home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Akibatnya Jika Makan Ayam yang Tidak Matang? (Plus, Cara Memasaknya yang Benar)

Apa Akibatnya Jika Makan Ayam yang Tidak Matang? (Plus, Cara Memasaknya yang Benar)

Hidangan ikan mentah, alias sashimi, adalah salah satu makanan favorit kebanyakan masyarakat Indonesia. Sushi memang termasuk makanan sehat. Kandungan protein, yodium, vitamin, mineral, dan lemak omega-3 yang ada dalam ikan dan makanan laut lainnya terbukti sangat baik untuk kesehatan. Namun jangan sampai tren makanan mentah ini Anda coba saat makan ayam. Cara memasak ayam tak boleh setengah-setengah — harus matang sepenuhnya. Makan ayam yang kurang matang bisa membahayakan kesehatan tubuh.

Apa akibatnya pada tubuh jika makan ayam tidak matang?

Masakan mentah atau kurang matang pada umumnya tidak baik karena dikhawatirkan ada bakteri yang masih menempel dalam makanan sehingga bisa menyebabkan penyakit. Begitu juga dengan ayam.

Bedanya, parasit yang terdapat dalam ikan mentah dapat mati dengan mudah begitu ikan dibekukan sebelum penyajian. Ikan yang biasa diolah untuk sushi dan sashimi biasanya telah dibekukan pada suhu -20° C selama tujuh hari atau dibekukan pada -35° C selama 15 jam. Maka dari itu, makan ikan mentah tergolong aman selama disiapkan dengan benar sesuai peraturan keamanan pangan yang berlaku.

Sementara itu, ayam mentah mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk menyebabkan infeksi, terutama bagi anak kecil, orang usia lanjut, dan ibu hamil. Pasalnya, bakteri penyebab penyakit yang bersemayam dalam daging ayam mentah tidak akan terpengaruh oleh pembekuan, menurut Ben Chapman, spesialis keamanan pangan dan seorang profesor dari North Carolina State University. Merebus atau memanggang ayam setengah matang juga tidak efektif untuk membunuh seluruh bakteri yang ada di daging ayam.

Ayam yang masih mentah atau kurang matang bisa menyimpan bakteri Campylobacter dan Salmonella. Dua jenis bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan dan muntaber. Gejalanya termasuk diare, kram perut, demam, hingga mual dan muntah (dalam beberapa kasus). Jadi, sebaiknya hindari makan ayam yang masih mentah atau kurang matang.

Bagaimana cara memasak ayam yang benar?

Agar manfaat daging ayam terasa maksimal dan Anda terhindar dari infeksi karena makan ayam mentah atau belum matang, sebaiknya terapkan cara memasak ayam yang benar. Memasak ayam sampai benar-benar matang dapat membunuh bakteri berbahaya yang ada dalam daging ayam.

Pertama-tama, cuci tangan Anda dulu sebelum menangani ayam. Ingat, kebersihan adalah hal utama dalam menangani setiap makanan. Anda juga harus memisahkan pisau dan talenan untuk memotong ayam dengan pisau dan talenan untuk bahan makanan lain, seperti sayuran dan buah. Ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi silang antara ayam dengan bahan makanan lain.

Selanjutnya, masak ayam sampai suhu minimal daging bagian dalam ayam mencapai 74° Celcius. Anda bisa mengeceknya dengan termometer khusus masak. Anda juga bisa melihat tingkat kematangan daging dari warna dan keempukannya. Pastikan daging ayam berubah warna semua, tidak ada daging ayam yang masih berwarna merah muda. Setelahnya, pastikan daging sudah empuk dengan menusuknya dengan pisau atau garpu. Jika pisau bisa menembus daging ayam dengan mudah, tandanya sudah matang.

Jika Anda memanggang daging ayam, pastikan suhu panggangan sebesar 177° Celcius dan panggang selama kurang lebih 25-30 menit, tergantung besar ayam. Jika ayam dibakar, pastikan kedua sisi ayam sudah matang, mungkin membutuhkan waktu pembakaran sekitar 10-15 menit untuk setiap sisi ayam. Jika ayam direbus, rebus ayam paling lama 50 menit atau bisa lebih sampai matang, tergantung besar ayam.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Miller, S. G. (2017). Raw Deal: Is ‘Chicken Sashimi’ Safe?. [online] Available at: https://www.livescience.com/60343-chicken-sashimi-salmonella-campylobacter.html [Accessed 20 Oct. 2017].

Pratt, E. (2017). Should You Eat New Raw Chicken Dish? Experts Say No.. [online] Available at: https://www.healthline.com/health-news/should-you-eat-new-raw-chicken-dish-experts-say-no#3 [Accessed 20 Oct. 2017].

BBC Good Food. Chicken. [online] Available at: https://www.bbcgoodfood.com/glossary/chicken [Accessed 20 Oct. 2017].

Schaefer, A. (2017). How Long Should You Bake a Boneless Chicken Breast?. [online] Available at: https://www.healthline.com/health/food-nutrition/how-long-to-bake-a-boneless-chicken-breast#3 [Accessed 20 Oct. 2017].

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala pada 15/02/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x