Perhatikan, Ini 8 Tandanya Jika Tubuh Kekurangan Protein

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tanpa melakukan pemeriksaan, Anda bisa mengetahui bahwa tubuh kekurangan protein atau tidak. Ini karena secara alami tubuh merespons hal tersebut dan memberikan tanda kepada Anda. Apa saja tanda-tanda tubuh bila kekurangan protein? Simak ulasannya sebagai berikut.

Sekilas mengenai protein

Setiap sel, jaringan, dan organ di tubuh Anda membutuhkan protein. Protein ada yang secara alami dihasilkan oleh tubuh, ada pula yang didapat dari makanan. Protein yang didapat dari makanan diubah menjadi asam amino esensial yang berguna untuk memperbaiki dan memberi energi pada tubuh.

Selain itu, protein juga membantu membangun otot, menghasilkan sel baru sehingga mempercepat penyembuhan luka, mengatur hormon dan enzim, serta meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Tanda-tanda ketika tubuh kekurangan protein

1. Mudah lapar

Kurangnya protein dalam tubuh menyebabkan Anda mudah lapar. Mengapa demikian? Protein menjaga kadar glukosa (gula) tetap stabil. Jadi, bila jumlah protein tidak tercukupi, otomatis tingkat glukosa menjadi tidak stabil. Hal ini akan mendorong Anda untuk terus makan seolah-olah tubuh belum mendapatkan sumber energi yang cukup.

2. Penurunan fungsi otak

Selain mudah lapar, kurangnya protein yang menyebabkan tingkat gula dalam darah terus berfluktuasi (naik-turun) akan berakibat pada otak Anda. Otak menjadi sulit untuk fokus, sulit berpikir, dan Anda bisa jadi linglung.

Hal ini terjadi karena protein yang seharusnya membantu melepaskan karbohidrat untuk energi dan menggerakan otak menjadi tidak tersalurkan dengan baik karena jumlahnya yang tidak tercukupi.

3. Otot menjadi lemah

Protein berfungsi untuk mendukung pertumbuhan dan kekuatan otot. Bila tubuh kekurangan protein, wajar otot menjadi lemah. Otot yang kekurangan protein akan terus menyusut dari waktu ke waktu. Tidak hanya itu, Anda juga bisa merasakan nyeri dan kram akibat hal ini.

4. Terjadi edema

Edema adalah penumpukan cairan di jaringan dan rongga tubuh sehingga terjadi pembengkakan. Hal ini terjadi karena protein yang seharusnya membantu mengatur dan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh tidak tersedia. Pembengkakan ini sering terjadi di perut, tangan, pergelangan kaki, dan kaki.

5. Mudah sakit dan lama sembuh dari luka

Dilansir dari Women’s Health, Blantner mengatakan, “Protein dibutuhkan untuk membangun semua senyawa dalam sistem kekebalan tubuh”. Oleh karena itu, bila jumlah protein dalam tubuh tidak tercukupi, maka tubuh menjadi menjadi lemah untuk melawan zat asing dan rentan dengan virus atau bakteri. Contohnya adalah mudah terserang flu.

Kurangnya protein juga akan menurunkan jumlah sel darah putih baru. Saat terjadi luka tubuh membutuhkan protein untuk menyembuhkan dan membangun kembali sel yang rusak, jaringan, dan kulit baru. Kurangnya protein akan membuat luka lebih lama untuk sembuh.

6. Terjadi perubahan pada kulit dan kuku

Kurangnya protein pada tubuh Anda membuat kulit menjadi lebih sensitif bila terkena sinar matari. Kulit akan pecah-pecah, terkelupas, kering, muncul ruam, dan mudah terbakar bila terkena sinar matahari. Selain itu, kurang protein dapat menyebabkan bintik cokelat pada kuku.

7. Rambut mudah rontok

Dilansir dari Live Strong, rambut mengandung 90 persen protein. Bila rambut kekurangan proten, maka rambut akan rapuh dan mudah rontok. Selain itu, rambut juga akan menjadi lebih kering dan berubah warna dan menjadi lebih tipis ukuran batang rambutnya.

8. Gangguan pencernaan

Selain merasa lemah, lesu, dan lelah, kurangnya protein dalam tubuh dapat membuat Anda mengalami sakit kepala, mual, diare, sakit perut, bahkan pingsan atau kehilangan kesadaran. Hal ini terjadi karena protein membantu mengangkut dan melepaskan nutrisi ke seluruh tubuh.

Bila jumlah protein tidak tercukupi, maka akan mengganggu homeostatsis, yaitu konsentrasi zat dalam tubuh. Selain itu, hal ini juga bisa menghilangkan nafsu makan, menyebabkan insomnia, dan mengganggu keseimbangan suhu tubuh.

Namun, perlu diketahui bahwa tanda-tanda di atas juga bisa muncul selain rendahnya protein dalam tubuh. Ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan tanda-tanda tersebut muncul sebagai suatu gejala. Jadi untuk memastikannya, langkah terbaik yang sebaiknya Anda lakukan adalah konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit