Khasiat Daging Merpati yang Kaya Vitamin B Kompleks

    Khasiat Daging Merpati yang Kaya Vitamin B Kompleks

    Dikenal sebagai ikon pembawa pesan, daging burung dara atau merpati ternyata menawarkan manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui apa saja khasiat daging unggas yang satu ini. Apa saja?

    Kandungan daging merpati

    manfaat daging merpati

    Tahukah Anda bahwa daging burung dara atau merpati sering dianggap sebagai makanan lezat yang disajikan di restoran mewah?

    Meski tersedia dalam berbagai varian, hanya lima atau enam spesies merpati yang diternakkan untuk diambil dagingnya. Hal ini dikarenakan kandungan nutrisi burung dara itu memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh.

    Di bawah ini zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam burung dara.

    • Energi: 873 kkal
    • Lemak total: 70,7 g
    • Protein: 54,9 g
    • Omega-3: 297 mg
    • Omega-6: 7.930 mg
    • Kalsium: 35,6 mg
    • Zat besi: 10,5 mg
    • Magnesium: 65,3 mg
    • Fosfor: 737 mg
    • Kalium: 591 mg
    • Zinc (seng): 6,5 mg
    • Mangan: 0,1 mg
    • Vitamin A: 216,6 mcg
    • Tiamin (vitamin B1): 0,6 mg
    • Riboflavin (vitamin B2): 0,7 mg
    • Niacin (vitamin B3): 18 mg
    • Pirodiksin (vitamin B6): 1,2 mg
    • Vitamin C: 15,4 mg
    • Folat: 17,8 mg

    Manfaat daging merpati

    tips hidup sehat untuk penderita hemofilia

    Nyatanya, daging merpati termasuk sumber protein yang kaya akan vitamin B kompleks, mulai dari tiamin (vitamin B1) hingga kobalamin (vitamin B12).

    Bila dimasak dengan tepat, Anda bisa memperoleh manfaat daging burung dara yang tak kalah dengan khasiat daging sapi atau ayam. Berikut ini beragam manfaat daging merpati yang sayang dilewatkan.

    1. Membantu memperbaiki jaringan sel

    Salah satu manfaat daging merpati yaitu membantu memperbaiki jaringan sel. Pasalnya, daging burung dara merupakan sumber protein hewani yang kaya akan asam amino esensial.

    Sementara itu, protein pada daging merpati bertugas menghasilkan enzim dan hormon yang menjaga fungsi sel dengan organ tubuh.

    Dengan begitu, enzim akan menggerakkan reaksi kimia dan hemoglobin yang membawa oksigen ke dalam darah. Sedangkan, hormon tersebut yang menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Oleh sebab itu, daging merpati secara tidak langsung bisa membantu tubuh memperbaiki jaringan sel tubuh manusia karena mengandung protein yang tinggi.

    2. Mengurangi risiko penyakit jantung

    Selain memperbaiki jaringan sel, manfaat daging burung dara lainnya yakni mengurangi risiko penyakit jantung. Bagaimana tidak, daging merpati kaya akan sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh dan salah satunya yaitu mineral selenium.

    Bila tubuh mendapatkan asupan selenium yang cukup, mineral ini membantu meningkatkan kadar zat glutathione peroxidase. Ini termasuk senyawa antioksidan kuat yang membantu melawan peradangan.

    Tubuh yang kekurangan selenium justru meningkatkan risiko pembentukan plak yang dapat menyumbat pembuluh arteri. Bila tidak segera ditangani, hal ini bisa memicu stroke, penyakit jantung, dan gagal jantung.

    3. Memelihara kesehatan otak

    Berkat kandungan asam folat (vitamin B9) di dalamnya, daging merpati menawarkan manfaat terhadap kesehatan otak. Asam folat membantu menurunkan kadar homosistein yang mungkin berdampak negatif terhadap kesehatan otak.

    Sebagai contoh, homosistein bisa menyebabkan kematian sel saraf. Bahkan, kekurangan asam folat sering dikaitkan dengan fungsi otak yang menurun.

    Tak heran bila para ahli menganjurkan orang-orang untuk memenuhi kebutuhan folat harian mereka, baik lewat makanan maupun suplemen. Namun, mereka masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuat kesimpulan yang tepat.

    4. Menjaga kesehatan tulang

    Mineral lain yang terkandung dalam daging merpati yakni kalsium. Mineral kalsium penting dalam pembentukan tulang dan gigi. Pasalnya, tulang membutuhkan kalsium dan vitamin D, terutama pada masa kanak-kanak dan remaja.

    Setelah Anda berusia 30 thaun ke atas, tulang perlahan-lahan akan kehilangan kalsium. Untungnya, Anda bisa mengatasi kekurangan tersebut dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan mineral ini, termasuk daging burung dara.

    Meski begitu, pola makan yang kaya akan kalsium perlu diimbangi dengan gaya hidup sehat dan rutin berolahraga, seperti berjalan dan berlari.

    5. Mempercepat penyembuhan luka

    Meski tidak secara langsung, kandungan vitamin C pada daging merpati bisa membantu Anda mempercepat penyembuhan luka.

    Vitamin C atau asam askorbat berperan penting dalam merangsang produksi, pematangan, dan pelepasan kolagen pada jaringan yang terluka. Sementara itu, kolagen merupakan jenis protein yang dibutuhkan saat proses penyembuhan luka.

    Jadi, asupan vitamin C yang cukup lewat daging burung dara mungkin bisa membantu mempercepat pembentukan jaringan baru untuk menutup luka. Dengan begitu, luka akan lebih cepat sembuh.

    Cara mengolah daging merpati

    tips memasak daging mentah

    Bila ingin memaksimalkan manfaat dari daging burung dara, kenali dahulu bagaimana cara mengolah daging unggas ini. Alih-alih mendapatkan khasiat, salah memasaknya mungkin bisa menimbulkan masalah baru yang tidak Anda inginkan.

    Di bawah ini beberapa langkah mengolah daging merpati ketika baru saja dibeli di pasar atau supermarket.

    • Bungkus daging merpati segar dan diperbolehkan untuk simpan di lemari es paling lama 4 hari.
    • Masak daging burung dara sesegera mungkin untuk hasil terbaik.
    • Cairkan dahulu di lemari es sebelum dimasak.
    • Daging merpati yang sudah dimasak bisa disimpan di kulkas hingga 3 hari.
    • Hindari memanaskan daging burung dara terlalu sering karena bisa membuat tekstur daging menjadi keras.

    Pada dasarnya, daging merpati memiliki manfaat yang tidak jauh berbeda dengan daging unggas lainnya, seperti ayam atau bebek. Bila mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter atau ahli gizi guna memahami solusi untuk Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 01/07/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan