Mengulas Seputar Ooforektomi, Prosedur Operasi Pengangkatan Indung Telur (Ovarium) Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selain operasi angkat rahim (histerektomi), pernahkah Anda mendengar mengenai operasi pengangkatan indung telur (ooforektomi)? Ooforektomi adalah sebuah prosedur operasi yang bertujuan untuk mencegah atau bahkan mengobati kondisi medis tertentu. Supaya tidak salah kaprah, mari simak informasi lengkap seputar ooforektomi.

Ooforektomi, prosedur angkat ovum wanita

histerektomi angkat rahim

Indung telur atau yang lebih akrab dikenal sebagai ovarium, merupakan organ kewanitaan yang terdiri dua buah, kanan dan kiri. Kedua ovarium wanita terletak di sisi kanan dan kiri rongga panggul yang bersinggungan dengan rahim bagian atas.

Normalnya, ovarium bertugas untuk menghasilkan sel telur (ovum), serta hormon seks wanita (estrogen dan progesteron). Sayangnya, beberapa masalah medis pada organ penting yang satu ini kadang mau tidak mau membuatnya harus diangkat melalui prosedur operasi.

Ooforektomi adalah prosedur operasi yang bertujuan untuk mengangkat ovarium, entah hanya satu atau keduanya. Jika pengangkatan indung telur hanya satu, disebut sebagai ooforektomi unilateral. Sementara kalau keduanya diangkat, maka disebut sebagai ooforektomi bilateral.

Ooforektomi juga kadang dikenal sebagai operasi ovariektomi. Tujuan utama operasi ooforektomi adalah untuk mencegah maupun mengobati kondisi medis tertentu, seperti endometriosis dan kanker ovarium. Terkadang, operasi pengangkatan indung telur bisa dilakukan sendri.

Artinya, operasi hanya bertujuan untuk mengangkat indung telur yang bermasalah saja. Namun dalam beberapa kasus, ooforektomi bisa menjadi bagian dari histerektomi (operasi angkat rahim) dengan melibatkan beberapa organ atau jaringan di sekitarnya.

Siapa saja yang butuh operasi ooforektomi?

setelah operasi angkat rahim

Ooforektomi tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Prosedur operasi pengangkatan indung telur ini hanya dianjurkan dokter bagi beberapa orang sebagai jalan keluar untuk mengobati kondisi medis tertentu.

Beberapa kondisi yang membutuhkan operasi ooforektomi adalah sebagai berikut:

  • Abses tubo ovarium, adanya kantung berisi nanah pada tuba fallopi dan ovarium
  • Kanker ovarium
  • Endometriosis
  • Tumor atau kista ovarium jinak yang tidak menyebabkan kanker
  • Torsi ovarium (ovarium terpelintir)
  • Menurunkan risiko kehamilan ektopik (di luar kandungan)

Di samping itu, ooforektomi juga bermanfaat untuk menurunkan risiko kanker ovarium dan payudara pada wanita yang berisiko tinggi. Dalam hal ini, operasi pengangkatan indung telur nantinya dapat mengurangi produksi hormon estrogen yang diduga memicu pertumbuhan kanker tersebut.

Perlu diperhatikan, ooforektomi yang ditujukan untuk menurunkan risiko kanker ovarium umumnya dilakukan bersamaan dengan pengangkatan tuba fallopi terdekat (salpingectomy). Jika digabung seperti ini, jenis operasi pengangkatan indung telur ini bernama salpingo ooforektomi.

Bukan hanya itu. Ooforektomi adalah salah satu pengobatan yang bisa dilakukan pada wanita dengan gen BRCA 1 dan BRCA 2. Pasalnya, kedua gen tersebut dapat merangsang pertumbuhan sel-sel kanker tertentu di dalam tubuh.

Prosedur pengangkatan indung telur yang bertujuan untuk menurunkan risiko penyakit tertentu di kemudian hari adalah ooforektomi elektif atau profilaksis.

Adakah risiko yang mungkin terjadi dari ooforektomi?

cara mengatasi cemas dan takut sebelum operasi

Ooforektomi sebenarnya adalah prosedur operasi yang relatif aman. Akan tetapi, setiap prosedur medis tidak luput dari risiko dan komplikasi di baliknya. Itu sebabnya, selalu diskusikan sebelum melakukan prosedur medis apa pun, termasuk ooforektomi, dengan dokter Anda.

Risiko ooforektomi biasanya meliputi:

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Masalah pada organ di sekitar ovarium
  • Tumor pecah, sehingga berisiko menyebarkan sel-sel yang berpotensi mengakibatkan kanker
  • Kesulitan untuk hamil, khususnya bila kedua ovarium diangkat

Selain itu, jika saat melakukan operasi ooforektomi ini Anda belum mengalami menopause, kemungkinan terjadinya menopause biasanya menjadi lebih cepat. Ini karena ketika satu atau kedua ovarium di angkat, otomatis akan terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh.

Jika Anda mengalami keluhan setelah menjalani operasi pengangkatan indung telur, jangan tunda untuk segera mengonsultasikannya pada dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Anak dengan Kanker Ovarium Akan Sulit Memiliki Keturunan?

Kanker ovarium biasanya diderita oleh wanita usia subur. Lantas, mungkinkah ada risiko kanker ovarium pada anak perempuan? Cari tahu selengkapnya disini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 10 April 2018 . Waktu baca 5 menit

Apakah Anda Makanan Tertentu yang Bisa Menyebabkan Kista Ovarium?

Kista ovarium dapat terjadi pada setiap wanita. Ada yang bilang ini disebabkan oleh makanan tertentu. Tapi, apa benar makanan dapat menyebabkan kista?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 7 Mei 2017 . Waktu baca 4 menit

4 Penyakit yang Bikin Anda Susah Hamil

Memiliki buah hati adalah hal yang sangat dinanti oleh setiap pasangan. Namun, jika Anda susah hamil, mungkin Anda sedang menderita penyakit ini.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 26 Januari 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perbedaan kanker ovarium dan kista ovarium

Kenali Perbedaan Kista Ovarium dengan Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 26 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
sistem reproduksi manusia

Mengulik Fungsi dan Organ Penting Dalam Sistem Reproduksi Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2019 . Waktu baca 7 menit
ovaritis radang ovarium

Ovaritis (Radang Ovarium)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2018 . Waktu baca 6 menit