Bagaimana dan Dari Mana Lemak Tubuh Berasal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

‘Lemak itu jahat.’

‘Awas, makan banyak lemak nanti gemuk.’

Pernyataan-pernyataan tersebut mungkin sering kali Anda dengar dan akhirnya Anda membatasi makanan sumber lemak. Padahal apakah Anda tahu bahwa lemak sebenarnya tidak jahat seperti apa yang Anda pikirkan? Tidak semua lemak jahat, tergantung dengan jenis dan jumlah yang dimakan. Namun, apakah benar hanya makanan berlemak yang membuat gemuk? Bagaimana dengan makanan yang mengandung karbohidrat dan protein? Apakah banyak mengonsumsi makanan tersebut membuat Anda terbebas dari kegemukan dan lemak yang menumpuk?

Bagaimana lemak tubuh bisa terbentuk?

Ya, sesungguhnya bukan lemak saja yang menjadi satu satunya alasan mengapa Anda memiliki banyak lipatan lemak di dalam tubuh. Lemak tidak jahat, lemak sama dengan zat gizi makro lainnya yang juga dibutuhkan dalam tubuh. Sebenarnya lemak dibutuhkan rata-rata 20 hingga 25 persen dari total kalori yang dimakan dalam satu hari. Bahkan masih lebih besar kebutuhan akan lemak dibandingkan dengan protein yang hanya 10 hingga 20 persen dari total kalori. Lalu apa yang membuat lemak menjadi ‘tersangka utama’ dari kegemukan?

Lemak di dalam tubuh adalah lemak dalam bentuk trigliserida, yaitu hasil dari metabolisme lemak dari berbagai, tidak hanya sumber makanan berlemak saja, namun sumber makanan protein dan karbohidrat juga bisa membentuk trigliserida. Makanan yang mengandung lemak jelas akan dimetabolisme oleh tubuh menjadi asam lemak. Ketika asam lemak sudah terakumulasi terlalu banyak, maka tubuh akan menyimpannya menjadi trigliserida atau lemak dalam tubuh. Lalu bagaimana dengan karbohidrat dan protein? Semua makanan yang Anda makan berlebihan ternyata bisa menyebabkan penambahan lipatan-lipatan lemak di dalam tubuh, sehingga jangan hanya menghindari dan membatasi makanan berlemak saja.

BACA JUGA: Anak Autis Ternyata Memiliki Kadar Lemak Baik yang Rendah

Karbohidrat diubah menjadi lemak tubuh

Makanan sumber karbohidrat seperti nasi, roti, atau mie akan dimetabolisme dan dipecah oleh tubuh menjadi glukosa atau gula di dalam darah. Kemudian, terdapat hormon insulin yang mengatur kadar gula dalam darah agar tidak berlebihan. Jika sel-sel tubuh sudah mendapatkan gula dari aliran darah untuk membuatnya menjadi energi, maka hormon insulin akan mengubah sisa gula yang ada di dalam darah tersebut menjadi glikogen atau gula dalam otot dan asam lemak. Asam lemak ini akan berkumpul dengan asam lemak yang dihasilkan dari metabolisme lemak sebelumnya. Oleh karena itu, makan makanan karbohidrat yang berlebihan juga akan meningkatkan trigliserida alias lemak tubuh.

BACA JUGA: 7 Makanan Tinggi Lemak yang Baik untuk Kesehatan

Protein diubah menjadi lemak tubuh

Di dalam tubuh, protein mempunyai fungsi utama untuk membentuk jaringan serta menambah massa otot. Protein yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna dan dipecah menjadi asam amino. Asam amino tersebutlah yang membantu tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan normal. Namun ketika protein yang Anda makan terlalu banyak dan tidak ada hal membuatnya berguna – seperti membangun otot tubuh saat melakukan olahraga dan aktivitas fisik – maka protein juga akan disimpan.

Protein yang berlebihan bisa berubah menjadi gula atau glukosa dalam darah dan akan bersatu dengan glukosa yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat. Sehingga, glukosa di dalam darah akan semakin tinggi, dengan begitu hormon insulin akan mengubah glukosa-glukosa tersebut menjadi asam lemak. Dan lagi-lagi, asam lemak semakin banyak, tidak hanya asam lemak yang berasal dari pemecahan lemak dan karbohidrat, tetapi juga protein.

BACA JUGA: Lemak Nabati Tak Selalu Lebih Sehat Dari Lemak Hewani

Kumpulan asam lemak menjadi trigliserida alias lemak tubuh

Akumulasi asam lemak tersebut akan diubah menjadi lemak tubuh atau disebut juga sebagai trigliserida. Oleh karena, itu kadar trigliserida tidak boleh terlalu tinggi karena akan berbahaya bagi kesehatan. Tubuh menyimpan semua kelebihan asam lemak tersebut di dalam sel lemak yang disebut sebagai sel adiposa. Sel-sel tersebut berkumpul membuat sebuah jaringan yang juga disebut sebagai jaringan adiposa.

Jaringan adiposa tersebar di berbagai bagian di dalam tubuh, seperti di bawah permukaan kulit dan di antara organ-organ. Letak jaringan adiposa juga tergantung dengan beberapa faktor salah satunya adalah jenis kelamin. Pada laki-laki cenderung memiliki jaringan adiposa di bagian perut dan pinggang. Sedangkan pada perempuan lebih banyak mempunyai jaringan adiposa di daerah pinggul dan pinggang.

Sel lemak yang terlalu banyak menumpuk di sekitar organ-organ tubuh sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menghambat peredaran darah yang kemudian menyebabkan berbagai penyakit degeneratif. Trigliserida yang tinggi, seperti lebih dari 100 mg/dl sangat berbahaya dan bisa menyebabkan peradangan pankreas akut. Cara mengurangi kadar trigliserida atau lemak tubuh adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan yang baik, tidak makan berlebihan, serta melakukan olahraga yang teratur.

BACA JUGA: Skinny Fat: Saat Orang Kurus Sebenarnya Memiliki Banyak Lemak

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

    Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

    Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

    Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

    Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    penis bengkok

    Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    memotong kuku

    Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    Mengurangi Bau Badan

    Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit