home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ketahui Kandungan Nutrisi dan 11 Manfaat Buah Kiwi untuk Kesehatan

Ketahui Kandungan Nutrisi dan 11 Manfaat Buah Kiwi untuk Kesehatan

Buah kiwi memiliki perpaduan rasa manis dan asam yang menyegarkan. Buah ini lezat dikonsumsi secara langsung maupun diolah ke dalam berbagai sajian mulai dari jus, salad buah, hingga puding. Di samping itu, kiwi termasuk buah dengan kandungan nutrisi yang melimpah. Anda bisa memperoleh segudang manfaat kesehatan dari mengonsumsi buah kiwi, termasuk mencegah beberapa penyakit. Penasaran apa saja kandungan gizi dan manfaat buah kiwi? Berikut informasi lengkapnya.

Kandungan nutrisi buah kiwi

makan kiwi saat hamil

Meskipun kiwi menjadi buah khas dari Selandia Baru, kiwi ternyata berasal dari dataran Tiongkok.

Buah dengan kulit berwarna kecokelatan ini kaya kandungan karbohidrat, protein, serta lemak yang bisa mengoptimalkan fungsi berbagai organ tubuh.

Bukan hanya itu, kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan turut melengkapi nutrisi yang ada di dalam buah kiwi.

Dari informasi gizi yang terdapat pada laman U.S. Department of Agriculture, 100 gram (g) buah kiwi memiliki kandungan gizi sebagai berikut:

  • Energi: 61 kalori (Kal)
  • Protein: 1.14 g
  • Serat: 3 g
  • Sukrosa: 0.15 g
  • Glukosa: 4.11 g
  • Fruktosa: 4.35 g
  • Vitamin C: 92.7 miligram (mg)
  • Kalium: 312 mg
  • Vitamin K: 40.3 mg
  • Kalsium: 34 mg
  • Vitamin E: 1.46 mg
  • Magnesium: 17 mg

Buah kiwi terkenal dengan warna hijaunya yang segar. Bagian ini merupakan daging buah yang sebenarnya dilapisi kulit berwarna cokelat dengan tekstur berbulu halus.

Kulitnya mungkin nampak tak layak dimakan sehingga orang lebih sering mengonsumsi buah kiwi dengan telebih dulu mengupas kulitnya.

Padahal, kulit buah kiwi mengandung nutrisi yang tak kalah melimpah dari daging buahnya.

Manfaat buah kiwi untuk kesehatan

khasiat buah kiwi

Kandungan nutrisi yang tinggi membuat buah kiwi memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh.

Berikut adalah berbagai manfaat yang bisa Anda peroleh dengan mengonsumsi buah kiwi:

1. Meningkatkan sistem imun

Buah kiwi mengandung vitamin C yang sangat tinggi. Jumlah kandungan vitamin C dalam 1 gelas buah kiwi bahkan sudah mampu mencukupi kebutuhan vitamin C harian.

Vitamin C adalah zat gizi yang berperan penting untuk memperkuat sisitem kekebalan tubuh, terutama dalam melawan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

Dalam studi yang dipublikasikan Canadian Science Publishing, konsumsi buah kiwi dapat mengurangi durasi penyakit seperti flu pada anak-anak dan orang dewasa.

2. Mengatasi asma

Kandungan vitamin C pada buah kiwi juga memberikan khasiat lain untuk fungsi sistem pernapasan.

Konsumsi buah-buahan yang tinggi vitamin C dapat membantu mengurangi gangguan pernapasan yang tersendat alias mengi pada anak-anak yang menderita asma.

Hal tersebut dijelaskan dalam penelitian jurnal Thorax yang melibatkan 4100 anak sebagai peserta.

Tanpa analisis lebih lanjut terhadap pengaruh konsumsi makanan lain, diketahui adanya penurunan frekuensi gejala asma selama anak-anak mengonsumsi 1-7 buah dengan vitamin C tinggi dalam 1 minggu.

3. Menjaga tekanan darah

Buah kiwi memiliki kandungan kalium tinggi dan natrium yang rendah sehingga berpengaruh baik untuk melancarkan aliran darah.

Penelitian dari Blood Press pada tahun 2015 menyebutkan bahwa konsumsi 3 buah kiwi dapat membantu menurunkan kadar kolesterol di dalam darah.

Oleh karena itu, mengonsumsi buah kiwi secara rutin setiap hari sembari mengurangi asupan makanan tinggi garam punya manfaat untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskular Anda.

4. Mengurangi risiko penggumpalan darah

Riset yang sama juga menyebutkan kemampuan buah kiwi untuk mengurangi kadar lemak dalam darah dapat membantu menurunkan risiko terjadinya penggumpalan darah.

Artinya, buah kiwi bisa turut mencegah terjadinya penyakit seperti, stroke, serangan jantung, dan penyumbatan pembuluh darah lainnya.

Manfaat buah kiwi ini diperkirakan setara dengan mengonsumsi aspirin setiap hari untuk mengoptimalkan kerja jantung.

5. Melancarkan pencernaan

Buah kiwi merupakan sumber prebiotik sehingga bisa menambah jumlah bakteri baik untuk membantu proses pencernaan makanan.

Manfaat buah kiwi ini bersumber dari kandungan enzim actinidin, serat dan komponen fenolik.

Atas dasar itulah mengonsumsi buah kiwi bisa mencegah berbagai gangguan pencernaan seperti konstipasi, diare, dan mual.

Bahkan, enzim actinidin yang terdapat dalam kiwi sangat baik untuk mempercepat perncernaan protein.

6. Menyehatkan kulit

Pada buah kiwi, kandungan vitamin C yang tinggi juga bisa meningkatkan produksi kolagen, yaitu komponen penyusun sel-sel kulit.

Kolagen dapat meningkatkan elastisitas kulit, menjaga kulit tetap terhidrasi, dan mengurangi kemunculan garis-garis halus.

Di samping itu, kiwi juga mengandung vitamin E dalam bentuk tocopherol.

Vitamin E adalah komponen antioksidan yang mampu melindungi sel-sel kulit dari zat-zat berbahaya radikal bebas dan sinar matari.

7. Mengurangi risiko cacat lahir pada bayi

Pada buah kiwi ada kandungan folat, yaitu nutrisi yang berperan penting untuk perkembangan janin.

Satu buah kiwi mengandung 17,2 mikrogram (mcg) yang telah melebihi kebutuhan harian folat untuk orang dewasa.

Folat dapat membantu proses pembelahan dan pembentukan sel-sel pada janin sehingga bisa mencegah terjadinya cacat lahir.

Hal ini membuat buah kiwi bermanfaat untuk ibu hamil. Ibu hamil bisa memenuhi asupan folat harian dengan mengonsumsi buah kiwi.

8. Mencegah kanker

Kandungan antioksidan pada buah kiwi berperan sebagai pelindung alami untuk kesehatan sel-sel di dalam tubuh, salah satunya dari kondisi stres oksidatif yang bisa merusak sel-sel sehat.

Konsumsi buah kiwi berpotensi memberikan manfaat untuk mengurangi risiko terjadinya oksidatif sel.

Nah, antioksidan ini terkandung lebih banyak pada bagian kulit dibandingkan daging buah kiwi.

Agar aman mengonsumsi kulit buah kiwi, Anda perlu menyingkirkan bulu-bulu halus yang menempel pada kulitnya.

9. Mempercepat penyembuhan luka

Manfaat ini berasal dari kandungan mikronutrien utama pada buah kiwi yaitu vitamin C dan vitamin K.

Kedua vitamin ini memiliki peranan vital dalam proses penyembuhan luka.

Vitamin C membantu produksi kolagen, yaitu komponen pembentuk sel kulit.

Di saat yang sama, vitamin C juga berperan sebagai antioksidan yang mampu memperbaiki kerusakan sel.

Sementara itu, vitamin K dapat mencegah terjadinya perdarahan berlebih dan mempercepat proses pembekuan darah.

Vitamin K pada buah kiwi juga berkhasiat untuk menjaga ketahanan sel-sel tubuh.

10. Meningkatkan kualitas tidur

Mengonsumsi buah kiwi berpotensi mengatasi gangguan tidur pada orang dewasa. Khasiat ini diduga berasal dari antioksidan dan serotonin yang terkandung pada buah kiwi.

Penelitian dari Taipei Medical University melakukan studi pada orang dewasa berumur 20-55 tahun yang bermasalah dengan pola tidur tidak teratur.

Selama 4 minggu peserta diharuskan mengonsumsi 2 buah kiwi satu jam sebelum mereka tidur.

Di akhir penelitian, konsumsi kiwi diketahui dapat memudahkan peserta untuk tidur dan meningkatkan durasi tidurnya.

11. Mencegah kebutaan

Selain komposisi nutrisi yang sudah disebutkan, buah kiwi memiliki kandungan lain yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata.

Kandungan zeaxanthin pada buah kiwi bisa mengurangi risiko terjadinya degenerasi makula serta gangguan fungsi retina yang bisa menyebabkan kebutaan.

Namun, untuk mendapatkan manfaat buah kiwi ini, Anda perlu mengomsumsinya bersamaan dengan buah dan sayuran lain yang kaya antioksidan jenis karotenoid.

Nah, setelah membaca pemaparan di atas, kini Anda jadi lebih paham bahwa ada begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari mengonsumsi buah kiwi, bukan?

Meski begitu, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi buah kiwi secara berlebiha dan tetap sesuaikan dengan kebutuhan gizi harian Anda.

Waspadai juga kemungkinan alergi buah yang disebabkan oleh kulit buah kiwi.

Alergi buah dapat menyebabkan Anda mengalami gejala berupa kesulitan menelan, bengkak di mulut, dan nyeri pada tenggorokan.

Jika Anda atau orang terdekat menujukkan tanda-tanda alegi buah, coba hindari untuk makan kulitnya dan segera periksakan diri ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Richardson, D. P., Ansell, J., & Drummond, L. N. (2018). The nutritional and health attributes of kiwifruit: a review. European journal of nutrition, 57(8), 2659–2676. https://doi.org/10.1007/s00394-018-1627-z

Svendsen, M., Tonstad, S., Heggen, E., Pedersen, T., Seljeflot, I., & Bøhn, S. et al. (2014). The effect of kiwifruit consumption on blood pressure in subjects with moderately elevated blood pressure: A randomized, controlled study. Blood Pressure, 24(1), 48-54. https://doi.org/10.3109/08037051.2014.976979

Stonehouse, W., Gammon, C. S., Beck, K. L., Conlon, C. A., von Hurst, P. R., & Kruger, R. (2013). Kiwifruit: our daily prescription for health. Canadian journal of physiology and pharmacology91(6), 442-447. https://doi.org/10.1139/cjpp-2012-0303

HH, L., PS, T., SC, F., & JF, L. (2011). Effect of kiwifruit consumption on sleep quality in adults with sleep problems. Asia Pacific Journal Of Clinical Nutrition, 20(2). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21669584/

USDA. (2021). Kiwi, green,raw – Food Data Central. Retrieved 18 February, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/168153/nutrients

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x