Cara Diet yang Salah Menyebabkan Massa Otot Menghilang. Apa Dampaknya Bagi Tubuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang mendambakan punya tubuh kurus. Tapi, kebanyakan dari mereka menjalankan diet yang salah. Diet yang dilakukan biasanya hanya berupa mengurangi porsi makan, yang terkadang membuat mereka kelaparan. Cara diet keliru ini bukannya menyebabkan lemak berkurang, tapi justru massa ototlah yang berkurang. Nyatanya massa otot dan metabolisme saling berhubungan, yang kemudian akan memengaruhi berat badan Anda.

Apa hubungan antara massa otot dan metabolisme?

Tingkat metabolisme memengaruhi seberapa cepat tubuh Anda membakar kalori yang didapat dari makanan. Jika metabolisme Anda berjalan lambat, tubuh akan menggunakan kalori dari makanan lebih lambat. Hal ini cenderung membuat tubuh lebih banyak menyimpan kalori sehingga nantinya akan menyebabkan berat badan Anda naik.

Tingkat metabolisme ini salah satunya ditentukan oleh massa otot yang Anda miliki. Semakin besar massa otot yang Anda punya, semakin tinggi juga tingkat metabolisme Anda. Artinya, semakin besar jumlah kalori yang bisa dibakar tubuh Anda.

Sebaliknya, semakin kecil massa otot Anda, semakin rendah tingkat metabolisme Anda. Sehingga, semakin sedikit kalori yang dibakar tubuh. Ini mengapa orang yang sudah berusia lanjut cenderung memiliki metabolisme yang lebih rendah daripada anak muda –mereka mempunyai massa otot yang lebih kecil daripada anak muda.

Menguruskan badan jangan cuma membatasi porsi makan. Harus olahraga juga!

Banyak orang melakukan diet dengan hanya membatasi asupan makannya. Padahal, asupan kalori yang sangat rendah dapat membuat tubuh kehilangan banyak massa otot. Massa otot yang sedikit membuat tubuh hanya membakar sedikit kalori yang masuk. Akibatnya, tubuh akan menyimpan kelebihan kalori yang masuk dalam bentuk lemak.

Jadi, orang yang diet hanya membatasi asupan makannya, sebenarnya ia kehilangan massa otot bukan massa lemak dalam tubuh. Padahal, yang sebaiknya dikurangi saat diet penurunan berat badan adalah massa lemak. Ini bisa terjadi karena pembatasan asupan makan tidak dibarengi dengan olahraga.

Olahraga sangat penting dilakukan jika ingin menurunkan berat badan. Dengan berolahraga, Anda bisa mempertahankan bahkan meningkatkan massa otot sehingga metabolisme tubuh juga ikut meningkat. Artinya, tubuh akan mampu membakar lebih banyak kalori. Yang, kemudian bisa disusul dengan penurunan berat badan.

Olahraga yang sebaiknya dilakukan saat diet

Latihan beban yang bertujuan untuk memperkuat otot sangat disarankan untuk dilakukan saat Anda sedang menjalankan program diet. Latihan kekuatan dapat meningkatkan massa otot dan metabolisme tubuh. Hal ini membuat tubuh lebih bisa menggunakan kalori sebagai energi dan meningkatkan pembakaran lemak. Sehingga, penurunan berat badan yang sehat bisa terjadi.

Beberapa contoh latihan kekuatan adalah yoga, pilates, push-up, sit-up, angkat beban, dan lainnya. Anda disarankan untuk melakukan latihan kekuatan ini sebanyak dua kali per minggu.

Tak hanya itu, Anda juga disarankan untuk melakukan olahraga kardio yang melatih otot jantung. Seperti lari, bersepeda, aerobik, atau dancing. Setidaknya, lakukan olahraga ini sebanyak 4-5 kali per minggu selama 30-40 menit.

Dengan berolahraga, kalori yang dibakar tubuh akan lebih banyak daripada kalori yang masuk, sehingga penurunan berat badan bisa terjadi. Tentunya karena kehilangan massa lemak, bukan massa otot.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengulik Serba-serbi Diet South Beach untuk Menurunkan Berat Badan

Hampir serupa dengan diet Atkins, diet south beach menekankan pola makan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan perbanyak protein.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diet, Nutrisi 9 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Terasa Lega Setelah BAB, Apakah Buang Air Bisa Menurunkan Berat Badan?

Buang air besar (BAB) dapat mengurangi beberapa ratus gram bobot tubuh Anda. Akan tetapi, benarkah BAB menurunkan berat badan secara efektif?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 8 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Berbagai Manfaat Makan Buah Plum (Psst… Bisa Menurunkan Berat Badan!)

Plum masih satu keluarga dengan buah persik dan aprikot. Ternyata ada banyak manfaat buah plum untuk kesehatan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Fakta Gizi, Nutrisi 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Plastik Wrap untuk Diet, Benarkah Bisa Mengecilkan Perut Buncit?

Hati-hati, jangan sembarangan menggunakan plastik wrap untuk diaet. Bukannya cepat kurus, Anda malah bisa terkena risiko berbahaya ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kesalahan membakar lemak perut

7 Kesalahan Umum saat Berusaha Membakar Lemak Perut

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sarkopenia lansia

3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat kelapa untuk diet

Panduan Menjalankan Diet Kelapa untuk Menurunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
menurunkan berat badan atlet

Agar Performa Tak Menurun, Ini 5 Tips Sehat Menurunkan Berat Badan Bagi Atlet

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit