home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara yang Benar Menyimpan Bawang di Rumah Agar Tak Cepat Busuk

Cara yang Benar Menyimpan Bawang di Rumah Agar Tak Cepat Busuk

Bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay adalah rempah serbaguna yang hampir selalu pasti ada di setiap dapur keluarga Indonesia. Sayangnya, teledor menyimpan bawang di sembarang tempat bisa membuatnya cepat busuk. Seperti apa, sih, cara menyimpan bawang yang benar?

Cara menyimpan bawang yang baik dan benar

Dilansir dari Healthline, bawang tidak boleh disimpan dalam tempat yang lembap dan dingin seperti kulkas. Kondisi ini membuat bawang menyerap banyak uap air yang menyebabkannya cepat busuk.

Bawang harus disimpan di tempat yang sejuk tapi kering, berventilasi baik, serta jauh dari sinar matahari atau cahaya lampu. Paparan sinar langsung, baik alami atau buatan, dapat membuat bawang jadi terasa pahit. Suatu penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Food Science Technology tahun 2016 menyatakan bahwa suhu ruangan paling ideal untuk menyimpan bawang adalah sekitar 4-10º Celsius.

Yang paling penting, hindari menyimpan bawang dalam kantong plastik belanjaan. Kantong plastik memiliki ventilasi yang buruk sehingga bisa membuat bawang cepat rusak. Sebaiknya simpan bawang di dalam kantung jala, atau bolongi kantung plastik Anda dengan lubang-lubang yang cukup lebar.

Sebaiknya juga jangan simpan bawang berdekatan dengan kentang. Dilansir dari Eating well, cara penyimpanan ini akan memicu pengeluaran uap air dan gas dari bawang sehingga membuat bawang lebih cepat rusak.

Dengan cara menyimpan yang benar, bawang bisa bertahan dalam kondisi terbaiknya sampai 30 hari ke depan.

Cara menyimpan bawang yang sudah dikupas dan dipotong beda dengan bawang segar

Jika di atas adalah cara menyimpan bawang utuh segar pada umumnya, beda lagi dengan cara menyimpan bawang kupas dan potongan.

Bawang yang sudah dikupas harus disimpan dalam kulkas atau lemari pendingin (freezer) bersuhu 4ºC atau lebih rendah lagi untuk menghindari risiko kontaminasi bakteri. Namun sebelumnya, bawang kupas harus ditaruh dalam wadah tertutup yang kedap udara. Cara ini bisa membuat bawang kupas awet hingga 10-14 hari.

Bawang yang sudah diiris, dicincang, atau dipotong-potong juga bisa disimpan dalam lemari es hingga 10 hari. Bungkus potongan-potongan tersebut dalam plastik yang diikat kencang. Begitu pula jika Anda membeli bawang dengan bentuk sudah dipotong-potong. Segera simpan di kulkas. Jika ingin disimpan lebih lama, potongan bawang bisa disimpan dalam freezer untuk selama 6 bulan.

Untuk bawang yang sudah matang dimasak bisa disimpan dalam kulkas selama 3-5 hari. Simpan bawang dalam wadah tertutup kedap udara. Jangan biarkan bawang yang sudah matang dibiarkan di suhu ruangan dalam waktu lama karena ini meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Jika ingin menyimpan bawang masak untuk waktu yang lebih lama, simpan dalam freezer hingga 3 bulan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Raman Ray. 2018. The Best Way to Store Onions. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/nutrition/how-to-store-onions (Diakses 25 Juni 2018)

Hilary Meyer. 2016. 5 Fresh Foods You Shouldn’t Keep in Your Refrigerator. [Online] Tersedia pada: http://www.eatingwell.com/article/77116/5-fresh-foods-you-shouldnt-keep-in-your-refrigerator/ (Diakses 25 Juni 2018)

Sharma Kavita dan Lee Rok Yong. 2016. Effects of Different Storage Temperature on Chemical Comosition of Onion. Journal Food Science Technology 53(3): 1620-1632

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 15/07/2018
x