home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengupas Manfaat Cuka Putih yang Baik untuk Kesehatan

Mengupas Manfaat Cuka Putih yang Baik untuk Kesehatan

Sudah sejak lama masyarakat memanfaatkan cuka untuk mengurangi risiko seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Kini, produsen makanan telah mengembangkan berbagai jenis cuka dan salah satunya cuka putih. Lantas, apa manfaat cuka putih?

Apa itu cuka putih?

manfaat cuka putih atau white vinegar

Cuka putih adalah cuka yang kandungannya sebagian besar terdiri dari air dan 5 – 10% asam asetat. Selain digunakan sebagai bahan masakan, cuka putih memiliki manfaat dalam membersihkan ruangan dan menghilangkan gulma.

Jenis cuka yang satu ini dibuat melalui proses fermentasi makanan, seperti gula bit, kentang, atau molase. Namun, ada banyak cara lain untuk membuat cuka ini.

Kini, sebagian besar jenis cuka dibuat dengan proses fermentasi alkohol biji-bijian. Bahan-bahan lain pun dapat ditambahkan selama produksi, termasuk fosfat dan ekstrak ragi.

Manfaat cuka putih

Berat badan turun karena diabetes

Berkat kandungan di dalamnya, jenis cuka yang satu ini menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh ketika diolah dalam masakan. Di bawah ini beberapa khasiat cuka putih yang sayang Anda lewatkan.

1. Menurunkan gula darah

Salah satu manfaat cuka putih yang paling populer yaitu membantu menurunkan kadar gula darah. Hal ini dibuktikan melalui penelitian dari Ahvaz Jundishapur University of Medical Sciences.

Para peneliti melaporkan konsumsi cuka dapat meningkatkan kontrol glikemik dengan menurunkan kadar gula darah dan insulin setelah makan. Hal ini mungkin dikarenakan asam asetat dalam cuka yang diklaim mampu menjaga gula darah.

Bagaimana tidak, asam asetat disinyalir dapat mengubah efek beberapa enzim yang terlibat dalam metabolisme untuk mengurangi penyerapan gula dan karbohidrat.

2. Memelihara kadar kolesterol

Cuka putih ternyata bisa memelihara kadar kolesterol. Kolesterol merupakan zat menyerupai lemak yang dijumpai di seluruh tubuh. Meski tubuh memerlukan kolesterol, terlalu banyak senyawa ini bisa menyebabkan penumpukan plak lemak di arteri.

Akibatnya, Anda berisiko mengalami penyakit jantung. Kabar baiknya, konsumsi varian cuka ini bisa mengurangi bahaya dari kelebihan kolesterol tersebut.

Penelitian pada hewan yang dimuat dalam Lipids in Health and Disease menunjukkan bahwa pemberikan cuka pada kelinci menurunkan kolesterol LDL total. Hal ini dibandingkan dengan kelompok hewan yang tidak diberikan cuka sama sekali.

3. Bantu menurunkan berat badan

Bagi Anda yang sedang diet sehat, cuka putih mungkin bisa menjadi bahan tambahan untuk mendukung program tersebut. Kandungan asam asetatnya berkhasiat dalam menurunkan berat badan dan membantu mengurangi rasa lapar.

Menurut ulasan yang dimuat dalam Scientific reports , asam asetat dilaporkan efektif dalam mengurangi asupan makanan dan berat badan.

Hanya saja, studi ini baru dicoba pada tikus yang diberi diet tinggi lemak. Itu sebabnya, peneliti masih memerlukan studi lebih lanjut untuk melihat apakah khasiat macam cuka ini ini sama terhadap manusia.

4. Menjaga keseimbangan pH

Tahukah Anda bahwa cuka sudah sering dipakai sebagai antibakteri dan menghilangkan kotoran sejak dulu? Berkat pH asam dan sifat antimikroba di dalamnya, cuka putih memiliki manfaat berupa menjaga keseimbangan pH pada kulit.

Hal ini ternyata berpengaruh besar terhadap kesehatan kulit. Tidak heran bila asam asetat pada cuka sering dimanfaatkan dalam produk toner untuk mengatasi jerawat dan melawan infeksi kulit.

Meski begitu, kadar asamnya yang cukup tinggi mengharuskan Anda untuk mengencerkan cuka dengan air guna mencegah iritasi kulit.

5. Membunuh bakteri

Kandungan asam asetat pada cuka, termasuk cuka putih yang menjadi pahlawan di balik sederet manfaat yang diberikannya. Asam asetat telah digunakan selama lebih dari 6.000 tahun sebagai senyawa antiseptik untuk membersihkan luka.

Senyawa asam ini pun membantu mengobati dan mencegah penyakit. Selain itu, penelitian dari Journal of food science menunjukkan bahwa cuka membantu mengobati berbagai masalah yang disebabkan jamur atau bakteri, seperti:

  • jamur kuku,
  • kutu kepala,
  • kutil, dan
  • infeksi telinga.

Untuk lebih amannya, selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum menggunakan cuka sebagai bahan masakan.

Efek samping mengonsumsi cuka putih

menetralkan asam lambung

Meski cuka putih menawarkan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh, ada beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan usai menggunakannya, seperti:

  • asam lambung naik,
  • gejala GERD,
  • menyebabkan iritasi pada tenggorokan,
  • mengikis email gigi, dan
  • dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.

Tips memasak dengan cuka

Setelah mengetahui manfaat dan risiko dari cuka putih, kenali cara mengolah bahan ini dalam sebuah masakan. Umumnya, cuka dapat dicampur dengan bumbu, rempah-rempah, dan minyak pada salad guna memberikan rasa yang tajam.

Cuka juga terkadang ditambahkan ke saus atau bumbu mengingat ia mampu melunakkan daging dan sayuran. Tak hanya itu, rasa asam pada cuka ini bisa digunakan untuk memperpanjang umur simpan makanan dalam jangka waktu yang lama.

Pada dasarnya, kandungan pada cuka putih menawarkan manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, Anda perlu berhati-hati karena kandungan asam di dalamnya terkadang menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Shishehbor, F., Mansoori, A., & Shirani, F. (2017). Vinegar consumption can attenuate postprandial glucose and insulin responses; a systematic review and meta-analysis of clinical trials. Diabetes research and clinical practice, 127, 1–9. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2017.01.021. Retrieved 8 June 2021. 

Setorki, M., Asgary, S., Eidi, A., Rohani, A. H., & Khazaei, M. (2010). Acute effects of vinegar intake on some biochemical risk factors of atherosclerosis in hypercholesterolemic rabbits. Lipids in health and disease, 9, 10. https://doi.org/10.1186/1476-511X-9-10. Retrieved 8 June 2021. 

Hill, A. (2018). White Vinegar: Ingredients, Uses and Benefits. Healthline. Retrieved 8 June 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/white-vinegar 

Beh, B. K., Mohamad, N. E., Yeap, S. K., Ky, H., Boo, S. Y., Chua, J., Tan, S. W., Ho, W. Y., Sharifuddin, S. A., Long, K., & Alitheen, N. B. (2017). Anti-obesity and anti-inflammatory effects of synthetic acetic acid vinegar and Nipa vinegar on high-fat-diet-induced obese mice. Scientific reports, 7(1), 6664. https://doi.org/10.1038/s41598-017-06235-7. Retrieved 8 June 2021. 

Budak, N. H., Aykin, E., Seydim, A. C., Greene, A. K., & Guzel-Seydim, Z. B. (2014). Functional properties of vinegar. Journal of food science, 79(5), R757–R764. https://doi.org/10.1111/1750-3841.12434. Retrieved 8 June 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 05/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro