home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Nutrisi Parenteral, Pemberian Makanan Lewat Pembuluh Darah

Mengenal Nutrisi Parenteral, Pemberian Makanan Lewat Pembuluh Darah

Ada berbagai kondisi medis yang membuat penderitanya tidak bisa makan dan minum dengan normal melalui mulut. Padahal, pasien tetap membutuhkan asupan gizi untuk mendukung pemulihan. Pada kondisi seperti ini, pasien perlu menjalani prosedur medis yang disebut nutrisi parenteral.

Apa saja manfaat prosedur ini dan bagaimana mekanismenya? Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu nutrisi parenteral?

Nutrisi parenteral adalah tindakan pemberian kalori dan zat gizi melalui pembuluh darah pasien tanpa melewati sistem pencernaan. Prosedur ini dikenal juga sebagai nutrisi parenteral total atau nutrisi intravena.

Zat gizi yang dikirimkan ke dalam tubuh pasien meliputi glukosa, karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan elektrolit. Semua ini adalah zat gizi penting yang diperlukan untuk menghasilkan energi dan memenuhi kebutuhan cairan.

Tujuan utama pemberian nutrisi melalui intravena adalah untuk mencegah kekurangan gizi pada pasien yang tidak bisa makan melalui mulut. Tindakan ini juga diperlukan apabila sistem pencernaan pasien tidak bisa menyerap atau menerima zat gizi dengan cukup.

Pemberian nutrisi intravena umumnya dilakukan di rumah sakit. Tergantung penyakit yang diderita dan kondisi pasien, pasien mungkin juga perlu menjalani prosedur ini di rumah selama beberapa minggu, beberapa tahun, atau bahkan seumur hidupnya.

Manfaat nutrisi parenteral

Proses penyembuhan tidak hanya memerlukan obat, tapi juga makanan. Makanan akan memberikan energi dan zat gizi untuk menjaga kebugaran tubuh sebaik mungkin. Pada tubuh yang bugar juga terdapat sistem kekebalan yang kuat melawan penyakit.

Masalah timbul jika kondisi pasien begitu parah sehingga tidak mampu makan melalui mulut. Atau, sistem pencernaan pasien tidak bekerja dengan optimal. Jika kondisi ini terus berlangsung, pasien berisiko mengalami kekurangan gizi.

Untuk itulah tenaga medis memberikan nutrisi melalui pembuluh darah. Tindakan ini memang tidak mengurangi gejala ataupun menyembuhkan penyakit, tapi pasien tetap mendapatkan zat gizi yang ia perlukan untuk memulihkan diri.

Ada sejumlah kondisi yang membuat pasien perlu mendapatkan nutrisi parenteral. Berikut adalah beberapa contoh yang dilansir dari Mayo Clinic dan beberapa sumber lainnya.

  • Penyakit Crohn. Penyakit Crohn menyebabkan peradangan dan penyempitan pada usus sehingga tubuh tidak bisa mencerna makanan dengan baik.
  • Kanker. Kanker pada saluran pencernaan dapat menyebabkan penyumbatan. Selain itu, kemoterapi juga bisa mengurangi penyerapan zat gizi dari makanan.
  • Penyakit iskemia usus. Disebabkan oleh terhambatnya aliran darah ke usus, penyakit ini membuat tubuh kesulitan mencerna dan menyerap zat gizi.
  • Sindrom usus pendek. Penderitanya tidak memiliki bagian usus yang cukup untuk menyerap zat gizi dengan optimal.
  • Kelainan fungsi usus. Kondisi ini membuat makanan tidak bisa bergerak lancar di dalam usus. Akibatnya, tubuh pun tidak dapat menyerap zat gizi.
  • Pankreatitis akut. Peradangan pada pankreas ini dapat mengganggu proses pencernaan dan penyerapan zat gizi.
  • Kondisi kritis. Pasien dengan kondisi kritis atau tidak sadarkan diri perlu mendapatkan asupan gizi secara parenteral.

Panduan Pola Makan untuk Penyakit Radang Pankreas (Pankreatitis)

Prosedur pemberian makanan secara intravena

Pemberian nutrisi intravena menggunakan sebuah tabung tipis lentur (kateter) yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Ada dua macam kateter yang dapat digunakan, yaitu kateter Hickman dan kateter yang dipasang di bawah kulit.

Sebelum memasang kateter, dokter akan memberikan obat bius atau penenang. Dokter lalu memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah besar yang mengarah ke jantung. Pemasangan melalui pembuluh darah besar dapat mengurangi risiko infeksi.

Setelah itu, tim medis akan memantau reaksi tubuh Anda terhadap nutrisi yang masuk. Dokter juga akan memeriksa keseimbangan cairan, area pemasangan kateter, serta kemampuan Anda untuk kembali makan melalui mulut atau tabung.

Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan sekaligus menyusun rencana pemberian nutrisi lebih lanjut. Tim medis mungkin akan mengurangi jumlah makanan yang diberikan atau menghentikan prosedur ini bila Anda sudah mengalami perkembangan.

Beberapa pasien mungkin perlu melanjutkan pemberian nutrisi parenteral di rumah. Tim medis yang merawat Anda akan menjelaskan secara rinci mengenai persiapan, cara pemberian makanan, dan pengawasan yang perlu Anda lakukan.

Mengenal Makanan Cair dan Manfaatnya untuk Orang Sakit

Efek samping yang dapat dialami pasien

Pemberian makanan secara intravena dapat menimbulkan efek samping berupa rasa perih di sekitar mulut, perubahan warna kulit, dan pandangan kabur pada malam hari. Selain itu, efek samping yang kurang umum meliputi:

Kendati dapat menimbulkan efek samping, pemberian nutrisi secara intravena memiliki manfaat yang jauh lebih besar bagi pasien yang benar-benar membutuhkan.

Biasanya dokter akan mencoba memilih jalur pemberian nutrisi enteral atau melalui saluran cerna dibandingkan nutrisi parenteral. Diskusi secara rinci dengan dokter dapat membantu mengurangi risiko efek samping tersebut.

Nutrisi parenteral berperan penting dalam pemulihan pasien. Bahkan, banyak pasien mengalami perkembangan setelah menjalani metode ini. Pasien biasanya juga menjadi lebih kuat dan bugar sehingga mampu melawan penyakit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Is Parenteral Nutrition. (2020). Retrieved 1 March 2021, from www.nutritioncare.org/about_clinical_nutrition/what_is_parenteral_nutrition/

Home parenteral nutrition. (2017). Retrieved 1 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/total-parenteral-nutrition/about/pac-20385081

Enteral and Parenteral Nutrition. (2021). Retrieved 1 March 2021, from https://gi.org/topics/enteral-and-parenteral-nutrition/

Enteral and Parenteral Nutrition. (2018). Retrieved 1 March 2021, from https://www.bapen.org.uk/nutrition-support/assessment-and-planning/enteral-and-parenteral-nutrition 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 19/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x