home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bukan Dedak, Simak Manfaat Bekatul (Rice Bran) untuk Tubuh

Bukan Dedak, Simak Manfaat Bekatul (Rice Bran) untuk Tubuh

Anda pasti tidak asing dengan padi dan beras yang merupakan cikal bakal nasi putih. Namun, tidak banyak orang yang tahu kalau beras memiliki lapisan pelindung bernama bekatul. Sebenarnya, apa itu bekatul dan adakah manfaatnya bagi kesehatan?

Bekatul dan dedak tidak sama

<a data-event-category=jenis beras paling sehat” width=”640″ height=”427″ srcset=”https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2017/10/jenis-beras-paling-sehat-700×467.jpg 700w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2017/10/jenis-beras-paling-sehat-300×200.jpg 300w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2017/10/jenis-beras-paling-sehat-90×60.jpg 90w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2017/10/jenis-beras-paling-sehat-45×30.jpg 45w” sizes=”(max-width: 640px) 100vw, 640px” />

Bekatul adalah lapisan yang melindungi beras, tepatnya di bagian endosperma. Sekilas, bekatul mirip dengan dedak dengan warna cokelat muda yang hampir senada. Hal inilah yang membuat banyak orang sulit membedakan antara keduanya.

Ketika padi digiling atau ditumbuk sampai menghasilkan beras, gabah atau kulit padi akan melepaskan tiga lapisan pembungkus.

Lapisan pertama yaitu sekam dengan ciri khas kulitnya yang paling keras dan tajam. Lapisan kedua yakni dedak sebagai limbah penggilingan padi pertama. Lapisan terakhir yang terdalam barulah bekatul atau sebutan lainnya yaitu rice bran.

Bila diperhatikan lebih seksama, perbedaan paling mencolok di antara bekatul dan dedak ada pada teksturnya. Ketika disentuh, tekstur kulit bekatul lebih halus daripada kulit dedak.

Kandungan nutrisi dalam bekatul (rice bran)

Sumber: Indiamart

Berbeda dengan dedak yang lebih sering dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bekatul bisa dimakan oleh manusia. Meski begitu, beberapa peternak hewan juga menggunakan rice bran sebagai bahan makanan hewan ternaknya.

Bekatul termasuk bahan alami yang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai pangan manusia. Ini disebutkan dalam sebuah penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diterbitkan oleh Jurnal Pangan.

Kandungan nutrisi pada rice bran-lah yang menjadi pertimbangan kuat akan anggapan tersebut. Pasalnya, per 100 gram (gr) porsi bekatul layak makan (edible grade) menyumbang nutrisi yang beragam di bawah ini.

  • Karbohidrat: 500 gr
  • Protein: 16,5 gr
  • Lemak: 21,3 gr
  • Serat: 25,3 gr
  • Vitamin B1: 3 mg
  • Vitamin B2: 0,4 mg
  • Vitamin B3: 43 mg
  • Vitamin B5: 7 mg
  • Vitamin B6: 0,49 mg
  • Zat besi: 11 mg
  • Seng (Zinc): 6,4 mg
  • Kalsium: 80 mg
  • Fosfor: 2,1 gr
  • Kalium: 1,9 gr
  • Natrium: 20,3 gr
  • Magnesium: 0,9 gr

Bekatul memiliki cita rasa manis khas yang lebih enak. Rasa manis dari lapisan pembungkus beras inilah yang membuat harga jualnya jauh lebih mahal ketimbang dedak.

Berbagai manfaat bekatul bagi kesehatan

Di bawah ini beragam khasiat dari bekatul (rice bran) untuk tubuh yang perlu Anda ketahui.

1. Tinggi kandungan antioksidan

memasak air beras

Penyakit jantung koroner, kanker, dan stroke merupakan jenis penyakit yang disebabkan radikal bebas. Demi melawan efek buruknya, dibutuhkan antioksidan yang tidak hanya didapat dari dalam tubuh saja tapi juga dari makanan harian.

Bekatul ternyata kaya senyawa antioksidan sehingga berpotensi menangkal radikal bebas.

Tidak tanggung-tanggung, ada 8 jenis antioksidan yang terkandung di dalam rice bran yaitu flavonoid, asam fenolik, antosianin, proantosianin, tokoferol, tokotrienol, y-oryzanol, dan asam fitat.

Uniknya, komponen pigmen warna pada beras turut memengaruhi jumlah antioksidan pada rice bran. Jenis beras dengan pigmen warna merah dan hitam dipercaya mengandung kadar antioksidan lebih tinggi ketimbang beras putih (non-pigmen).

2. Menurunkan kolesterol tinggi

tes kolesterol

Rice bran dilaporkan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam darah. Ini berkat senyawa antioksidan gamma oryzanol atau y-oryzanol pada bekatul.

Pada hewan percobaan yang mengalami obesitas dan displidemia, kadar lemak tubuh yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan mengembalikan jumlah trigliserida, kolesterol “jahat” LDL, dan total kolesterol ke dalam kadar normal.

Kandungan gamma oryzanol-nya membantu meningkatkan kolesterol “baik” HDL. Lebih dari itu, pemberian suplementasi rice bran pada asupan harian diyakini mampu menurunkan berat badan sekaligus menjaga kadar kolesterol dan trigliserida.

Meski begitu rice bran tetap meningkatkan kadar HDL tanpa mengubah kadar gula darah hewan percobaan tersebut. Bekatul dalam beras non-pigmen (beras putih) dinilai lebih efektif untuk menyeimbangkan kadar kolesterol daripada beras berpigmen.

3. Mencegah serangan kanker

jenis kanker

Ada berbagai jenis kanker yang bisa menyerang manusia, seperti kanker darah, kanker ovarium, dan kanker kulit. Usut punya usut, lapisan pembungkus beras ini dapat membantu menurunkan risiko serangan berbagai jenis kanker.

Kesimpulan tersebut diperoleh berkat tingginya komponen bioaktif serta serat pangan pada rice bran. Contoh, senyawa peptida dan tokotrienol yang ada pada bekatul diduga memiliki peran utama untuk mencegah perkembangan kanker hati.

Pada hewan percobaan dengan kanker kulit stadium 2, pemberian suplementasi senyawa cycloartenol ferulate yang diekstrak dari rice bran juga diyakini mampu menghambat respons peradangan yang terkait dengan perkembangan penyakit tersebut.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tuarita, Mirna Zena, dkk. 2017. Pengembangan Bekatul Sebagai Pangan Fungsional: Peluang, Hambatan, dan Tantangan. Jurnal Pangan. http://jurnalpangan.com/index.php/pangan/article/download/354/308 Diunduh pada 18 Februari 2019.

Rice Bran. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-852/rice-bran Diakses pada 18 Februari 2019.

Rice Bran Benefits and Side Effects. https://www.livestrong.com/article/154131-rice-bran-benefits-side-effects/ Diakses pada 18 Februari 2019.

Bhosale, Shweta dan D. Vijayalakshmi. Processing and Nutritional Composition of Rice Bran. Current Research in Nutrition and Food Science. https://www.foodandnutritionjournal.org/volume3number1/processing-and-nutritional-composition-of-rice-bran/ Diakses pada 19 Februari 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri pada 4 minggu lalu
x