home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Lemak Jenuh dan Lemak Tak Jenuh, Lebih Sehat Mana?

Lemak Jenuh dan Lemak Tak Jenuh, Lebih Sehat Mana?

Setidaknya, ada dua jenis lemak yang terdapat pada makanan yaitu lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Keduanya dibedakan menjadi lemak yang baik dan lemak yang jahat. Lantas, seperti apa perbedaan di antara keduanya?

Sekilas tentang lemak dan jenisnya

Sebelum mengetahui apa itu lemak baik dan lemak jahat, Anda harus mengetahui terlebih dahulu definisi dari lemak itu sendiri dan apa saja jenisnya.

Lemak pada dasarnya merupakan sebuah zat yang yang memiliki energi tinggi. Satu gram lemak, apa pun jenisnya, dapat memberikan energi sebesar 9 kkal (satuan kalori untuk energi).

Lemak berfungsi sebagai pembantu tubuh dalam menyerap vitamin A, vitamin D, dan vitamin E. Vitamin tersebut merupakan vitamin larut dalam lemak. Artinya, jenis vitamin tersebut hanya bisa diserap oleh bantuan lemak untuk diubah menjadi energi.

Bila masih ada sisa, lemak yang tak terpakai akan diubah menjadi lemak tubuh. Dengan alasan inilah para ahli kesehatan kerap menyarankan Anda untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi lemak agar tidak menumpuk yang berujung pada kondisi obesitas.

Secara garis besar, lemak dibagi menjadi tiga jenis, yaitu lemak jenuh, lemak tak jenuh, dan lemak trans.

Manakah lemak yang termasuk lemak baik dan lemak jahat?

Lemak tak jenuh akrab disebut sebagai lemak baik. Ada dua bentuk lemak tak jenuh yaitu bentuk tunggal dan bentuk ganda.

Lemak tak jenuh ganda terbagi lagi menjadi omega-3, omega-6, dan omega-9. Jenis lemak ini juga dikenal sebagai asam lemak esensial. Tubuh manusia tidak dapat membuat asam lemak esensial, sehingga perlu mendapatkannya dari makanan.

Lemak jenis ini membantu menjaga arteri tetap bersih. Lemak ini membantu menghasilkan kolesterol yang nantinya dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Fungsi lainnya yaitu mengurangi kolesterol jahat yang penyebab penyakit jantung.

Diet dengan lemak tak jenuh dapat membantu menghindari masalah jantung pada kemudian hari.

Sementara itu, lemak jenuh dapat ditemukan pada banyak makanan, bahkan yang terkesan sehat sekalipun seperti kacang-kacangan.

Bila sering mengonsumsi lemak jenuh sebagai makanan sehari-hari, Anda bisa saja terkena kolesterol total. Hal ini bisa berujung pada meningkatnya kolesterol LDL berbahaya yang dapat memicu penyumbatan arteri jantung.

Di sisi lain, belum ada bukti yang cukup bahwa lemak jenis ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Meski demikian, mengganti lemak ini dengan lemak yang baik dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Bisa dibilang, lemak jenis ini tergolong dalam kelompok yang netral tapi harus tetap dibatasi konsumsinya.

Yang terakhir yaitu lemak trans. Sama seperti lemak jenuh, lemak trans bisa mendorong produksi kolesterol jahat. Bedanya, lemak ini bisa memicu peradangan yang terkait dengan munculnya risiko kondisi kornis seperti penyakit jantung dan stroke.

Mengonsumsinya dalam jumlah kecil setiap hari saja sudah bisa menaikkan risiko penyakit jantung sebanyak 23%. Maka dari itu, lemak trans kerap disebut sebagai lemak jahat.

Bagaimana cara mendapatkan lemak baik?

Anda bisa mendapatkan lemak baik tunggal dari:

  • minyak seperti zaitun, canola, dan minyak biji anggur,
  • kacang dan biji-bijian,
  • daging tanpa lemak, serta
  • alpukat,

Sementara itu, Anda bisa mendapatkan lemak baik ganda dari makanan bersumber omega-3 dan omega-6 seperti:

Omega-3 membantu perkembangan otak dan mata bayi dalam kandungan dan selama 6 bulan pertama kehidupan. Pada anak-anak, zat gizi ini dapat meningkatkan perkembangan otak dan sistem saraf, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Untuk orang dewasa, omega-3 baik untuk rheumatoid arthritis dan peradangan. Omega-3 dan omega-6 sama-sama dapat menghidarkan dari penyakit jantung dengan membantu mengontrol kolesterol jahat.

Mendapatkan lemak jahat dari mana?

Sementara itu, lemak trans bisa Anda peroleh dari:

Beberapa produk hewani dan makanan olahan, terutama makanan cepat saji yang digoreng, umumnya tinggi lemak trans. Jenis makanan seperti ini telah dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol darah.

Jika asupan lemak trans menjadi lebih dari sekitar 10% dari asupan energi harian, jumlah kolesterol jahat dalam darah akan meningkat. Hal ini dapat memicu tersumbatnya pembuluh darah dan bisa menyebabkan terjadinya penyakit jantung.

Mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Vegetarian dapat memilih asupan nabati kaya omega-3 untuk mendapatkan manfaat yang cukup dalam pola makan mereka.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Truth About Fats: The Good, The Bad, and The In-Between. (2019). Harvard Health Publishing. Retrieved 30 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-truth-about-fats-bad-and-good

Types of Fat. (n.d.). Harvard T.H. Chan School of Public Health. Retrieved 30 April 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/fats-and-cholesterol/types-of-fat/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x