home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengulas Seputar Ooforektomi, Prosedur Operasi Pengangkatan Indung Telur (Ovarium) Wanita

Mengulas Seputar Ooforektomi, Prosedur Operasi Pengangkatan Indung Telur (Ovarium) Wanita

Selain operasi angkat rahim (histerektomi), pernahkah Anda mendengar mengenai operasi pengangkatan indung telur (ooforektomi)? Ooforektomi adalah sebuah prosedur operasi yang bertujuan untuk mencegah atau bahkan mengobati kondisi medis tertentu. Supaya tidak salah kaprah, mari simak informasi lengkap seputar ooforektomi.

Ooforektomi, prosedur angkat ovum wanita

histerektomi angkat rahim

Indung telur atau yang lebih akrab dikenal sebagai ovarium, merupakan organ kewanitaan yang terdiri dua buah, kanan dan kiri. Kedua ovarium wanita terletak di sisi kanan dan kiri rongga panggul yang bersinggungan dengan rahim bagian atas.

Normalnya, ovarium bertugas untuk menghasilkan sel telur (ovum), serta hormon seks wanita (estrogen dan progesteron). Sayangnya, beberapa masalah medis pada organ penting yang satu ini kadang mau tidak mau membuatnya harus diangkat melalui prosedur operasi.

Ooforektomi adalah prosedur operasi yang bertujuan untuk mengangkat ovarium, entah hanya satu atau keduanya. Jika pengangkatan indung telur hanya satu, disebut sebagai ooforektomi unilateral. Sementara kalau keduanya diangkat, maka disebut sebagai ooforektomi bilateral.

Ooforektomi juga kadang dikenal sebagai operasi ovariektomi. Tujuan utama operasi ooforektomi adalah untuk mencegah maupun mengobati kondisi medis tertentu, seperti endometriosis dan kanker ovarium. Terkadang, operasi pengangkatan indung telur bisa dilakukan sendri.

Artinya, operasi hanya bertujuan untuk mengangkat indung telur yang bermasalah saja. Namun dalam beberapa kasus, ooforektomi bisa menjadi bagian dari histerektomi (operasi angkat rahim) dengan melibatkan beberapa organ atau jaringan di sekitarnya.

Siapa saja yang butuh operasi ooforektomi?

setelah operasi angkat rahim

Ooforektomi tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Prosedur operasi pengangkatan indung telur ini hanya dianjurkan dokter bagi beberapa orang sebagai jalan keluar untuk mengobati kondisi medis tertentu.

Beberapa kondisi yang membutuhkan operasi ooforektomi adalah sebagai berikut:

  • Abses tubo ovarium, adanya kantung berisi nanah pada tuba fallopi dan ovarium
  • Kanker ovarium
  • Endometriosis
  • Tumor atau kista ovarium jinak yang tidak menyebabkan kanker
  • Torsi ovarium (ovarium terpelintir)
  • Menurunkan risiko kehamilan ektopik (di luar kandungan)

Di samping itu, ooforektomi juga bermanfaat untuk menurunkan risiko kanker ovarium dan payudara pada wanita yang berisiko tinggi. Dalam hal ini, operasi pengangkatan indung telur nantinya dapat mengurangi produksi hormon estrogen yang diduga memicu pertumbuhan kanker tersebut.

Perlu diperhatikan, ooforektomi yang ditujukan untuk menurunkan risiko kanker ovarium umumnya dilakukan bersamaan dengan pengangkatan tuba fallopi terdekat (salpingectomy). Jika digabung seperti ini, jenis operasi pengangkatan indung telur ini bernama salpingo ooforektomi.

Bukan hanya itu. Ooforektomi adalah salah satu pengobatan yang bisa dilakukan pada wanita dengan gen BRCA 1 dan BRCA 2. Pasalnya, kedua gen tersebut dapat merangsang pertumbuhan sel-sel kanker tertentu di dalam tubuh.

Prosedur pengangkatan indung telur yang bertujuan untuk menurunkan risiko penyakit tertentu di kemudian hari adalah ooforektomi elektif atau profilaksis.

Adakah risiko yang mungkin terjadi dari ooforektomi?

cara mengatasi cemas dan takut sebelum operasi

Ooforektomi sebenarnya adalah prosedur operasi yang relatif aman. Akan tetapi, setiap prosedur medis tidak luput dari risiko dan komplikasi di baliknya. Itu sebabnya, selalu diskusikan sebelum melakukan prosedur medis apa pun, termasuk ooforektomi, dengan dokter Anda.

Risiko ooforektomi biasanya meliputi:

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Masalah pada organ di sekitar ovarium
  • Tumor pecah, sehingga berisiko menyebarkan sel-sel yang berpotensi mengakibatkan kanker
  • Kesulitan untuk hamil, khususnya bila kedua ovarium diangkat

Selain itu, jika saat melakukan operasi ooforektomi ini Anda belum mengalami menopause, kemungkinan terjadinya menopause biasanya menjadi lebih cepat. Ini karena ketika satu atau kedua ovarium di angkat, otomatis akan terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh.

Jika Anda mengalami keluhan setelah menjalani operasi pengangkatan indung telur, jangan tunda untuk segera mengonsultasikannya pada dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Oophorectomy (Ovary Removal Surgery). https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/oophorectomy/about/pac-20385030 Diakses pada 15 Mei 2019.

Oophorectomy: Everything You Need to Know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320555.php Diakses pada 15 Mei 2019.

Oophorectomy. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/17800-oophorectomy Diakses pada 15 Mei 2019.

Oophorectomy: Should My Ovaries Stay or Go? https://www.verywellhealth.com/side-effects-and-risks-of-oophorectomy-3157255 Diakses pada 15 Mei 2019.

Oophorectomy: What to Expect. https://www.healthline.com/health/womens-health/oophorectomy Diakses pada 15 Mei 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 31/05/2019
x