home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sindrom Metabolik: Kumpulan Kondisi yang Fatal Bagi Kesehatan

Sindrom Metabolik: Kumpulan Kondisi yang Fatal Bagi Kesehatan

Pernah mendengar istilah sindrom metabolik? Mungkin Anda jarang mendengar istilah ini, tapi bisa jadi Anda mempunyai salah satu kriteria sindrom metabolik. Waspadalah jika Anda mengalami kondisi sindrom metabolik, karena hal ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Apa itu sindrom metabolik?

Sindrom metabolik bukan merupakan suatu penyakit, melainkan sekelompok kondisi kesehatan yang terdiri dari tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan lemak perut berlebih. Ketika semua kondisi kesehatan ini disatukan maka dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Sekelompok kondisi kesehatan ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung sampai dua kali lipat dan meningkatkan risiko diabetes sampai lima kali lipat.

Anda dikatakan mengalami sindrom metabolik jika Anda memiliki sekelompok kondisi kesehatan berikut ini:

  • Tekanan darah tinggi, ditandai dengan tekanan darah sistolik lebih dari 130 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 85 mmHg
  • Kadar gula darah tinggi, ditandai dengan kadar gula darah puasa lebih dari 100 mg/dL
  • Kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang (obesitas abdominal), ditandai dengan lingkar pinggang lebih dari 90 cm untuk pria dan lebih dari 80 cm untuk wanita
  • Kadar kolesterol jahat dan trigliserida tinggi, ditandai dengan kadar kolesterol baik (HDL) kurang dari 40 mg/dL untuk pria dan kurang dari 50 mg/dL untuk wanita, sedangkan kadar trigliserida lebih dari 150 mg/dL

Jika Anda hanya memiliki salah satu kondisi di atas, Anda belum bisa dikatakan menderita sindrom metabolik. Namun, memiliki salah satu kondisi di atas yang tidak terkontrol juga mampu memicu kondisi kesehatan lainnya. Oleh karena itu, jika Anda mempunyai salah satu kondisi kesehatan seperti di atas, sebaiknya dikontrol dengan baik guna mencegah sindrom metabolik.

Apa penyebab sindrom metabolik?

Banyak faktor yang dapat menyebabkan Anda mengalami sindrom metabolik. Namun, terdapat dua faktor penyebab utama, yaitu obesitas dan resistensi insulin.

Obesitas

Obesitas dapat menyebabkan seseorang mempunyai tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kadar gula darah tinggi. Sehingga, orang dengan obesitas sangat rentan untuk menderita diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, dan penyakit serius lainnya. Kelebihan lemak yang terjadi di perut atau obesitas abdominal sangat erat kaitannya dengan sindrom metabolik. Obesitas sendiri bisa terjadi karena Anda tidak menjaga pola makan dan kurang melakukan aktivitas fisik.

Resistensi insulin

Resistensi insulin sangat erat kaitannya dengan kelebihan berat badan. Resistensi insulin terjadi saat sel tubuh pada hati, otot tulang, dan jaringan lemak menjadi kurang sensitif dan resisten terhadap insulin (hormon yang membantu penyerapan glukosa oleh sel tubuh). Sel-sel ini tidak mengenali insulin dengan baik, sehingga glukosa pada tubuh tidak diserap dengan baik oleh sel-sel tersebut. Akibatnya, kadar glukosa darah pada tubuh menjadi meningkat dan produksi insulin juga meningkat, berakhir pada diagnosis diabetes tipe 2.

Selain kedua penyebab utama tersebut, risiko sindrom metabolik juga lebih tinggi karena faktor usia. Semakin tua usia Anda, maka semakin tinggi risiko Anda mengalami sindrom metabolik. Selain itu, faktor genetik, gaya hidup tidak sehat, dan perubahan hormon juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena sindrom metabolik. Namun, faktor-faktor ini bisa bervariasi antar individu tergantung pada kelompok etnis. Penyakit lain, seperti penyakit jantung, penyakit hati berlemak nonalkohol, dan sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga dapat membuat risiko sindrom metabolik meningkat.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah sindrom metabolik?

Jika Anda sudah mempunyai salah satu kondisi kesehatan yang bisa berkembang menjadi sindrom metabolik, sebaiknya segera ubah pola hidup Anda. Sindrom metabolik bisa dicegah dengan cara:

  • Menurunkan berat badan
  • Tingkatkan aktivitas fisik Anda
  • Terapkan pola makan sehat untuk menjaga tekanan darah, kolesterol, dan gula darah agar selalu dalam rentang normal. Perkaya asupan sehat Anda dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan.
  • Berhenti merokok dan minum alkohol
  • Kontrol selalu kadar gula darah, kolesterol darah, dan tekanan darah. Anda bisa melakukannya di pusat kesehatan.

BACA JUGA

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mayo Clinic. (2016). Diagnosis – Metabolic syndrome – Mayo Clinic. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/metabolic-syndrome/diagnosis-treatment/diagnosis/dxc-20197530 [Accessed 9 Nov. 2016].

Dansinger, Michael. (2015). What Is Metabolic Syndrome?. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/heart/metabolic-syndrome/metabolic-syndrome-what-is-it#1 [Accessed 9 Nov. 2016].

American Heart Association. (2016). About Metabolic Syndrome. [online] Available at: https://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/More/MetabolicSyndrome/About-Metabolic-Syndrome_UCM_301920_Article.jsp [Accessed 9 Nov. 2016].

NHS. (2015). Metabolic syndrome – NHS Choices. [online] Available at: http://www.nhs.uk/conditions/metabolic-syndrome/Pages/Introduction.aspx [Accessed 9 Nov. 2016].

International Diabetes Federation. (2006). Metabolic Syndrome. [online] Available at: https://www.idf.org/webdata/docs/IDF_Meta_def_final.pdf [Accessed 9 Nov. 2016].

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 19/11/2016
x