6 Zat Gizi dan Nutrisi yang Paling Sering Kekurangan Dikonsumsi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Tubuh membutuhkan asupan vitamin dan mineral untuk bisa berfungsi sebaik mungkin. Di sisi lain, tubuh tidak bisa menghasilkan seluruh nutrisi ini sendirian sehingga perlu mendapat bantuan dari asupan makanan. Sayangnya kebanyakan kekurangan dalam mencukupi kebutuhan nutrisi dan zat gizi yang diperlukan oleh tubuhnya. Berikut asupan nutrisi yang sering kekurangan disantap oleh banyak orang.

Asupan nutrisi dan zat gizi yang paling sering kekurangan

Beberapa kandungan nutrisi yang sering kekurangan adalah zat gizi mikro yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, tapi memiliki dampak besar untuk perkembangan dan daya tahan tubuh seseorang. Kekurangan nutrisi dan zat gizi ini bisa menjadi sumber datangnya penyakit, sehingga harus dipenuhi. Berikut nutrisi dan zat gizi yang paling sering jarang dikonsumsi:

1. Zat besi

Zat besi merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi dan memelihara jumlah sel darah merah tetap sehat. Kebutuhan zat besi sangat tinggi, terutama pada remaja wanita dan ibu hamil.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, penyebab anemia defisiensi besi pada anak berusia diatas 5 tahun hingga remaja adalah karena perdarahan berlebih, dan menstruasi berlebihan khusus pada anak perempuan. Kondisi perdarahan dapat disebabkan karena adanya infeksi cacing, contohnya cacing tambang.

Gejala yang paling sering ditemukan adalah

  • Kulit selalu pucat
  • Lemas
  • Mudah lelah
  • Mudah mengalami infeksi sebab menurunnya daya tahan tubuh
  • Menurunnya prestasi belajar
  • Nafsu makan berkurang

Namun, seringnya kebutuhan zat besi ini sulit untuk terpenuhi karena kekurangan dalam mengonsumsi makanan tinggi nutrisi zat besi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh menghasilkan lebih sedikit sel darah merah, sel darah merah berukuran lebih kecil, dan berwarna lebih pucat.

Sel darah merah juga menjadi kurang aktif dalam mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, Anda bisa mengalami anemia, dengan gejala letih, lemah, lelah, lesu, dan lunglai.

Untuk menghindari hal ini, konsumsi makanan tinggi zat besi sangat diperlukan, terutama pada remaja wanita dan ibu hamil. Mengutip dari healthline, sumber makanan yang kaya akan zat besi antara lain:

  • Daging sapi
  • Ikan
  • Daging ayam
  • Bayam
  • Brokoli
  • Hati
  • Kacang-kacangan seperti almond dan mete
  • Tahu

Untuk membantu mengoptimalkan penyerapan zat besi dari sumber makanan nabati seperti bayam, brokoli dan lain-lain, diperlukan juga konsumsi vitamin C yang cukup untuk membantu penyerapannya optimal di dalam tubuh.

2. Asam folat

Asam folat atau juga disebut vitamin B9 dapat membantu tubuh membuat sel darah merah dan menghasilkan DNA. Asam folat juga merupakan mineral penting yang dibutuhkan ibu hamil untuk perkembangan otak, fungsi sistem saraf, dan sumsum tulang belakang janin.

Kebutuhan asam folat yang tinggi membuat ibu hamil rentan mengalami kekurangan asam folat. Akibatnya, ibu hamil bisa mengalami anemia dan janin yang dikandungnya pun bisa mengalami cacat lahir dan masalah pertumbuhan. Anda bisa mendapatkan asam folat dari kacang-kacangan, buah sitrus (seperti jeruk), sayuran hijau, daging, kerang, dan gandum.

3. Kalsium

Kalsium membantu pertumbuhan dan perkembangan tulang, sehingga kebutuhan kalsium sangat tinggi pada usia anak-anak sampai remaja. Selain itu, kalsium juga membantu kerja jantung, saraf, dan otot.

Kekurangan kalsium biasanya tidak menunjukkan gejala apapun, tapi kekurangan kalsium dapat menyebabkan masalah kesehatan serius dari waktu ke waktu.

Jika Anda kekurangan mengonsumsi nutrisi makanan sumber kalsium dalam jumlah cukup (rata-rata 1200 mg per hari), maka tubuh akan mengambil kalsium dari tulang Anda.

Hal ini lama-kelamaan dapat menyebabkan tulang keropos atau osteoporosis. Kekurangan kalsium juga dapat menyebabkan detak jantung menjadi abnomal. Untuk itu, sebaiknya penuhi kebutuhan kalsium Anda. Anda bisa memperoleh asupan kalsium dari susu, yogurt, keju, ikan dengan tulang (seperti ikan teri), sayuran hijau, dan sereal.

4. Kurang yodium

Kekurangan nutrisi jenis yodium (iodium) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di beberapa negara berkembang. Tubuh tidak bisa memproduksi yodium sendiri, sehingga yodium sangat penting didapatkan dari makanan sehari-hari. Yodium bisa ditemukan di berbagai macam makanan, antara lain:

  • Ikan
  • Rumput laut
  • Susu dan produk susu lainnya
  • Telur
  • Udang

Secara alamiah, makanan sehari-hari memang tidak begitu banyak mengandung yodium. Di beberapa negara, yodium dimasukan ke dalam bahan tambahan pangan, salah satunya garam dapur.

Di Indonesia sendiri yodium ditambahkan dalam garam dapur untuk menaggulangi permasalahan kurang yodium yang biasa disebut dengan GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium).

Yodium adalah salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk produksi hormon tiroid. Ketika tubuh mengalami kekurangan yodium, maka kelenjar tiroid mengalami pembesaran untuk menangkap yodium sebanyak-banyaknya dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Pembesaran kelenjar tiroid juga dikenal dengan istilah gondok.

Kondisi kekurangan nutrisi jenis yodium yang semakin parah bisa menyebabkan keterbelakangan mental dan kelainan perkembangan pada anak-anak yang disebut dengan kreatinisme. Anak mungkin memiliki perawakan pendek dan mengalami gangguan kemampuan mendengar dan berbicara.

5. Kekurangan nutrisi vitamin A

Menurut WHO, kekurangan vitamin A memengaruhi sekitar 85 juta anak usia sekolah di dunia dan merupakan masalah yang sering dihadapi oleh negara-negara di Afrika dan Asia Tenggara.

Kekurangan nutrisi jenis vitamin A merupakan penyebab kebutaan utama yang dapat dicegah, terutama pada anak-anak. Jenis kekurangan gizi ini juga menyebabkan gangguan fungsi kekebalan tubuh, metabolisme zat besi yang buruk, dan infeksi saluran pernapasan akut.

Mengatasi kekurangan vitamin A sangat penting untuk kelangsungan hidup anak.  Vitamin A juga bisa didapatkan dari berbagai sumber makanan.

Sumber vitamin A dapat diperoleh antara lain dari:

  • Hati
  • Ikan
  • Minyak ikan
  • Susu yang diperkaya vitamin A
  • Telur
  • Margarin yang diperkaya vitamin A
  • Sayuran

Pentingnya vitamin A bahkan di beberapa negara termasuk Indonesia memberikan suplementasi vitamin A, bahkan sejak anak berusia 6 bulan.

6. Kekurangan nutrisi vitamin D

Kekurangan nutrisi jenis vitamin D adalah salah satu jenis kekurangan gizi yang harus diperhatikan. Vitamin D sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang. Bukan hanya itu, vitamin ini juga yang membantu menyerap dan memertahankan kalsium dan fosfor di dalam tubuh agar dapat membangun tulang yang kuat.

Jika anak kekurangan vitamin D, maka anak berisiko mengalami perkembangan motorik yang tertunda atau terhambat, terjadi kelemahan otot, dan patah tulang. Sumber vitamin D dapat didapatkan dari:

  • Keju
  • Hati sapi
  • Keju
  • Kuning telur

Orang yang memiliki risiko kekurangan vitamin D antara lain adalah mereka yang biasanya kulitnya selalu tertutup, memiliki kelainan organ tertentu seperti penyakit hati atau ginjal.

Tidak hanya itu, orang yang lebih menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam rumah serta sehingga tidak mendapatkan banyak paparan sinar matahari  juga berisiko kekurangan vitamin D.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Daftar Makanan Penambah Darah untuk Orang Anemia (Plus Pantangannya)

Anemia umumnya bisa diatasi dengan mudah. Anda bisa mengonsumsi makanan penambah darah ataupun menjauhi pantangan untuk anemia. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Masalah Kesehatan yang Mungkin Muncul Akibat Doyan Minum Bubble Tea

Boleh saja minum bubble tea, tapi kalau terlalu sering, waspada bahayanya bagi kesehatan. Bagaimana agar tetap sehat meski doyan bubble tea?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Fakta Gizi, Nutrisi 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mie Instan atau Nasi: Mana yang Bikin Lebih Cepat Gemuk?

Saat ingin menjaga atau menurunkan berat badan, Anda mungkin bingung memilih mana yang lebih baik: nasi putih atau mie instan. Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 20 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
manfaat belimbing

9 Manfaat Kesehatan dari Makan Buah Belimbing

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
daging angsa

Belum Banyak Diketahui, Inilah Manfaat Daging Angsa dan Kandungan Gizinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit