home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jarang Diketahui, Ini 4 Manfaat Bawang Dayak untuk Kesehatan

Jarang Diketahui, Ini 4 Manfaat Bawang Dayak untuk Kesehatan

Bawang dayak tidak hanya digunakan sebagai rempah pelezat masakan, tapi juga sebagai obat tradisional sejak puluhan tahun silam oleh masayarakat Indonesia. Ini karena kandungan bawang Dayak yang melimpah, sehingga banyak yang memercayai bawang jenis ini memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Lantas, apa kandungan gizi dan manfaat dari bawang berwarna merah ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Kandungan nutrisi bawang Dayak

Bawang Dayak atau Bawang Sabrang

Nama bawang Dayak berasam dari Suku Dayak asli Pulau Kalimantan yang sudah sejak lama membudidayakan umbi-umbian ini. Bawang Dayak punya nama lain, seperti bawang berlian, bawang sabrang, dan bawang tiwai, dengan nama latin Eleutherine palmifolia (L.) Merr atau Eleutherine bulbosa Mill.

Penampilannya tidak berbeda jauh dari bawang merah biasa, hanya saja ukuran umbi bawang sabrang lebih kecil, warnanya lebih merah terang menyala, dan permukaan kulitnya lebih licin.

Selain bermanfaat sebagai rempah, penggunaan bawang Dayak termasuk sebagai obat tradisional berkat berbagai kandungan gizi pada bawang Dayak.

Penelitian mengenai bawang Dayak masih sangat terbatas, mengingat bawang ini tidak tumbuh dengan mudah di berbagai belahan dunia. Berdasarkan salah satu penelitian tahun 2018 pada jurnal Food Science & Nutrition, kandungan nutrisi bawang Dayak kering, meliputi:

  • Umbi bawang Dayak mengandung 4,5 mg flavonoid per 100 gram.
  • Daun bawang Dayak mengandung 3,5 mg flavonoid per 100 gram.
  • Bunga bawang Dayak mengandung 11 mg flabonoid per 100 gram.

Manfaat bawang Dayak untuk kesehatan

Bawang Dayak atau Bawang Sabrang

Penelitian medis mengenai manfaat bawang Dayak masih sangat terbatas. Berikut ini beberapa khasiat kesehatan yang mungkin bisa Anda dapatkan dari bawang Dayak.

1. Memiliki potensi mengatasi infeksi

Sebuah penelitian pada jurnal Tropical life sciences research dari kolaborasi antara tim peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur melaporkan bawang Dayak kaya akan antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, saponin, triterpenoid, steroid, dan tannin.

Deretan antioksidan tersebut bekerja efektif untuk menghambat dan mematikan pertumbuhan virus, bakteri, serta jamur penyebab penyakit. Berdasarkan penelitian tersebut, bawang sabrang efektif melawan bakteri Staphylococcus aureus (MRSA), B. cereus, Shigella sp., and P. aeruginosa.

Bakteri Staph, MRSA, dan P. aeruginosa adalah beberapa contoh bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Staph dan MRSA dapat menyebabkan banyak penyakit mulai dari infeksi kulit, sepsis, pneumonia, hingga infeksi darah. Pseudomonas aeruginosa (P. aeruginosa) adalah penyebab infeksi saluran kencing, pneumonia, dan infeksi ginjal, sementara Shigella sp adalah bakteri penyebab infeksi shigellosis dan disentri.

Penelitian tersebut juga memperkuat manfaat bawang Dayak pada temuan Universitas Jenderal Achmad Yani terdahulu. Olesan ekstrak umbi bawang dayang pada kulit yang bersifat antimikroba mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staph dan Trichophyton rubrum, yang sering terlibat dalam pembentukan luka serta bisul.

2. Meningkatkan kepadatan tulang wanita menopause

Perempuan usia menopause berisiko mengalami osteoporosis alias masalah pengeroposan tulang. Menopause terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu memproduksi hormon estrogen sebanyak pada usia muda. Mengutip National Health Service, wanita bisa kehilangan hingga 20% kepadatan tulang mereka dalam lima hingga tujuh tahun setelah menopause.

Selain berfungsi mengatur kesuburan, hormon estrogen juga membantu melindungi kekuatan tulang. Itu kenapa ketika kadar estrogen menurun drastis selama menopause dapat menyebabkan hilangnya kepadatan tulang seiring waktu. Kejadian menopause dini bahkan dapat semakin meningkatkan risiko seorang perempuan terhadap pengeroposan tulang.

Nah, sebuah penelitian terbitan tahun 2018 pada Pharmacognosy Journal menemukan bahwa pemberian ekstrak bawang Dayak dalam dosis tinggi (18 mg/200 g) selama 21 hari berturut-turut berpotensi sangat meningkatkan kadar kalsium tulang, berat tulang (massa tulang), dan panjang tulang.

Meski begitu, hasil penelitian ini masih terbatas pada tikus lab setelah pengangkatan indung telur lewat prosedur ovariektomi, untuk menghentikan produksi hormon estrogen dalam tubuh (hipoestrogen).

Peneliti berargumen bahwa hasil temuan tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan ekstrak umbi bawang Dayak sebagai alternatif obat terapi hormon untuk wanita menopause. Meski demikian, masih butuh lebih banyak lagi riset sains mendalam terkait khasiat bawang Dayak yang satu ini.

3. Membantu mengatasi gejala mengganggu pada wanita menopause

Manfaat bawang Dayak lagi-lagi ditemukan paling berpotensi terhadap berbagai masalah terkait menopause.

Penyusutan kadar estrogen dalam tubuh selama dan setelah menopause akan memengaruhi kesehatan wanita secara umum. Itu kenapa beberapa wanita memilih untuk menggunakan terapi hormon guna mengatasi gejala menopause mereka.

Sayangnya, obat terapi hormon seperti tamoxifen dilaporkan dapat meningkatkan risiko kanker rahim pada wanita menopause. Risiko ini muncul karena tambahan hormon estrogen dapat menimbulkan penebalan dinding rahim yang dapat berkembang menjadi kanker rahim.

Di sisi lain, terapi hormon estrogen juga dapat meningkatkan kadar lipid (lemak) dalam darah yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung pascamenopause.

Nah, sebuah penelitian pada Online Journal Of Biological Sciences melaporkan bahwa bawang Dayak kaya akan senyawa aktif bernama eleutherinol yang dapat berikatan kuat dengan reseptor estrogen alfa (ERα).

Peneliti menemukan, eleuterinol bisa memicu efek peningkatan hormon estrogen yang mirip dengan obat tamoxifen, tapi tanpa diikuti oleh risiko penebalan dinding rahim.

Penelitian ini mengamati efek ekstrak bawang sabrang pada tikus yang sudah melakukan prosedur pengangkatan indung telur (ovariektomi). Hasilnya, tikus-tikus menopause ini tidak mengalami penebalan dinding rahim. Ini berarti bawang Dayak tidak meningkatkan risiko kanker rahim layaknya terapi hormon estrogen secara medis.

4. Menurunkan kadar kolesterol dan berpotensi mencegah penyakit jantung

Sudah disinggung bahwa terapi hormon esterogen bisa meningkatkan risiko penyakit jantung pada wanita yang memasuki fase menopause. Nah, berdasarkan penelitian yang sama dengan sebelumnya, hasil studi menunjukkan bahwa kadar lipid darah (kolesterol) menurun karena bawang Dayak.

Tikus-tikus menopause dalam penelitiann, tidak mengalami peningkatan kadar lipid dalam darah. Ekstrak bawang Dayak justru terlihat menurunkan kadar lipid darah, sehingga risiko penyakit jantung pun menurun. Ini menunjukkan bahwa bawang Dayak berpotensi untuk menjadi pengganti terapi hormon estrogen yang lebih aman.

Tips aman mengonsumsi bawang Dayak

manfaat kandungan khasiat bawang dayak

Manfaat bawang Dayak yang melimpah tentu sayang untuk dilewatkan. Jika ingin mendapatkan manfaatnya, Anda bisa menikmati bawang ini dengan berbagai cara dan olahan. Bisa Anda konsumsi utuh saat masih segar, dijadikan acar atau manisan, sebagai bumbu masak, hingga dikeringkan dan dihaluskan sampai menjadi bubuk yang dicampur ke makanan atau diseduh sebagai minuman hangat.

Namun, Anda harus berhati-hati karena sebagian orang mungkin alergi dengan kandungan dalam bawang Dayak ini. Jika Anda punya alergi bawang putih atau bawang merah, kemungkinan besar Anda juga memiliki alergi dengan bawang ini.

Selain itu, Anda juga perlu mencuci bawang ini hingga bersih karena bagian umbinya kotor dengan tanah. Jadi, saat Anda mencuci baiknya menggosok dan membuang bagian kulit terluar, lalu siram dengan air mengalir.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Purnamasari, A., & Bahtiar, A. (2018). Effect of Dayak Onion (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) on Uterine wall and Lipid Profiles of Ovariectomized RatOnline Journal Of Biological Sciences18(1), 1-6. doi: 10.3844/ojbsci.2018.1.6 [Accessed on February 18th, 2021]

Osteoporosis. (2018, October 3). nhs.uk. https://www.nhs.uk/conditions/osteoporosis/ [Accessed on February 18th, 2021]

Bahtiar, A., & Annisa, R. (2018). Effects of Dayak Onion Bulbs (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) on Bone Development of the Hipoestrogen Model Rat. Pharmacognosy Journal10(2), 299-303. doi: 10.5530/pj.2018.2.52 [Accessed on February 18th, 2021]

Endometrial cancer – Symptoms and causes. (2020, March 20). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometrial-cancer/symptoms-causes/syc-20352461 [Accessed on February 18th, 2021]

Menopause and heart disease. www.heart.org. https://www.heart.org/en/health-topics/consumer-healthcare/what-is-cardiovascular-disease/menopause-and-heart-disease [Accessed on February 18th, 2021]

Shi, P., Du, W., Wang, Y., Teng, X., Chen, X., & Ye, L. (2018). Total phenolic, flavonoid content, and antioxidant activity of bulbs, leaves, and flowers made from Eleutherine bulbosa (Mill.) UrbFood Science & Nutrition7(1), 148-154. https://doi.org/10.1002/fsn3.834 [Accessed on February 18th, 2021]

Harlita, T. D., Oedjijono, & Asnani, A. (2018). The Antibacterial Activity of Dayak Onion (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) towards Pathogenic BacteriaTropical life sciences research29(2), 39–52. https://doi.org/10.21315/tlsr2018.29.2.4 [Accessed on February 18th, 2021]

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 07/03/2021
x