home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan, Termasuk Meningkatkan Sistem Imun

5 Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan, Termasuk Meningkatkan Sistem Imun

Hampir semua makanan Indonesia menggunakan bawang merah sebagai salah satu bumbu masakannya. Tidak hanya membuat makanan menjadi lebih sedap dan kaya rasa, bawang merah ternyata juga mempunyai manfaat bagi kesehatan karena kaya kandungan gizi. Lantas, apa saja manfaat dari bawang ini? Yuk, cek manfaatnya pada ulasan berikut.

Kandungan gizi dalam bawang merah

kerokan-bawang-merah

Bawang merah yang memiliki nama ilmiah Allium cepa var ascalonicum (L) ini punya bau yang khas sehingga bisa menyedapkan masakan. Biasanya, orang-orang mengolah bawang ini dengan cara menumisnya bersama sayuran atau menggorengnya.

Manfaat dari bawang merah ini bukan hanya sekadar jadi penyedap saja, tapi juga memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Dalam 100 gram bawang merah, terdapat kandungan nutrisi berikut ini.

  • Protein: 1,5 gram.
  • Lemak: 0,3 gram.
  • Karbohidrat: 9.2 gram.
  • Serat: 1.7 gram.
  • Kalsium: 36 mg.
  • Fosfor: 40 mg.
  • Zat besi: 0,8 mg.
  • Natrium: 7 mg.
  • Kalium: 178,6 mg.
  • Tembaga: 0,06 mg.
  • Seng: 0,2 mg.
  • Thiamin (vitamin B1): 0,03 mg.
  • Riboflavin (vitamin B2): 0,04 mg.
  • Niasin (Vitamin B3): 0,2 mg.
  • Vitamin C: 2 mg.

Manfaat bawang merah untuk kesehatan

bawang dayak

Berdasarkan kandungan nutrisinya, bawang merah kemungkinan memberikan manfaat jika Anda konsumsi secara rutin, seperti berikut ini.

1. Memiliki potensi mencegah kanker

Kanker terbentuk dari sel-sel tubuh yang abnormal. Meski ahli kesehatan tidak mengetahui penyebab pastinya, mereka berpendapat bahwa paparan radikal bebas merupakan salah satu faktor risikonya.

Radikal bebas, yakni molekul yang ada pada polusi atau asap rokok, bisa menyebabkan stres oksidatif yang memicu kerusakan sel. Paparan radikal bebas dalam jangka panjang yang merusak sel bisa membuat sel jadi abnormal. Pada akhirnya menyebabkan sel tumbuh, berkembang tanpa kendali, dan membentuk tumor.

Tindakan pencegahan untuk kanker adalah dengan meningkatkan konsumsi makanan kaya antioksidan. Nah, bawang merah termasuk dalam deretan rempah kaya antiaoksidan yang memberi manfaat perlindungan sel-sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif.

2. Mengatasi peradangan

Saat virus, bakteri, atau zat asing masuk tubuh, sistem kekebalan akan membuat antibodi untuk melawan zat yang mengancam tersebut. Namun, proses ini akan menghasilkan zat yang bisa menimbulkan peradangan. Nah, ketika peradangan terjadi dalam jangka panjang, risiko berbagai penyakit kronis akan meningkat, contohnya penyakit jantung dan kanker.

Agar peradangan tidak semakin bertambah parah, Anda bisa mengonsumsi makanan antiradang, seperti bawang merah. Hingga kini, penelitian masih melakukan studi lebih lanjut mengenai manfaat bawang merah ini.

3. Mendukung kesehatan saraf dan otot

Bawang merah kaya akan kalium, yang fungsinya sangat vital bagi tubuh. Kalium dalam bawang merah memiliki khasiat mendukung otot dan saraf agar bisa bekerja dengan normal.

Saraf dan otot yang sehat tentu akan mendukung Anda melakukan berbagai aktivitas setiap hari. Bila kadar kalium rendah, Anda sangat mungkin mengalami masalah pada saraf atau otot. Masalah kesehatan yang paling umum dialami otot lemah dan tubuh lemas. Oleh karena itu, manfaat kandungan kalium pada bawang merah bisa membantu menjaga kesehatan saraf dan otot.

4. Memiliki potensi meningkatkan sistem imun

Pilek atau flu merupakan penyakit yang paling sering dikeluhkan karena sangat mudah menular. Anda memerlukan makanan sehat agar tidak gampang sakit, sehingga sistem kekebalan tubuh meningkat.

Anda bisa meningkatkan sistem imun dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin C, seperti bawang merah. Menurut studi pada jurnal Nutrients, vitamin C merangsang sel darah putih menuju lokasi infeksi, membentuk antioksidan, dan membunuh mikroba yang menyerang tubuh.

Di samping itu, vitamin C pada bawang merah juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun terhadap respons, sehingga meminimalisir kemungkinan kerusakan oleh patogen (bibit penyakit).

5. Menyehatkan tulang

Khasiat bawang merah yang perlu Anda ketahui adalah menjaga kesehatan tulang. Manfaat ini berasal dari kandungan kalsium pada bawang merah. Mineral ini menjaga tulang tetap kokoh dan merangsang pertumbuhan sel tulang baru menggantikan sel tulang yang rusak.

Tak hanya kalsium, mineral lain pada bawang merah juga memberikan manfaat serupa, seperti tembaga, zat besi, dan fosfor.

Tips sehat mengonsumsi bawang merah

Sudah tahu, kan, manfaat bawang merah untuk kesehatan? Nah, jika Anda ingin mendapatkan manfaat tersebut, tambahkan bawang merah dalam masakan Anda. Selain itu, bawang juga bisa Anda sajikan menjadi acar dengan tambahan timur dan wortel.

Meski menyehatkan, konsumsi bawang merah tidak boleh berlebihan. Ini karena kebanyakan makan bawang bisa membuat perut Anda kembung dan tidak nyaman. Apalagi tidak semua orang bisa mengonsumsi bawang merah karena mungkin memiliki alergi pada kandungan tertentu yang ada di dalamnya.

Selain bawang merah, masyarakat Indonesia juga biasa mengonsumsi bawang putih, serta ada pula yang mengambil manfaat bawang hitam untuk kesehatan. Meski demikian, jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus, sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mohammadi-Motlagh, H. R., Mostafaie, A., & Mansouri, K. (2011). Anticancer and anti-inflammatory activities of shallot (Allium ascalonicum) extractArchives of medical science : AMS7(1), 38–44. https://doi.org/10.5114/aoms.2011.20602 [Accessed on February 26th, 2021]

Beranda. Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. https://www.panganku.org/id-ID/view [Accessed on February 26th, 2021]

Harvard Health Publishing. (2020, June 17). What is inflammation? Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/heart-disease-overview/ask-the-doctor-what-is-inflammation [Accessed on February 26th, 2021]

What is cancer? (2015, February 9). National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/understanding/what-is-cancer [Accessed on February 26th, 2021]

Potassium. (2020, October 1). Office of Dietary Supplements (ODS). https://ods.od.nih.gov/factsheets/Potassium-HealthProfessional/ [Accessed on February 26th, 2021]

Carr, A. C., & Maggini, S. (2017). Vitamin C and Immune FunctionNutrients9(11), 1211. https://doi.org/10.3390/nu9111211 [Accessed on February 26th, 2021]

Foods that may cause gas. International Foundation for Gastrointestinal Disorders – IFFGD. https://www.iffgd.org/symptoms-causes/intestinal-gas/foods-that-may-cause-gas.htmlbawang [Accessed on February 26th, 2021]

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 17/03/2021
x