home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penyebab Diet Gagal Bisa Berasal dari 10 Kebiasaan Sepele Ini

Penyebab Diet Gagal Bisa Berasal dari 10 Kebiasaan Sepele Ini

Diet untuk menurunkan berat badan bukan hanya soal seberapa banyak asupan kalori yang Anda kurangi. Tak sedikit yang akhirnya mengalami kenaikan berat badan setelah diet selama berbulan-bulan. Usut punya usut, salah satu penyebab diet yang gagal ternyata berasal dari kebiasaan sehari-hari.

Kebiasaan penyebab diet gagal

diet yoyo

Diet yang sukses datang dari pola makan sesuai tujuan dan kebiasaan sehari-hari yang membantu menjaga kestabilan berat badan.

Guna menyukseskan diet Anda, berikut berbagai kebiasaan yang sebaiknya Anda hindari.

1. Salah memilih jenis olahraga

Tiap jenis olahraga memiliki kegunaan yang berbeda.

Sekalipun bisa membakar kalori, rutinitas olahraga yang salah justru dapat mengacaukan program diet Anda. Olahraga yang berlebihan juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, salah satu olahraga yang paling cocok untuk tujuan ini yaitu high intensity interval training.

Untuk menerapkan jenis latihan ini, cobalah melakukan olahraga kardio dalam waktu singkat dan selingi dengan beberapa detik istirahat.

2. Makan terlalu sedikit

Mengurangi asupan makan secara drastis justru dapat memperlambat laju pembakaran energi tubuh.

Akibatnya, jumlah kalori yang Anda bakar pun menjadi sedikit. Inilah yang menjadi penyebab umum diet gagal pada kebanyakan orang.

Oleh sebab itu, Anda harus tetap makan meskipun sedang berupaya menurunkan berat badan.

Jangan hanya fokus mengurangi asupan kalori, tapi juga pilihlah makanan alami dengan gizi seimbang seperti ikan, telur, sayur dan buah, serta kacang-kacangan.

3. Tidak mengonsumsi karbohidrat

karbohidrat

Diet rendah karbohidrat memang terbukti ampuh menurunkan berat badan.

Penelitian dalam jurnal Obesity Review juga menunjukkan bahwa diet ini memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.

Namun, ini bukanlah alasan untuk menghindari karbohidrat seutuhnya. Biar bagaimanapun, karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh.

Bila Anda tidak mengonsumsi karbohidrat dalam waktu yang lama, laju metabolisme akan melambat agar tubuh dapat menghemat energi. Hal ini justru membuat berat badan lebih sulit turun.

4. Mengonsumsi camilan tinggi gula

Cermatlah dalam memilih camilan, jus detoks, atau produk “rendah kalori” sejenis yang diperuntukkan bagi orang-orang yang sedang berdiet.

Produk-produk ini biasanya tinggi akan karbohidrat olahan (gula) dan menjadi penyebab utama diet gagal.

Karbohidrat olahan dapat meningkatkan kadar gula darah dan menurunkannya kembali dengan cepat. Kondisi ini akan membuat Anda cepat lapar sehingga Anda cenderung makan lebih banyak dari seharusnya.

5. Melewatkan sarapan

Jika Anda terbiasa menjalani pagi tanpa rasa lapar, melewatkan sarapan mungkin tidak berpengaruh besar terhadap berat badan Anda.

Akan tetapi, orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan sebaiknya menghindari kebiasaan yang satu ini.

Sarapan akan memberikan energi bagi tubuh setelah berjam-jam tidak makan.

Sarapan yang sehat juga membuat tubuh berenergi hingga waktu makan siang sehingga pola makan Anda tetap teratur dan Anda tidak makan secara berlebihan.

6. Mengikuti fad diet

Fad diet juga kerap menjadi penyebab seseorang gagal diet. Diet ini mengklaim dapat mengurangi berat badan dengan cepat.

Diet ini dilakukan dengan memangkas kalori dan menghilangkan zat gizi tertentu dari menu harian, padahal tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.

Sekalipun diet ini berhasil, penurunan berat badan biasanya berlangsung sementara. Berat badan Anda akan kembali naik dengan cepat begitu Anda berhenti menjalani diet.

7. Mengonsumsi minuman berkalori

minuman manis bikin gemuk

Diet mungkin membuat Anda lebih disiplin dalam memilih makanan, tapi banyak yang tak menyadari bahwa kalori pun bisa tersembunyi dalam minuman sehari-hari. Bahkan, minuman seperti soda diet pun tetap dapat mengganggu program diet Anda.

Kalori tersembunyi ini biasanya berasal dari kandungan gula yang tinggi pada minuman kemasan.

Selain menjadi penyebab diet gagal, minuman tinggi gula dan kalori dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

8. Tidak makan camilan

Diet untuk menurunkan berat badan akan membuat Anda lapar dan ini sangatlah wajar.

Namun, jika Anda sama sekali tidak makan camilan, rasa lapar ini akan membuat diet jadi tidak nyaman dan memicu keinginan untuk makan secara berlebihan.

Jadi, jangan lupa mengonsumsi 2 – 3 kali camilan saat menjalani diet. Anda tidak perlu takut dengan sedikit kalori tambahan dari makanan ini.

Ada berbagai pilihan camilan untuk diet dengan kalori yang rendah, misalnya buah-buahan.

9. Kurang tidur

penyebab insomnia penyebab tidak bisa tidur, penyebab susah tidur

Waktu tidur yang kurang juga bisa menjadi penyebab gagal diet.

Selama tidur, tubuh Anda memproduksi hormon yang disebut melatonin. Hormon ini meningkatkan laju metabolisme serta lemak tertentu yang berperan dalam pembakaran energi.

Hormon melatonin tidak dapat berfungsi dengan baik jika waktu tidur Anda kurang.

Laju metabolisme akhirnya menurun drastis, begitu pula dengan jumlah kalori yang dibakar. Hal ini akhirnya membuat Anda kesulitan menurunkan berat badan.

10. Kurang minum air

Rasa lapar terkadang muncul karena Anda mengalami dehidrasi.

Untuk mengatasi rasa “lapar palsu” ini, cobalah minum segelas air dan lihat apakah Anda masih ingin makan setelahnya. Bagi sejumlah orang, cara ini ampuh menurunkan berat badan.

Kebiasaan minum air juga dapat mempercepat pembakaran kalori, mengurangi asupan kalori dari makanan, dan membantu pembakaran lemak dalam tubuh.

Jadi, pastikan Anda minum air setidaknya 2,5 liter sehari supaya diet berjalan dengan sukses.

Tidak ada cara mudah dan praktis untuk menurunkan berat badan. Anda perlu melakukannya secara perlahan, diawali dengan memahami kebiasaan yang dapat menjadi penyebab diet gagal.

Seimbangkan jumlah kalori yang masuk ke tubuh Anda dengan yang keluar. Lengkapi pola makan Anda dengan olahraga yang membakar kalori.

Jangan lupa untuk tidur yang cukup sehingga diet tetap menyehatkan tubuh.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can you boost your metabolism?. (2021). Retrieved 3 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/metabolism/art-20046508

Fad Diets: Diet, Types, Tips. (2021). Retrieved 3 September 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9476-fad-diets

6 Pitfalls That Might Be Sabotaging Your Weight Loss. (2021). Retrieved 3 September 2021, from https://www.nm.org/healthbeat/healthy-tips/nutrition/six-pitfalls-that-might-be-sabotaging-your-weight-loss

The Hidden Danger of Calories in Drinks. (2016). Retrieved 3 September 2021, from https://cspinet.org/tip/hidden-danger-calories-drinks-0

If You Skip Breakfast or Eat Late, Will You Gain Weight?. (2018). Retrieved 3 September 2021, from https://health.clevelandclinic.org/if-you-skip-breakfast-or-eat-late-will-you-gain-weight/

Top four reasons why diets fail. (2013). Retrieved 3 September 2021, from https://www.sciencedaily.com/releases/2013/01/130103192352.htm

Tate, D., Turner-McGrievy, G., Lyons, E., Stevens, J., Erickson, K., & Polzien, K. et al. (2012). Replacing caloric beverages with water or diet beverages for weight loss in adults: main results of theChooseHealthyOptionsConsciouslyEveryday (CHOICE) randomized clinical trial. The American Journal Of Clinical Nutrition, 95(3), 555-563. doi: 10.3945/ajcn.111.026278

Santos, F., Esteves, S., da Costa Pereira, A., Yancy Jr, W., & Nunes, J. (2012). Systematic review and meta-analysis of clinical trials of the effects of low carbohydrate diets on cardiovascular risk factors. Obesity Reviews, 13(11), 1048-1066. doi: 10.1111/j.1467-789x.2012.01021.x

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro