home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perhatikan, Ini 8 Tandanya Jika Tubuh Kekurangan Protein

Perhatikan, Ini 8 Tandanya Jika Tubuh Kekurangan Protein

Tanpa melakukan pemeriksaan, Anda bisa mengetahui bahwa tubuh kekurangan protein atau tidak. Ini karena secara alami tubuh merespons hal tersebut dan memberikan tanda kepada Anda. Apa saja tanda-tanda tubuh bila kekurangan protein? Simak ulasannya sebagai berikut.

Sekilas mengenai protein

Setiap sel, jaringan, dan organ di tubuh Anda membutuhkan protein. Protein ada yang secara alami dihasilkan oleh tubuh, ada pula yang didapat dari makanan. Protein yang didapat dari makanan diubah menjadi asam amino esensial yang berguna untuk memperbaiki dan memberi energi pada tubuh.

Selain itu, protein juga membantu membangun otot, menghasilkan sel baru sehingga mempercepat penyembuhan luka, mengatur hormon dan enzim, serta meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Tanda-tanda ketika tubuh kekurangan protein

1. Mudah lapar

Kurangnya protein dalam tubuh menyebabkan Anda mudah lapar. Mengapa demikian? Protein menjaga kadar glukosa (gula) tetap stabil. Jadi, bila jumlah protein tidak tercukupi, otomatis tingkat glukosa menjadi tidak stabil. Hal ini akan mendorong Anda untuk terus makan seolah-olah tubuh belum mendapatkan sumber energi yang cukup.

2. Penurunan fungsi otak

Selain mudah lapar, kurangnya protein yang menyebabkan tingkat gula dalam darah terus berfluktuasi (naik-turun) akan berakibat pada otak Anda. Otak menjadi sulit untuk fokus, sulit berpikir, dan Anda bisa jadi linglung.

Hal ini terjadi karena protein yang seharusnya membantu melepaskan karbohidrat untuk energi dan menggerakan otak menjadi tidak tersalurkan dengan baik karena jumlahnya yang tidak tercukupi.

3. Otot menjadi lemah

Protein berfungsi untuk mendukung pertumbuhan dan kekuatan otot. Bila tubuh kekurangan protein, wajar otot menjadi lemah. Otot yang kekurangan protein akan terus menyusut dari waktu ke waktu. Tidak hanya itu, Anda juga bisa merasakan nyeri dan kram akibat hal ini.

4. Terjadi edema

Edema adalah penumpukan cairan di jaringan dan rongga tubuh sehingga terjadi pembengkakan. Hal ini terjadi karena protein yang seharusnya membantu mengatur dan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh tidak tersedia. Pembengkakan ini sering terjadi di perut, tangan, pergelangan kaki, dan kaki.

5. Mudah sakit dan lama sembuh dari luka

Dilansir dari Women’s Health, Blantner mengatakan, “Protein dibutuhkan untuk membangun semua senyawa dalam sistem kekebalan tubuh”. Oleh karena itu, bila jumlah protein dalam tubuh tidak tercukupi, maka tubuh menjadi menjadi lemah untuk melawan zat asing dan rentan dengan virus atau bakteri. Contohnya adalah mudah terserang flu.

Kurangnya protein juga akan menurunkan jumlahsel darah putih baru. Saat terjadi luka tubuh membutuhkan protein untuk menyembuhkan dan membangun kembali sel yang rusak, jaringan, dan kulit baru. Kurangnya protein akan membuat luka lebih lama untuk sembuh.

6. Terjadi perubahan pada kulit dan kuku

Kurangnya protein pada tubuh Anda membuat kulit menjadi lebih sensitif bila terkena sinar matari. Kulit akan pecah-pecah, terkelupas, kering, muncul ruam, dan mudah terbakar bila terkena sinar matahari. Selain itu, kurang protein dapat menyebabkan bintik cokelat pada kuku.

7. Rambut mudah rontok

Dilansir dari Live Strong, rambut mengandung 90 persen protein. Bila rambut kekurangan proten, maka rambut akan rapuh dan mudah rontok. Selain itu, rambut juga akan menjadi lebih kering dan berubah warna dan menjadi lebih tipis ukuran batang rambutnya.

8. Gangguan pencernaan

Selain merasa lemah, lesu, dan lelah, kurangnya protein dalam tubuh dapat membuat Anda mengalami sakit kepala, mual, diare, sakit perut, bahkan pingsan atau kehilangan kesadaran. Hal ini terjadi karena protein membantu mengangkut dan melepaskan nutrisi ke seluruh tubuh.

Bila jumlah protein tidak tercukupi, maka akan mengganggu homeostatsis, yaitu konsentrasi zat dalam tubuh. Selain itu, hal ini juga bisa menghilangkan nafsu makan, menyebabkan insomnia, dan mengganggu keseimbangan suhu tubuh.

Namun, perlu diketahui bahwa tanda-tanda di atas juga bisa muncul selain rendahnya protein dalam tubuh. Ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan tanda-tanda tersebut muncul sebagai suatu gejala. Jadi untuk memastikannya, langkah terbaik yang sebaiknya Anda lakukan adalah konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Signs You Should Be Eating More Protein. https://www.womenshealthmag.com/food/protein-deficiency-signs. Diakses pada 15 Desember 2017.

7 Surprising Signs You’re Not Getting Enough Protein. https://www.mindbodygreen.com/0-24225/7-surprising-signs-youre-not-getting-enough-protein.html. Diakses pada 15 Desember 2017.

7 Sign of Low Protein Intake. https://www.livestrong.com/article/427967-signs-of-low-protein-intake/. Diakses pada 15 Desember 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 25/12/2017
x