obesitas dan penyakit jantung. Lantas apa benar mentega tidak baik untuk kesehatan? Adakah manfaat mentega? Simak ulasannya di bawah ini.

    Apa benar kalau mentega itu benar-benar tidak sehat?

    Margarin dan mentega

    Tentu tidak, menggunakan mentega dalam jumlah sedikit hingga sedang tidak masalah. Dilansir dalam laman Heart Foundation, mentega tak melulu jadi sumber lemak yang buruk. Pasalnya, dalam memilih sumber lemak Anda tak hanya harus melihat jenisnya, tapi tentu saja porsi yang dikonsumsi.

    Justru, seberapa banyak jumlah lemak dikonsumsi yang akan lebih memengaruhi kesehatan. Jadi, memang lebih baik membatasi porsi sumber lemak ketimbang pusing menghindari produk-produk yang disangka buruk, seperti mentega ini.

    Nah, untuk mentega sendiri, nyatanya ada banyak manfaat dan kandungan zat gizi di dalamnya. Lalu, apa saja manfaat mentega?

    Manfaat mentega bagi kesehatan

    perbedaan mentega dan margarin

    Bantu memperbaiki sel

    Tahukah Anda mentega mengandung antioksidan karoten yang merupakan salah satu zat gizi mikro yang penting untuk manusia? Karoten memiliki banyak manfaat untuk berbagai bagian tubuh.

    Mulai dari mendukung pertumbuhan sel, merangsang perbaikan sel tubuh yang rusak, serta melindungi tubuh dari berbagai infeksi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mendorong produksi limfosit.

    Baik untuk saluran cerna

    Mentega mengandung asam lemak butirat yang dibutuhkan oleh tubuh terutama di dalam usus. Penelitian menunjukan bahwa asam butirat memiliki kemampuan untuk melawan kanker, terutama kanker kolon.

    Asam lemak butirat juga memiliki efek yang positif terhadap kesehatan saluran cerna. Asam lemak pendek seperti asam butirat ini membantu menjaga permukaan usus tetap sehat sehingga dapat mencegah terjadinya IBS (irritable bowel syndrome).

    Selain itu, asam butirat juga punya sifat antiradang sehingga dapat membantu kerja sistem imun dalam mencegah peradangan dalam jaringan tubuh.

    Menjaga kesehatan tulang

    Dalam jumlah sedang, mentega juga memiliki manfaat untuk kesehatan tulang mirip seperti susu. Pada dasarnya mentega berasal dari susu sehingga kandungan kalsium juga ditemukan pada mentega. Selain kalsium, mineral lain seperti cuprum, zink, selenium, dan mangan juga ditemukan di dalam mentega.

    Mineral-mineral inilah yang berfungsi penting menjaga dan membentuk kesehatan tulang. Mineral-mineral ini juga yang berfungsi merangsang pertumbuhan dan perbaikan jaringan tulang.

    Sumber vitamin larut lemak

    Mentega merupakan sumber vitamin larut lemak yakni vitamin A, D, E, dan K. Vitamin A sangat dibutuhkan untuk menjaga fungsi mata dan mencegah peradangan. Bersama dengan vitamin D, vitamin A juga membantu merawat kesehatan sistem saraf, otak, dan tulang di dalam tubuh.

    Mentega juga mengandung vitamin K khususnya vitamin K2 yang masih sering terabaikan. Vitamin K2 memiliki efek yang sangat besar dalam menjaga metabolisme kalsium agar kalsium dapat terserap dengan optimal dalam tubuh.

    Rendahnya kandungan vitamin K2 di dalam tubuh dapat memicu terjadinya penyakit serius termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, dan osteoporosis.

    Dari mentega, Anda bisa mendapatkan semua vitamin penting ini dalam tubuh.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji · Tanggal diperbarui 18/12/2020

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan