Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Biotin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tubuh memerlukan berbagai jenis vitamin untuk mengendalikan metabolisme, termasuk vitamin B7. Vitamin B7 atau yang sering disebut dengan biotin adalah vitamin yang berfungsi membantu metabolisme karbohidrat dan lemak jadi energi, mengatur kolesterol di dalam tubuh dan gula darah, dan juga pembentukan keratin agar kondisi kuku, rambut, dan kulit tetap terjaga. Nah, tahukah Anda apa jadinya jika tubuh kekurangan biotin? Simak di bawah ini ulasannya.

Seberapa umum orang mengalami kekurangan biotin?

Kekurangan biotin sebenarnya jarang terjadi. Ketika orang sudah makan dengan makanan bernutrisi lengkap, biasanya biotin sudah tercukupi dengan sendirinya. Sebab, banyak makanan di sekitar yang mengandung jumlah vitamin B yang besar. Namun bukan berarti tidak ada juga orang yang mengalami kekurangan biotin ini.

Apa saja gejala muncul saat kekurangan biotin?

  • Kulit memerah, khususnya kulit muka
  • Kulit yang kering dan bersisik
  • Mata kering
  • Rambut rapuh dan rontok
  • Sulit tidur atau insomnia
  • Kehilangan selera makan
  • Mual
  • Depresi
  • Mengalami sensasi terbakar atau menusuk di tangan dan kaki
  • Nyeri otot
  • Sering sakit perut
  • Kulit bibir di sudut mulut pecah-pecah
  • Kejang
  • Kesulitan berjalan

Apa dampak yang akan terjadi jika tubuh kekurangan biotin?

Dampak yang ditimbulkan kekurangan biotin bisa bermacam-macam, tergantung juga dengan gejala-gejalanya yang muncul. Sebagian besar dampak dari kekurangan biotin adalah timbulnya masalah pada kulit dan rambut, masalah yang berkaitan dengan otak dan saraf, dan juga saluran pencernaan khususnya pada usus.

Dilansir dalam Medscape, alopecia totalis bisa berkembang dari kondisi kekurangan biotin ini. Alopecia adalah kondisi terjadinya kebotakan di kulit kepala. Kondisi ini dimulai dari rambut yang semakin cepat jadi rapuh dan rontok.

Dari gejala kulit kepala yang kering dan bersisik, ditemukan juga bahwa bayi yang kekurangan biotin sering mengalami cradle cap (kerak di kepala).

Pada usia anak-anak, kekurangan biotin beirisiko semakin tinggi mengalami kehilangan pendengaran yang keparahannya berbeda-beda, dari tingkat ringan hingga parah. Dalam Jurnal Pediatr Otorhinolaryngol menyatakan bahwa 55% anak yang mengalami kekurangan biotin berkembang mengalami penurunan pendengaran.

Selain itu, gejala kejang karena kekurangan biotin bisa berdampak pada terjadinya ensefalopati, yakni kerusakan pada jaringan di otak.

Siapa yang berisiko mengalami kekurangan biotin?

Wanita hamil

Biotin sangat penting untuk wanita hamil. Tanpa biotin, bayi dapat dilahirkan dengan kecacatan. Dokter akan menganjurkan wanita hamil untuk mengonsumsi makanan yang tinggi biotin untuk pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan.

Orang yang menggunakan obat

Antibiotik termasuk jenis obat yang bisa menghancurkan bakteri baik di dalam usus. Pada dasarnya, vitamin ini bisa diperoleh dari makanan dan bakteri baik di dalam usus. Jika bakteri baik atau flora di dalam usus ini hancur maka bakteri tidak bisa membantu menyediakan biotin untuk tubuh. Risiko untuk mengalami kekurangan biotin pun lebih besar.

Orang yang mengalami defisiensi biotinidase

Orang yang mengalami defisiensi biotinidase ini yang paling umum mengalami kekurangan biotin dibandingkan ibu hamil maupun orang yang mengonsumsi obat-obatan. Ini merupakan kondisi genetik yang langka.

Kondisi ini membuat tubuh tidak dapat menggunakan biotin. Sehingga, orang yang mengalami kelainan ini selalu kekurangan biotin.

Hal ini disebabkan oleh terjadinya mutasi gen. Gen yang mendikte tubuh untuk membuat enzim biotinidase agar bisa mengolah biotin yang masuk dari makanan.

Bagaimana penanganan untuk orang dengan kekurangan biotin?

Penanganan yang dilakukan ketika mengalami kekurangan biotin dilakukan dengan pemberian makanan kaya biotin, dan juga pemberian suplemen.

Makanan

Tubuh orang dewasa membutuhkan sekitar 30 mikrogram (mcg) per hari, anak-anak membutuhkan 5 mcg per hari, dan ibu hamil membutuhkan 35 mcg biotin per hari. Untuk mendapatkan vitamin biotin ini tidak sulit dalam makanan sebab semua bahan makanan biasanya mengandung tinggi biotin. Antara lain:

  • Kuning telur
  • Sarden
  • Kacang-kacangan terutama almond, kacang tanah, kenari, dan kedelai
  • Kembang kol
  • Pisang
  • Jamur
  • Wortel
  • Makanan laut
  • Susu, yogurt, dan keju
  • Biji bunga matahari 

Suplementasi

Selain dari makanan, ornag yang kekurangan biotin akan dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen biotin. Suplemen biotin memiliki dosis 10, 20, dan 100 mcg.

Sebelum menggunakan salah satu suplemen ini, Anda harus mengonsultasikan dahulu ke dokter. Sebab, dikhawatirkan suplemen biotin ini memiliki interaksi terhadap obat-obatan lain yang Anda konsumsi.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Folat dan Asam Folat, Apa Bedanya? Mana yang Lebih Sehat?

Meski sering disangka sama, folat dan asam folat adalah dua nutrisi yang berbeda, dan berbeda pula efeknya pada kesehatan tubuh. Apa bedanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Fakta Gizi, Nutrisi 6 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

Kalau menyangkut kesehatan kulit dan rambut, vitamin E selalu jadi idola. Padahal vitamin B untuk kecantikan tak kalah pentingnya. Untuk apa?

Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan Kulit 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Agar Tidak Keliru, Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

Ada banyak vitamin anak yang dijual di pasaran. Namun, perlukah pemberian vitamin untuk anak? Seberapa penting vitamin untuk kesehatan si kecil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Banyak produk herbal di pasaran yang mengandung bahan kimia obat dan tidak mendapat izin edar BPOM. Begini cara tahu mana obat herbal yang aman dikonsumsi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin untuk otak

Daftar Nutrisi dan Vitamin yang Bisa Bantu Menjaga Kesehatan Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
minum vitamin pagi atau malam

Lebih Baik Minum Vitamin Pagi Hari atau Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
niacinamide untuk kulit

Niacinamide untuk Kulit, Apa Manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
penyebab gusi bengkak

11 Hal yang Paling Sering Jadi Penyebab Gusi Bengkak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit