4 Manfaat Kesehatan Jika Anda Sering Makan Bawang Merah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Hampir semua makanan Indonesia menggunakan bawang merah sebagai salah satu bumbu masakannya. Ya, bawang merah adalah bumbu dasar yang tidak boleh tidak ada di dapur Anda. Tidak hanya membuat makanan menjadi lebih sedap dan kaya rasa, bawang merah ternyata juga mempunyai manfaat bagi kesehatan. Apa saja manfaat bawang yang berwarna merah ini?

Kandungan gizi dalam bawang merah

Sebelum mengetahui apa saja manfaat bawang merah, Anda harus tahu dulu kandungan zat gizi yang ada di dalam bawang ini. Berikut adalah kandungan zat gizinya:  

  • Kalori: memiliki kandungan kalori yang rendah, 28 gram bawang hanya mengandung 11 kalori
  • Zat gizi makro: sebagian besar terdiri dari karbohidrat dan air, sedangkan tidak mengandung lemak sama sekali.
  • Vitamin dan mineral: kandungan vitamin yang tinggi adalah vitamin C dan vitamin B6, sementara jenis mineral yang paling banyak terkandung adalah kromium.
  • Indeks glikemik: bawang merah termasuk makanan yang mempunyai tingkat indeks glikemiks yang rendah yaitu hanya mencapai 10.

Manfaat bawang merah bagi kesehatan

Bawang berwarna merah yang jadi saudara bawang putih ini mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja manfaat bawang merah?

1. Bantu mencegah kanker

Bawang merah mengandung zat yang disebut dengan quercetin. Quercetin adalah zat alami yang membuat bawang jadi berwarna warna merah gelap. Menurut University of Maryland Medical Center, zat quercetin termasuk zat antioksidan yang berperan penting dalam melawan efek radikal bebas berbahaya dalam tubuh. Salah satu dampak penumpukan radikal bebas adalah kanker.

Antioksidan seperti quercetin mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa zat quercetin dalam bawang ini mampu mencegah pertumbuhan sel kanker paru, kanker prostat, kanker ovarium, kanker usus, serta kanker endometrial.

2. Menurunkan tekanan darah

Dalam jurnal Pharmacological Reports yang diterbitkan pada tahun 2009, disebutkan jugaa bahwa zat quercetin yang cukup tinggi ada di dalam bawang merah mampu menurunkan tekanan darah yang tinggi. Seseorang yang mempunyai tekanan darah tinggi berisiko untuk mengalami berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, dan diabetes mellitus.

3. Membantu menormalkan kadar gula darah

Kadar gula darah yang tinggi terbukti mengakibatkan timbulnya penyakit diabetes mellitus. Bahkan menurut Center for Disease Control Prevention, kadar gula darah tinggi merupakan sumber dari segala penyakit degeneratif dan penyakit kronis.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di daerah Sudan, penderita diabetes mellitus tipe satu dan tipe dua yang mengonsumsi bawang merah mentah terbukti memiliki jumlah gula darah yang normal dibandingkan yang tidak mengonsumsinya. Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Environmental Health Insight, juga membuktikan hal yang sama bahwa bawang berwarna merah memang mampu untuk menurunkan kadar gula darah.

Para ahli menyimpulkan jika bawang ini memang mampu meningkatkan kadar insulin serta membantu proses glikolisis pada penderita diabetes yang menyebabkan penurunan kadar gula darah.

4. Menurunkan kolesterol tubuh

Sebuah jurnal yang dilaporkan dalam Phytotherapy Research menyebutkan bahwa bawang merah bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Studi yang dilakukan pada hewan ini menunjukkan jika diet yang mengandung makanan dengan banyak bawang merah mampu menurunkan kadar kolesterol total dalam tubuh.

Para ahli percaya penurunan kolesterol yang terjadi ini diakibatkan oleh kandungan zat antioksidan serta zat bioaktif lainnya yang ada di dalam bawang tersebut yang dapat menurunkan jumlah lemak total dalam tubuh secara langsung.

5. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Kandungan polifenol yang ada di dalam tanaman bawang mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas, papar Anne Mauney, ahli diet di Washington, DC Kemampuan bawang yang dapat menghilangkan radikal bebas dalam tubuh dapat membantu mendorong sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Selain itu, menurut University of Maryland Medical Center, kandungan quercetin di dalam tanaman bawang juga dpaat mengurangi reaksi alergi dengan menghentikan tubuh Anda dari produksi histamin. Histamin adalah zat  yang membuat Anda bersin, menangis dan gatal jika Anda mengalami reaksi alergi.

6. Bagus untuk bahan makanan diet

Bawang merah bagus untuk dijadikan bahan dalam diet sehat makanan Anda. meskipun bukan makanan dengan nutrisi super banyak, bawang warna merah ini mengandung nutrisi penting dalam jumlah sedang seperti kalium.

Kalium adalah mineral yang berhubungan dengan kesehatan jantung. Selain itu, ada juga zat besi yang dapat meningkatkan sirkulasi peredaran oksigen di dalam darah.

Walaupun jumlah nutrisi tersebut tidak terlalu banyak di dalam kandungan bawang. Namun ini tetap dapat meningkatkan kerja fungsi tubuh secara keseluruhan dari makanan yang Anda makan.

7. Mengandung vitamin C

Bawang merah adalah makanan yang merupakan sumber vitamin C yang baik. Dalam kisaran 100 gram bawang, ia mengandung 10 persen vitamin C yang dibutuhkan tubuh sehari-hari.

Vitamin C adalah vitamin esensial yang larut dalam air dan dibutuhkan tubuh Anda untuk membuat kolagen. Perlu diketahui, bahwa kolagen penting untuk tubuh. Kolagen merupakan protein yang membantu penyembuhan luka dan berfungsi untuk mendukung kesehatan serta kekebalan tubuh.

8. Mengandung protein yang bisa mendukung kesehatan tubuh

Bawang merah mengandung protein yang tidak terlalu banyak. Per porsi bawang dengan berat 148 gram hanya ada 1 gram protein saja. Meski demikian, bawang ini bisa dijadikan pelengkap makanan seperti sambal mentah, untuk bumbu resep nasi goreng, atau makanan lain.

Protein dalam bawang berwarna merah ini berkhasiat baik untuk memelihara dan membangun sel jaringan tubuh yang sehat.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

    Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

    Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
    Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

    Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

    Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    polip hidung

    Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    mencium bau

    Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    penis bengkok

    Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit