backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Mengenal Kekurangan Kalsium dan Dampaknya bagi Tubuh

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 07/09/2023

Mengenal Kekurangan Kalsium dan Dampaknya bagi Tubuh

Kalsium berfungsi untuk menjaga kekuatan tulang dan otot, serta menggerakkan sistem saraf dalam membawa pesan antara otak dan setiap bagian tubuh. Lantas, bagaimana jadinya bila seseorang mengalami kekurangan kalsium?

Dampak kekurangan mineral kalsium

gejala osteoporosis dini

Dalam dunia kedokteran, kekurangan kalsium disebut dengan nama hypocalcemia. Seseorang dapat dikatakan mengalami kondisi ini bila kadar kalsium dalam tubuhnya kurang dari 8,8 mg/dl.

Kurangnya asupan jenis mineral ini dalam jangka pendek sebenarnya tidak akan menunjukkan gejala atau dampak yang berarti. Sebab, tubuh dapat mempertahankan kadar kalsium dalam darah dengan mengambilnya dari tulang.

Namun, bila terus dibiarkan, kekurangan kalsium bisa menimbulkan berbagai penyakit yang berbahaya. Di bawah ini penjelasannya.

1. Rentan terkena osteopenia

Osteopenia merupakan kondisi pengeroposan tulang yang terjadi sebelum seseorang memasuki osteoporosis. Pada kondisi ini, kepadatan tulang pasien sedikit lebih rendah dari batas normal, tetapi belum bisa dianggap sebagai osteoporosis.

Selain karena kekurangan kalsium, osteopenia juga bisa disebabkan oleh penuaan.

2. Kelelahan ekstrem

Kadar kalsium rendah juga dapat menyebabkan kelelahan luar biasa. Dampaknya, Anda menjadi kekurangan energi atau merasa lesu sepanjang hari.

Selain itu, kurang kalsium juga bisa menyebabkan pusing disertai dengan fokus yang berkurang serta kebingungan.

3. Muncul masalah pada kulit dan kuku

Perlu diketahui, kalsium berfungsi sebagai penutrisi kulit dan kuku. Bantalan kuku manusia sebagian terbuat dari timbunan kalsium. Oleh karena itu, tubuh membutuhkan asupan kalsium yang cukup agar bantalan kuku terus sehat.

Bila tubuh kekurangan mineral satu ini, akan muncul beberapa gejala pada kulit seperti kulit kering, dermatitis atopik (eksim), atau pada kuku seperti kuku kering, patah, hingga rapuh.

4. Sindrom pre-menstruasi yang lebih parah

Ternyata, kekurangan kadar kalsium juga dapat membuat gejala sindrom premenstruasi Anda memburuk. Orang dengan hypocalcemia punya kekurangan dalam produksi serotonin dan metabolisme triptofan sebagai pengatur suasana hati.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2017 menunjukkan dampak pemberian suplemen kalsium berdosis 500 miligram setiap hari selama dua minggu kepada orang-orang yang sedang mengalami PMS mengalami perbaikan gejalanya.

5. Rentan mengalami sakit gigi

Setiap harinya, tulang dan gigi melepaskan kalsium melalui sel kulit, keringat, atau kotoran. Bila kalsium terus dilepaskan tanpa adanya asupan kalsium yang cukup, maka hal ini bisa berpengaruh terhadap kesehatan gigi Anda.

Perlu diingat bahwa tubuh tidak bisa memproduksi kalsium sendiri sehingga bila kekurangan kalsium akan menimbulkan masalah seperti gigi keropos, berlubang, iritasi gusi, atau pelemahan pada akar gigi.

Komplikasi lain yang dapat terjadi bila Anda kekurangan kalsium

Ketika kekurangan kalsium terus terjadi dan dibiarkan dalam jangka panjang, maka bisa saja timbul masalah lain yang lebih serius seperti:

  • osteoporosis,
  • penyakit jantung kongestif,
  • aritmia,
  • demensia,
  • katarak,
  • tekanan darah tinggi,
  • preeklampsia, serta
  • batu ginjal atau penumpukan kalsium dalam tubuh.

Hal yang harus dilakukan agar terhindar dari kekurangan kalsium

manfaat kalsium
Sumber: Dr. Pradnya’s Perfect Smile Dental Clinic

Bila Anda tak ingin berbagai masalah di atas terjadi pada Anda, penuhilah asupan kalsium Anda setiap harinya. Setiap orang memiliki angka kebutuhan yang berbeda, tapi pada umumnya hal ini bergantung pada jenis kelamin dan usia.

Berdasarkan peraturan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di bawah ini kebutuhan kalsium per harinya.

  • Bayi 0 – 5 bulan: 200 miligram
  • Bayi 6 – 11 bulan: 270 miligram
  • Anak-anak 1 – 3 tahun: 650 miligram
  • Anak-anak 4 – 9 tahun: 1.000 miligram
  • Laki-laki 10 – 18 tahun: 1.200 miligram
  • Laki-laki 19 – 49 tahun: 1.000 miligram
  • Perempuan 10 – 18 tahun: 1.200 miligram
  • Perempuan 19 – 49 tahun: 1.000 miligram
  • 50 tahun ke atas: 1.200 miligram

Penuhi asupan kalsium dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium, seperti produk susu, sayur-sayuran hijau, ikan dengan tulang lunak, produk kedelai, sereal, hingga jus buah.

Anda bisa saja mengonsumsi suplemen kalsium bila khawatir akan kekurangan asupan kalsium atau sedang menjalani diet vegan. Meski begitu, penggunaannya tetap harus dilakukan dengan saran dari dokter untuk memastikan keamanannya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 07/09/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan