home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seberapa Cepat Berat Badan Akan Naik Lagi Setelah Sukses Diet?

Seberapa Cepat Berat Badan Akan Naik Lagi Setelah Sukses Diet?

Menjalani diet memang penting bagi orang-orang yang ingin memiliki hidup sehat dengan berat badan yang ideal. Namun, diet tersebut tidak bisa Anda jalani setengah-setengah. Ketika Anda sudah mendapatkan berat badan yang Anda inginkan, penting untuk menjaga berat badan tersebut agar tetap ideal. Bila Anda lengah dan kembali dengan pola makan yang buruk, tak heran jika berat badan naik lagi, bahkan naiknya bisa lebih banyak daripada sebelum mulai diet.

Seberapa cepat berat badan naik lagi setelah berhasil diet?

Menurunkan berat badan itu sulit, tapi lebih sulit lagi untuk mempertahankan berat badan yang ideal. Pada awalnya, niat dan semangat Anda untuk melakukan diet cukup tinggi. Namun, banyak yang lengah ketika mereka sudah mencapai berat badan yang ditargetkan.

Anda mungkin akan mendapati perut Anda menjadi lebih kempis, tubuh lebih segar, dan tentu angka timbangan Anda jadi lebih ideal. Bukan hanya Anda, tetapi juga orang-orang di sekeliling Anda juga menyadari dengan perubahan tubuh selama menjalani diet dan mulai memberikan Anda pujian.

Namun, Kathryn Ross, pakar kesehatan masyarakat dari University of Florida menjelaskan kepada WebMD bahwa berat badan yang turun selama diet bisa naik lagi dengan begitu cepat karena berbagai faktor. Itulah sebabnya melakukan diet bukan hanya belajar untuk menurunkan berat badan saja, tapi juga untuk mempertahankan berat badan. Orang yang sudah berhasil diet harus mengganti fokus dari cara menurunkan berat badan menjadi cara mempertahankan berat badan ideal.

Sebuah studi terhadap 70 orang dewasa dengan obesitas menyelesaikan program diet selama 12 minggu. Para peserta rata-rata bisa menurunkan berat badannya sekitar 0,5 kg dalam seminggu. Namun, setelah masa diet berakhir, berat badan mereka kembali naik sekitar 0,06 kg per minggu dalam 11 minggu pertama. Sekitar 32 minggu sejak awal penelitian, berat badan naik lagi, meskipun tidak secepat minggu-minggu awal.

Seberapa cepat berat badan akan naik setelah diet tergantung dari perubahan pola makan dan kebiasaan Anda sendiri. Proses metabolisme dalam tubuh juga turut memengaruhi kenaikan berat badan setelah diet. Saat Anda menjalani diet dengan mengurangi porsi makan, tubuh malah akan mendorong Anda untuk makan lebih banyak nantinya. Oleh karena itu, Samantha Heller, seorang ahli gizi dari NYU Langone Health di New York berpendapat bahwa menjalani diet lebih baik secara perlahan. Ini membantu penyesuaian metabolisme dalam tubuh dengan kebutuhan kalori yang dikonsumsi.

menurunkan berat badan pada penderita diabetes

Kenapa berat badan naik lagi padahal sudah diet?

Mendengar pujian dari orang sekitar mengenai keberhasilan diet yang Anda dapatkan mungkin bisa membuat Anda lengah dalam menjalani diet. Pola hidup selama diet pun mulai ditinggalkan dan kebiasaan lama yang tidak sehat kembali dilakukan. Ya, kesalahan-kesalahan tersebut akan membuat berat badan naik lagi meskipun sebelumnya sudah berhasil diet. Kesalahan apa saja tepatnya yang perlu Anda hindari? Simak di bawah ini.

1. Kurang aktif bergerak

Memiliki berat badan ideal bukan berarti Anda tidak perlu lagi melakukan aktivitas fisik. Anda mungkin secara perlahan mengurangi intensitas atau waktu olahraga yang biasanya Anda terapkan.

Bila diteruskan, sifat malas Anda untuk berolahraga akan menjadi semakin besar.

2. Tidak sarapan

Setelah bangun tidur, tubuh memerlukan air dan makanan untuk menormalkan metabolisme dan menjaga kesimbangan gula darah.

Kalau Anda melewatkan sarapan, rasa lapar akan jadi dua kali lebih besar dan akhirnya membuat Anda makan lebih banyak dari porsi seharusnya. Jika Anda melakukan ini setiap hari, tentu pola makan Anda jadi berantakan lagi sehingga berat badan bertambah.

3. Tidak memantau kebiasaan yang merusak diet

Tidak fokus saat makan membuat porsi makan Anda tidak terkendali. Makan sambil menonton televisi atau main HP, misalnya, bisa membuat Anda mengabaikan sinyal kenyang yang diberikan oleh perut sehingga Anda tetap lanjut makan meskipun tubuh sudah mendapatkan asupan gizi dan kalori yang cukup.

4. Pola makan berantakan lagi

Menjalani diet memang bisa membuat Anda menghindari beberapa makanan yang tidak sehat. Namun, setelah Anda mendapatkan berat badan yang diinginkan, Anda mungkin kembali lagi pada pola makan yang dulu. Misalnya makan tidak teratur, terlalu banyak mengonsumsi kalori, tidak jeli ketika memilih asupan gizi, dan sebagainya. Maka tak heran kalau akhirnya berat badan naik lagi.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

10 Reasons You Can’t Keep The Weight Off. https://www.mensfitness.com/weight-loss/burn-fat-fast/10-reasons-you-cant-keep-weight. Diakses pada 27 Maret 2018.

You’ve Lost Weight. How Soon Will It Comes Back? https://www.webmd.com/diet/news/20180122/youve-lost-weight-how-soon-will-it-come-back#1. Diakses pada 27 Maret 2018.

How Long Does It Take Before a Body Starts to Lose Weight? https://www.livestrong.com/article/428332-how-long-does-it-take-before-a-body-starts-to-lose-weight/. Diakses pada 27 Maret 2018.

 

 

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 21/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x