home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Madu untuk Jerawat dan Tips Menggunakannya

Manfaat Madu untuk Jerawat dan Tips Menggunakannya

Madu punya segudang manfaat kesehatan, termasuk untuk kulit. Bahkan, bahan alami ini diklaim dapat digunakan sebagai cara menghilangkan jerawat. Simak penjelasan apa yang membuat madu dapat digunakan untuk obat jerawat alami berikut ini.

Cara kerja madu untuk mengobati jerawat

cara mengobati bronkitis dengan madu

Madu merupakan salah satu obat alami jerawat yang sudah digunakan sejak lama. Hal ini mungkin dikarenakan kandungan zat pada madu yang disebut dapat menyembuhkan luka dengan cepat, termasuk mengobati jerawat secara alami.

Klaim ini ternyata telah dibuktikan lewat penelitian yang dipublikasikan di Central Asian Journal of Global Health. Para ahli melaporkan bahwa madu dapat menghambat pertumbuhan berbagai bakteri di kulit.

Selain menghambat bakteri penyebab infeksi luka, madu juga melawan bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes) penyebab jerawat. Hal tersebut mungkin dikarenakan oleh sifat antibakteri dan antiseptik hidrogen peroksida di dalam madu.

Madu juga dikenal memiliki efek anti peradangan yang membantu mengurangi kemerahan di kulit akibat jerawat. Bahkan, cairan yang dihasilkan dari nektar bunga ini juga memiliki khasiat lainnya yang juga membantu memulihkan kulit dari jerawat, seperti:

  • mempercepat pertumbuhan lapisan kulit yang rusak,
  • meningkatkan kadar kolagen untuk perbaikan kulit, dan
  • menghilangkan bekas luka.

Segudang kemampuan tersebut yang membuat madu digunakan untuk merawat muka berjerawat.

Jenis madu yang dipakai untuk hilangkan jerawat

manfaat madu manuka obat jerawat alami

Khasiat madu memang cukup membantu untuk menghilangkan jerawat dari kulit wajah. Dari sekian banyak madu, ada salah satu jenis madu yang ternyata telah terbukti efektif untuk masalah jerawat, yaitu madu manuka.

Madu manuka adalah madu super asal Selandia Baru yang tengah populer di kalangan masyarakat. Pasalnya, kandungan zat antimikroba, gula (glukosa dan fruktosa), asam amino, dan vitamin serta mineral di dalamnya cukup bermanfaat bagi kulit berjerawat.

Kombinasi seluruh bahan ini ampuh mengangkat sel-sel kulit mati dan menyeimbangkan pH kulit. Maka, tak heran bila madu manuka yang digunakan rutin dapat menghasilkan wajah yang lebih cerah dan bersih.

Tidak hanya itu, manfaat madu manuka lainnya adalah mengurangi peradangan lokal akibat jerawat. Madu ini terbuat dari pH yang rendah sehingga kandungan di dalamnya bekerja lebih efektif dalam menghilangkan jerawat secara alami.

Seberapa Ampuh Minyak Zaitun untuk Mengobati Jerawat?

Madu ini juga diperkuat oleh kandungan dua senyawa antimikroba, yaitu hidrogen peroksida dan metilglioksal. Keduanya memang dikenal efektif membunuh berbagai jenis bakteri, termasuk bakteri yang kebal terhadap antibiotik jerawat.

Oleh sebab itu, madu digunakan sebagai obat untuk menghilangkan jerawat secara alami. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan bahan alami ini adalah perawatan tambahan, terutama untuk mengatasi jenis jerawat yang ringan hingga sedang.

Selain itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait manfaat dan efek samping dari pemakaian madu terhadap kulit berjerawat.

Efek samping pemakaian madu

Penggunaan madu terhadap kulit yang berjerawat memang tidak ditelan, tetapi cairan yang mengandung zat gula ini masih dapat memicu reaksi alergi. Hal ini sering terjadi pada orang yang alergi terhadap serangga, seperti lebah, atau serbuk sari.

Usahakan untuk menguji pemakaian madu secara topikal di kulit dengan cara di bawah ini.

  • Oleskan sedikit madu manuka pada dagu atau leher.
  • Tunggu selama beberapa menit.
  • Segera bilas dengan air.
  • Perhatikan tanda-tanda alergi yang muncul, seperti kulit kemerahan dan gatal.

Bila gejala alergi kulit tidak muncul, artinya madu aman digunakan pada area kulit yang lain dan mungkin aman untuk jerawat.

Cara menghilangkan jerawat dengan madu

kunyit dan madu masker wajah untuk jerawat

Madu dapat digunakan dalam berbagai cara perawatan kulit berjerawat. Berikut ini beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat yang dapat dicoba di rumah.

Meski belum diketahui dengan pasti apakah efektif atau tidak, Anda masih dapat mencobanya selama tidak memiliki alergi terhadap bahan-bahan di bawah ini.

Masker madu murni

  • Ambil madu murni secukupnya.
  • Oleskan pada wajah menggunakan jari atau kapas.
  • Biarkan selama 30 menit.
  • Bilas dengan air hangat.
  • Lakukan secara teratur untuk menjaga kebersihan kulit.

Alternatif lainnya Anda juga dapat membiarkan masker madu semalaman asalkan ditutupi dengan perban selama tidur. Hal ini juga dinilai cukup efektif sebagai cara mencegah jerawat agar tidak muncul lagi.

Masker madu dan lemon

  • Bersihkan wajah dengan lembut dan tepuk kulit dengan handuk.
  • Peras 1 buah lemon.
  • Tambahkan 2 sdt madu pada perasan air lemon.
  • Campurkan dan aduk hingga merata.
  • Oleskan campuran madu dan lemon pada wajah dan biarkan 20 – 25 menit.
  • Bilas dengan air hangat dan biarkan kering selama beberapa menit.
  • Oleskan pelembap sesuai jenis kulit.
  • Ulangi proses ini dua kali seminggu untuk menghilangkan jerawat.

Benarkah Ampuh Menggunakan Lemon untuk Jerawat?

Masker madu dan kunyit

  • Campurkan 1 sdm madu dengan 1/8 sdt bubuk kunyit untuk jerawat.
  • Aduk hingga rata dan biarkan selama beberapa menit.
  • Oleskan pada wajah dan bagian kulit yang terinfeksi jerawat.
  • Diamkan selama 20 – 25 menit.
  • Bilas dengan air hangat dan keringkan dengan lembut.
  • Jangan lupa oleskan pelembap sesuai jenis kulit Anda.

Masker madu dan kayu manis

  • Campurkan 2 sdm madu dengan 1 sdt bubuk kayu manis.
  • Aduk hingga rata dan membentuk pasta.
  • Oleskan pada wajah sebagai masker dan diamkan selama 15 – 20 menit.
  • Bersihkan dengan air dan ulangi proses ini secara teratur.

Pembersih wajah

Selain masker, Anda juga dapat menggunakan madu untuk mengobati jerawat dengan membuatnya menjadi pembersih wajah.

  • Campurkan beberapa tetes madu dengan air secukupnnya.
  • Oleskan campuran madu dan air di wajah sedikit demi sedikit.
  • Pijat seluruh wajah dengan gerakan melingkar menggunakan ujung jari.
  • Lakukan pijatan selama beberapa menit.
  • Bilas dengan air dingin dan keringkan.

Selalu uji cobakan madu dan bahan alami lainnya sebelum mengoleskannya di kulit berjerawat. Bila ada pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Rasmussen, M. (2013). Seven Health Uses for Honey. Permaculture News. Retrieved 5 October 2020, from https://www.permaculturenews.org/2013/07/05/seven-health-uses-for-honey/ 

Try using manuka honey for acne. (n.a). American Honey Producers. Retrieved 5 October 2020, from https://americanhoneyproducers.org/manuka-honey-is-the-ideal-honey-for-acne/ 

McLoone, P., Warnock, M., & Fyfe, L. (2016). Honey: A realistic antimicrobial for disorders of the skin. Journal of microbiology, immunology, and infection = Wei mian yu gan ran za zhi, 49(2), 161–167. https://doi.org/10.1016/j.jmii.2015.01.009. Retrieved 5 October 2020. 

Niaz, K., Maqbool, F., Bahadar, H., & Abdollahi, M. (2017). Health Benefits of Manuka Honey as an Essential Constituent for Tissue Regeneration. Current drug metabolism, 18(10), 881–892. https://doi.org/10.2174/1389200218666170911152240. Retrieved 5 October 2020. 

Schneider, J. (2020). How to make a honey face mask + 4 extra recipes for clear, glowing skin. Marie Claire. Retrieved 5 October 2020, from https://www.mindbodygreen.com/articles/how-to-make-honey-face-mask 

Mahmood, N., & Shipman, A. (2017). The age-old problem of acne. International Journal Of Women’s Dermatology, 3(2), 71-76. doi: 10.1016/j.ijwd.2016.11.002. Retrieved 05 October 2020. 

McLoone, P., Oluwadun, A., Warnock, M., & Fyfe, L. (2016). Honey: A Therapeutic Agent for Disorders of the Skin. Central Asian journal of global health, 5(1), 241. https://doi.org/10.5195/cajgh.2016.241. Retrieved 5 October 2020

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 10/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro