home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Tanda Kekurangan Vitamin B1 yang Kerap Diabaikan

9 Tanda Kekurangan Vitamin B1 yang Kerap Diabaikan

Beberapa kondisi kesehatan bisa menyebabkan seseorang menjadi rentan kekurangan vitamin B1 (tiamin), misalnya kecanduan alkohol, menderita diabetes atau HIV/AIDS, berusia lanjut, atau mengonsumsi obat diuretik dalam dosis tinggi.

Sayangnya, beberapa orang tidak menyadari bahwa tubuh mereka kekurangan vitamin ini. Apa saja tanda yang muncul saat tubuh Anda tidak mendapatkan cukup vitamin B1? Simak uraiannya berikut ini.

Gejala kekurangan vitamin B1

gejala awal diabetes kesemutan

Vitamin B1 termasuk jenis vitamin B kompleks yang mudah ditemukan dalam banyak makanan. Vitamin dengan nama lain tiamin ini terlibat dalam berbagai fungsi tubuh, di antaranya sistem saraf manusia, jantung, serta otot.

Zat gizi ini bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan elektrolit yang masuk dan keluar dari sel saraf dan otot. Tubuh juga memerlukannya untuk mengubah karbohidrat dari makanan menjadi energi.

Seruan untuk mencukupi kebutuhan tiamin memang tak sebanyak vitamin A atau C yang lebih banyak dikenal. Padahal, defisiensi alias kekurangan vitamin B1 dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Di bawah ini beberapa tanda yang muncul bila seseorang tidak mendapatkan cukup asupan tiamin.

1. Kurang nafsu makan

Gejala dan tanda paling awal dari seseorang yang kekurangan tiamin yaitu nafsu makan menurun. Ini karena tiamin memainkan peran penting dalam mengatur rasa lapar dan kenyang pada area otak yang disebut hipotalamus.

Jika kebutuhan tiamin tidak tercukupi, otak akan ‘bingung’ menentukan apakah Anda sedang lapar. Hal ini dapat menurunkan nafsu makan dan berat badan. Apabila dibiarkan, berat badan yang terus turun dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain.

2. Mudah lelah

Nafsu makan yang terus menurun bisa membuat tubuh kekurangan energi sehingga Anda menjadi cepat lelah. Semakin parah kekurangan vitamin B1 yang Anda alami, semakin besar pula rasa lelah yang Anda rasakan.

Patut diingat bahwa ada banyak kondisi yang bisa membuat tubuh menjadi mudah lelah. Jadi, bila Anda mengalami gejala ini tanpa sebab yang jelas, sebaiknya jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

3. Berkurangnya kemampuan refleks

Kekurangan tiamin dapat memengaruhi saraf kedua kaki dan tangan. Jika tidak segera diatasi, bisa saja terjadi kerusakan pada sistem saraf sehingga terjadi perubahan pada refleks tubuh Anda.

Penurunan refleks akibat kekurangan tiamin sering kali terjadi pada lutut, pergelangan kaki, serta lengan atas. Selain itu, gangguan fungsi refleks juga dapat memengaruhi koordinasi serta kemampuan tubuh untuk berjalan dengan baik dan benar.

4. Sering kesemutan

Ciri lain dari kekurangan vitamin B1 yaitu kesemutan yang tidak wajar, atau disebut juga dengan parestesia. Selain kesemutan, beberapa orang juga kerap mengeluhkan sensasi terbakar, tertusuk, baal, atau geli pada kaki atau tangan.

Ini merupakan ciri-ciri kekurangan tiamin pada tahap awal. Pada tahap ini, saraf perifer (saraf tepi) telah mengalami kerusakan. Anggota gerak salah mengartikan sinyal dari otak sehingga Anda malah mengalami berbagai gejala tersebut.

5. Pandangan kabur

Kekurangan asupan tiamin ternyata juga berdampak pada kesehatan mata. Kondisi ini disebabkan oleh pembengkakan pada saraf mata yang membuat pandangan menjadi kabur atau bahkan hilang sama sekali.

Pandangan kabur biasanya menandakan bahwa defisiensi tiamin sudah cukup parah. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Clinical Ophthalmology, kondisi ini dapat diatasi dengan pemberian suplemen tiamin secara rutin.

6. Denyut jantung melemah

Asupan vitamin B1 juga memengaruhi seberapa cepat denyut jantung Anda. Saat tubuh kekurangan tiamin, denyut jantung akan menjadi lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa lelah dan pusing, bahkan berpotensi mudah pingsan.

Penurunan denyut jantung juga dapat menurunkan tekanan darah dan pasokan oksigen ke jaringan tubuh. Pada beberapa orang, perubahan ini bisa mengurangi kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas sedang hingga berat.

Makanan Sehat untuk Pasien Penyakit Jantung, Plus Cara Mengolahnya

7. Sesak napas

Mengingat kekurangan vitamin B1 dapat menurunkan denyut jantung, kondisi ini juga bisa menyebabkan sesak napas. Hal ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup agar dapat berfungsi dengan normal.

Kasus defisiensi tiamin yang sangat parah bahkan dapat berujung pada gagal jantung. Jantung semakin tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, cairan menumpuk dalam paru-paru dan membuat Anda kesulitan bernapas.

8. Delirium

Banyak ahli sepakat bahwa kekurangan tiamin dapat menyebabkan delirium. Delirium yaitu kondisi yang menyebabkan kebingungan, penurunan kesadaran, dan hilangnya kemampuan untuk berpikir jernih.

Pada kasus yang parah, kekurangan tiamin juga dapat meningkatkan risiko sindrom Wernicke-Korsakoff. Kondisi yang ditandai dengan gangguan ingatan ini umumnya terjadi bila seseorang kekurangan tiamin akibat kecanduan alkohol atau berusia lanjut.

9. Mual dan muntah

Defisiensi vitamin B1 sebenarnya sangat jarang menyebabkan mual dan muntah, tapi beberapa penderita masih dapat mengalaminya. Gejala ini biasanya juga lebih banyak dialami oleh bayi yang kekurangan asupan tiamin ketimbang orang dewasa.

Para ahli belum sepenuhnya memahami mengapa penderita bisa mengalami mual dan muntah. Akan tetapi, satu hal yang dapat mereka pastikan adalah gejala ini berangsur membaik begitu pasien mendapatkan suplemen vitamin ini.

Fungsi vitamin B1 sangat besar bagi tubuh. Kasus defisiensi cukup langka karena makanan mengandung vitamin B1 sudah bisa mencukupi kebutuhan Anda. Namun, saat tubuh mengalami kondisi ini, fungsi saraf, otak, hingga pencernaan bisa terganggu.

Sebagian besar gejala defisiensi tiamin memang umum dan bisa menyerupai masalah kesehatan lain. Maka dari itu, bila Anda merasa mengalami tanda-tandanya seperti di atas, segeralah konsultasi kepada dokter untuk tahu penyebab dan solusinya.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Vitamin B1 (Thiamine). (n.d.) Retrieved 1 March 2021, from https://www.mountsinai.org/health-library/supplement/vitamin-b1-thiamine

Liu, M., Alimov, A. P., Wang, H., Frank, J. A., Katz, W., Xu, M., Ke, Z. J., & Luo, J. (2014). Thiamine deficiency induces anorexia by inhibiting hypothalamic AMPK. Neuroscience, 267, 102–113. https://doi.org/10.1016/j.neuroscience.2014.02.033

Costantini, A., Pala, M. I., Tundo, S., & Matteucci, P. (2013). High-dose thiamine improves the symptoms of fibromyalgia. BMJ case reports, 2013, bcr2013009019. https://doi.org/10.1136/bcr-2013-009019

Samanta D. (2015). Dry beriberi preceded Wernicke’s encephalopathy: Thiamine deficiency after laparoscopic sleeve gastrectomy. Journal of pediatric neurosciences, 10(3), 297–299. https://doi.org/10.4103/1817-1745.165732

Huertas-González, N., Hernando-Requejo, V., Luciano-García, Z., & Cervera-Rodilla, J. L. (2015). Wernicke’s Encephalopathy, Wet Beriberi, and Polyneuropathy in a Patient with Folate and Thiamine Deficiency Related to Gastric Phytobezoar. Case reports in neurological medicine, 2015, 624807. https://doi.org/10.1155/2015/624807

Gratton, S. M., & Lam, B. L. (2014). Visual loss and optic nerve head swelling in thiamine deficiency without prolonged dietary deficiency. Clinical ophthalmology (Auckland, N.Z.), 8, 1021–1024. https://doi.org/10.2147/OPTH.S64228

Osiezagha, K., Ali, S., Freeman, C., Barker, N. C., Jabeen, S., Maitra, S., Olagbemiro, Y., Richie, W., & Bailey, R. K. (2013). Thiamine deficiency and delirium. Innovations in clinical neuroscience, 10(4), 26–32.

Duca, J., & Lum, C. (2014). Rare Presentation of Thiamine Deficiency as Gastrointestinal Syndrome. Hawai’i Journal of Medicine & Public Health, 73(9 Suppl 1), 46.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 19/04/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x