home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat Asparagus Bagi Kesehatan, Termasuk untuk Ibu Hamil dan Janin

5 Manfaat Asparagus Bagi Kesehatan, Termasuk untuk Ibu Hamil dan Janin

Bosan dengan sayur yang itu-itu saja? Sudah saatnya, Anda mencoba asparagus sebagai menu makan harian. Sayuran hijau yang mirip bambu kecil ini bisa Anda temukan di pasar swalayan. Selain enak, asparagus ternyata kaya kandungan nutrisi yang dipercaya memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk untuk ibu hamil dan janin. Jadi, apa saja manfaatnya?

Kandungan gizi asparagus

sayur asparagus

Asparagus yang memiliki nama ilmiah Asparagus officinalis memang cukup asing bagi sebagian besar orang karena agak sulit Anda temukan di pasar. Namun jangan khawatir, Anda bisa menemukan asparagus di pasar swalayan dan menjadikannya sebagai salah satu menu andalan untuk makan bersama keluarga.

Kandungan nutrisi asparagus sangat beragam dan tentunya memberi manfaat pada kesehatan. Dalam 100 gram asparagus mentah, terdapat beragam nutrisi, yaitu:

  • Protein: 2,2 gram.
  • Lemak: 0,1 gram.
  • Natrium: 2 mg.
  • Karbohidrat: 3,9 gram.
  • Serat: 2,1 gram.
  • Kalsium: 24 mg.
  • Zat besi: 2,14 mg.
  • Kalium: 202 mg.
  • Folat: 52 mcg.
  • Kolin: 16 mg.
  • Vitamin K: 416 mcg.
  • Kalium: 202 mg.
  • Niasin (vitamin B3): 0,978 mcg.

Manfaat asparagus untuk kesehatan

resep sayur asparagus

Berdasarkan kandungan nutrisinya, penelitian menunjukkan beberapa manfaat dari asparagus pada kesehatan tubuh, termasuk:

1. Mampu menurunkan tekanan darah

Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan salah satu faktor risiko utama dari penyakit jantung dan stroke. Cara mencegah kondisi ini adalah dengan memperbanyak makan makanan sumber kalium, sembari mengurangi asupan garam merupakan cara yang efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Di sinilah manfaat asparagus lainnya berperan, karena asparagus merupakan sumber kalium yang baik untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi, dengan cara mengoptimalkan kerja pembuluh darah serta mengeluarkan kelebihan garam melalui urin.

Pernyataan ini juga diperkuat oleh penelitian yang dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, yang melakukan penelitian pada dua kelompok tikus. Kelompok tikus yang pertama diberi makan asparagus, sementara kelompok tikus lainnya tidak.

Hasilnya menunjukkan bahwa setelah 10 minggu kemudian, tikus yang mendapat asupan asparagus memiliki tekanan darah 17 persen lebih rendah dibandingkan tikus yang tidak mendapat asupan asparagus.

Para peneliti memperkirakan ini terjadi karena kandungan senyawa aktif dalam asparagus yang dapat memperbesar pembuluh darah sehingga tekanan darah tinggi berangsur-angsur menurun.

2. Menyehatkan sistem pencernaan

Sistem pencernaan manusia membutuhkan asupan serat yang cukup agar kerjanya senantiasa optimal. Nah, Anda bisa dengan mudah mendapat asupan serat hanya dengan makan setengah cangkir asparagus seberat 1,8 gram.

Kandungan serat tidak larut yang tinggi pada asparagus bermanfaat untuk memperlancar gerakan usus sehingga bisa Anda konsumsi untuk mengobati sembelit.

Sementara kandungan serat larutnya bisa menjadi makanan untuk bakteri baik dalam usus, yakni Bifidobacteria dan Lactobacillus. Itu sebabnya, menambahkan asparagus ke dalam menu makanan sehari-hari, merupakan cara terbaik guna membantu memenuhi kebutuhan serat dan menjaga kesehatan sistem pencernaan Anda.

3. Membantu menurunkan berat badan

Sedang menentukan makanan apa yang baik untuk menurunkan berat badan Anda? Salah satu pilihan terbaik yang bisa Anda coba yakni dengan makan asparagus. Pasalnya, asparagus mengandung kalori dalam jumlah yang rendah.

Selain itu, kandungan serat pada asparagus tidak hanya bermanfaat untuk menjaga sistem pencernaan, tapi juga berefek terhadap penurunan berat badan. Serat membantu Anda kenyang lebih lama sehingga bisa menekan keinginan untuk ngemil atau mengonsumsi makanan tidak sehat.

4. Mencegah stres oksidatif

Faktanya, asparagus memiliki kandungan antioksidan dalam jumlah yang tinggi, seperti vitamin E, vitamin C, glutathione, serta berbagai flavonoid dan polifenol. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari efek bahaya radikal bebas dan stres oksidatif.

Stres oksidatif sendiri terkait dengan penuaan, peradangan sel yang kronis, serta kanker. Jika Anda ingin mendapatkan produksi antioksidan yang optimal, sebaiknya makan asparagus bersama dengan sayur dan buah lainnya demi mengoptimalkan jumlah antioksidan dalam tubuh.

5. Menjaga kesehatan ibu hamil dan janin

Manfaat asparagus lainnya yang tidak kalah penting adalah untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan. Asparagus kaya akan kandungan vitamin B9 atau asam folat yang bermanfaat bagi ibu hamil dan bayi, terutama pada trimester awal kehamilan.

Asupan folat yang memadai pada masa ini, akan membantu mengoptimalkan pembentukan sel darah merah dan DNA. Selain itu, folat juga berperan penting untuk melindungi buah hati Anda dari cacat tabung saraf (spina bifida) yang bisa dengan mudah mengakibatkan berbagai komplikasi kemudian hari.

Asparagus digadang-gadang sebagai sayur yang tinggi kandungan vitamin K, yang berperan aktif dalam pembekuan darah sekaligus menjaga kesehatan tulang. Bahkan, karena kandungan folatnya yang tinggi maka asparagus merupakan salah satu jenis makanan rekomendasi oleh ibu hamil, guna membantu pembentukan sel-sel dan DNA calon bayi.

Tips sehat mengonsumsi asparagus

Sangat bermanfaat, bukan, makan asparagus? Ya, jika Anda ingin mendapatkan khasiat asparagus, cobalah untuk menambahkan sayuran ini pada menu makan harian. Anda banyak resep makanan dari asparagus yang bisa Anda coba, contoh asparagus tumis.

Meski banyak manfaatnya, Anda tidak boleh mengonsumsi sayuran ini secara berlebihan. Kombinasikan dengan sumber nutrisi dari makanan lain agar kebutuhan gizi Anda tercukupi dengan baik. Sebelum mengolah asparagus, cuci sayuran ini lebih dahulu dengan air mengalir. Tujuannya, untuk membersihkan sisa kotoran yang mungkin menempel pada asparagus.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sanae, M., & Yasuo, A. (2013). Green asparagus (Asparagus officinalis) prevented hypertension by an inhibitory effect on angiotensin-converting enzyme activity in the kidney of spontaneously hypertensive rats. Journal of agricultural and food chemistry61(23), 5520–5525. https://doi.org/10.1021/jf3041066 [Accessed on February 26th, 2021]

Slavin J. (2013). Fiber and prebiotics: mechanisms and health benefitsNutrients5(4), 1417–1435. https://doi.org/10.3390/nu5041417 [Accessed on February 26th, 2021]

Slide show: Add antioxidants to your diet. (2019, November 23). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/multimedia/antioxidants/sls-20076428 [Accessed on February 26th, 2021]

Pregnancy diet: Focus on these essential nutrients. (2019, December 19). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-nutrition/art-20045082 [Accessed on February 26th, 2021]

Folic acid. (2020, May 8). Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/ncbddd/folicacid/about.html [Accessed on February 26th, 2021]

Folate for pregnant women. (2015). https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/folate-for-pregnant-women [Accessed on February 26th, 2021]

McDonough, A. A., Veiras, L. C., Guevara, C. A., & Ralph, D. L. (2017). Cardiovascular benefits associated with higher dietary K+ vs. lower dietary Na+: evidence from population and mechanistic studiesAmerican journal of physiology. Endocrinology and metabolism312(4), E348–E356. https://doi.org/10.1152/ajpendo.00453.2016 [Accessed on February 26th, 2021]

Shahrook, S., Ota, E., Hanada, N., Sawada, K., & Mori, R. (2018). Vitamin K supplementation during pregnancy for improving outcomes: a systematic review and meta-analysis. Scientific reports8(1), 11459. https://doi.org/10.1038/s41598-018-29616-y [Accessed on February 26th, 2021]

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 29/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x