Penyebab Telapak Kaki Terasa Sakit, Beserta Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Gangguan pada sistem gerak atau muskuloskeletal mencakup rasa nyeri dan rasa sakit yang terasa pada tulang, otot, hingga persendian. Kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang dapat mengalami gangguan, termasuk telapak kaki sakit. Apa sebenarnya penyebab dari sakit kaki tersebut, kemudian bagaimana cara mengatasinya?

Tanda dan gejala sakit telapak kaki dan area kaki lain

Rasa sakit di area kaki bisa memiliki gejala dan pertanda yang berbeda-beda. Biasanya, gejala yang muncul berbeda berdasarkan lokasinya.

Saat telapak kaki terasa sakit, Anda mungkin merasa tak nyaman hingga aktivitas pun terbatas. Tak hanya itu, rasa sakit di area kaki mungkin juga berasal dari jari-jemari, tumit, pergelangan kaki, hingga betis.

Beberapa gejala umum yang mungkin Anda rasakan saat mengalami sakit di telapak kaki, tumit, jari, hingga betis adalah:

  • Rasa nyeri atau sakit yang benar-benar kuat.
  • Kesulitan menggerakkan telapak kaki ke atas atau ke bawah.
  • Terjadi pembengkakan, kemerahan, atau panas di sekitar tendon.
  • Rasa sakit yang bertambah parah setelah berkegiatan.
  • Rasa sakit yang bertambah parah seiring berjalannya waktu.

Jika Anda merasakan salah satu gejala di atas, segera atasi dengan melakukan perawatan rumah untuk sakit kaki. Akan tetapi, jika tidak membaik setelahnya, lebih baik segera periksakan kondisi ke dokter.

Penyebab kaki dan telapak kaki sakit, mulai dari yang sepele hingga parah

Umumnya, sakit pada kaki atau telapak kaki terjadi akibat adanya gangguan sistem gerak, yaitu masalah kesehatan yang mengganggu sistem rangka atau sistem otot manusia. Biasanya, penyebab dari rasa sakit di telapak kaki dan bagian kaki lainnya muncul karena penggunaan kaki yang tidak tepat.

Salah satunya mungkin disebabkan oleh penggunaan sepatu dengan ukuran yang tidak tepat. Pasalnya, ukuran sepatu yang sesuai dengan kaki Anda akan memberikan dukungan yang tepat untuk mencegah terjadinya iritasi pada sendi dan kulit di area kaki. Namun, selain itu, masih banyak kondisi lain yang bisa menyebabkan berbagai bagian di area kaki terasa nyeri dan  sakit.

Dalam sebagian besar kasus, saat kaki, termasuk telapak kaki, tumit, jari kaki, hingga betis, terasa sakit, penyebabnya bisa berbagai macam kondisi, mulai dari yang ringan hingga serius. Berikut adalah beberapa penyebab sakit kaki yang harus Anda waspadai:

1. Terlalu lama berdiri pakai sepatu hak tinggi

berdiri lama

Berdiri terlalu lama, misalnya selama 10 jam atau lebih dalam sehari membuat telapak kaki Anda bekerja secara berlebihan. Apalagi jika Anda menggunakan sepatu hak tinggi.

Dalam keadaan normal, kaki akan bertindak seperti pegas yang berfungsi untuk meredam syok akibat beban berat dan menjadi bantalan tulang. Akibat pemakaian sepatu hak tinggi, seluruh berat beban akan berpindah ke depan, bertumpu hanya pada tulang jemari kaki yang kecil dan ringkih.

Semakin tinggi hak sepatu Anda, semakin besar pula efeknya. Inilah yang menyebabkan telapak kaki hingga tumit Anda sering terasa sakit.

2. Cedera atau keseleo

Keseleo atau cedera otot pada pergelangan kaki dapat menyebabkan telapak kaki sakit. Kondisi ini terjadi akibat ikatan ligamen, yaitu urat yang mengikat tulang mengalami peregangan.

Tentunya, peregangan yang terjadi cukup keras hingga membuat ligamen tersebut terpelintir dan robek. Biasanya, gerakan memutar hingga perubahan posisi tiba-tiba saat Anda berolahraga, terjatuh, atau mengalami kecelakan bisa menyebabkan keseleo.

3. Bunion

sakit telapak kaki atas saat jalan

Bunion adalah pembesaran tulang atau jaringan sekitar sendi pangkal jempol kaki. Jika bunion tumbuh, jempol kaki dapat menekan jari kaki sebelahnya. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit jika Anda memakai sepatu.

Meskipun faktor genetik atau cacat bawaan mungkin memainkan peran dalam munculnya bunion, tapi dalam banyak kasus, kondisi ini selalu dikaitkan dengan pemakaian sepatu yang buruk. Terutama jika Anda sering menggunakan sepatu yang terlalu sempit.

4. Bursitis

Bursitis merupakan peradangan sendi yang menyerang bursae, yaitu bagian dari sendi berupa kantong yang berisi cairan dan berfungsi sebagai bantalan tulang, tendon, dan otot di sekitar sendi. Bursitis terjadi apabila terdapat peradangan pada bursae.

Bursitis bisa terjadi pada pundak, siku, dan juga pinggang. Namun, Anda juga bisa mengalaminya di lutut, tumit, dan bagian dasar dari jempol kaki yang menyebabkan rasa sakit. Oleh sebab itu, jika Anda mengalami bursitis, area telapak kaki, jempol, hingga tumit pun mungkin akan terasa sakit.

5. Hammertoe

Sumber: Readers Digest

Normalnya, jari-jari kaki Anda akan menapak lurus dan sejajar. Namun ketika Anda mengalami hammertoe, sendi tengah jari kaki Anda bengkok atau menekuk, bukan menapak lurus. Kondisi ini terjadi akibat adanya ketidakseimbangan di otot, tendon, atau ligamen yang seharusnya menjaga jari kaki supaya tetap lurus.

Biasanya, kondisi ini disebabkan karena pemakaian sepatu yang kurang pas, sehingga mendorong jari-jari kaki ke posisi bengkok. Jika jari kaki bengkok dan dibiarkan di posisi ini dalam waktu lama, otot yang meluruskan jari kaki tak bisa lagi diregangkan.

Lama kelamaan, otot jari kaki tak bisa lagi diluruskan bahkan saat Anda sedang tidak memakai sepatu. Biasanya, hammertoe juga disertai dengan kemunculan corn alias kapalan di atas lengkungan, sehingga semakin menambah rasa tidak nyaman ketika Anda berjalan.

6. Osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan salah satu jenis arthritis atau peradangan sendi yang paling banyak dialami. Kondisi ini terjadi saat tulang rawan yang berfungsi menjadi bantalan di ujung tulang mengalami kerusakan.

Mengingat osteoarthritis adalah pengapuran sendi, kondisi ini bisa terjadi di berbagai lokasi sendi pada tubuh. Sering kali osteoarthritis terjadi pada persendian tangan, lutut, pinggul, hingga tulang belakang. Namun, kondisi ini juga bisa terasa di persendian kaki, sehingga menimbulkan rasa nyeri.

7. Morton’s neuroma

bunion, benjolan di kaki akibat keseringan pakai high heels

Morton’s neuroma adalah salah satu penyebab telapak kaki sakit yang sering dialami wanita. Kondisi ini menyerang tumit kaki dan area di antara jari tengah dan jari manis kaki. Apabila Anda mengalami morton neuroma, Anda mungkin merasa seperti sedang menginjak kerikil dalam sepatu, atau merasa seolah-olah ada lipatan pada kaus kaki.

Morton’s neuroma sering dikaitkan karena penggunaan sepatu hak tinggi yang terlalu tinggi atau sempit, yang menyebabkan penebalan jaringan di sekitar salah satu saraf yang menuju jari kaki. Akibatnya, Anda mungkin akan mengalami rasa sakit dan perih pada tumit kaki. Jari kaki Anda juga dapat terasa tersengat, panas, atau mati rasa.

8. Metatarsalgia

kaki sakit

Metatarsalgia adalah jenis peradangan yang menyakitkan, dan biasanya terjadi pada telapak kaki. Kondisi ini terjadi akibat dari tekanan berulang pada tulang metatarsal, yaitu tulang yang berada antara jari kaki dan lengkungan kaki.

Metatarsalgia ditandai dengan rasa sakit yang memburuk ketika Anda berdiri, berjalan, atau saat melenturkan kaki, apalagi saat berjalan di atas permukaan yang keras, dan bertambah nyeri ketika Anda beristirahat.

Anda juga mungkin mengalami nyeri yang menusuk, mati rasa, atau kesemutan pada telapak kaki Anda. Orang yang kelebihan berat badan, melakukan olahraga intensitas tinggi, sering berjalan tanpa alas kaki, serta memakai sepatu sempit dalam waktu yang relatif lama berisiko mengalami metatarsalgia.

9. Rematik

kram kaki saat yoga

Rheumatoid arthritis atau yang lebih dikenal dengan rematik adalah peradangan kronis yang dapat memengaruhi seluruh tubuh Anda, termasuk telapak kaki. Ya, kondisi ini mengakibatkan rasa nyeri otot, kaku, dan bengkak pada sendi.

Sendi yang paling sering terkena yaitu tangan, pergelangan tangan, lutut, dan kaki. Rematik yang menyerang pinggul, lutut, atau kaki dapat membuat Anda kesulitan membukuk, berdiri, dan bahkan berjalan.

Rasa sakit di persendian cenderung hilang timbul. Namun biasanya gejala akan memburuk pada pagi hari setelah bangun tidur dan setelah duduk lama. Orang yang berusia di atas 40 tahun lebih berisiko mengalami rematik.

Jika Anda mencurigai rematik sebagai penyebab telapak kaki sakit atau jika Anda memiliki riwayat penyakit ini, segera konsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

10. Asam urat

penyakit kaki pada lansia

Telapak kaki sakit dan disertai dengan bengkak juga bisa terjadi karena asam urat. Asam urat adalah bentuk lain dari penyakit arthritis. Jempol kaki adalah bagian yang paling sering terasa sakit saat terkena asam urat.

Akan tetapi, asam urat juga dapat memengaruhi sendi lain di kaki, seperti lutut, pergelangan, kaki, dan telapak kaki. Tak hanya itu saja, asam urat juga bisa terjadi di lengan, tangan, pergelangan tangan, dan siku.

Kondisi ini menyebabkan daerah yang mengalami  ‘serangan’ asam urat menjadi bengkak, terasa panas, berwarna kemerahan, nyeri, dan terasa kaku. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan memunculkan gejala yang intens dan menyakitkan.

11. Tendinitis

luka di kaki diabetes

Tendinitis terjadi ketika ligamen robek, meradang, dan membengkak. Biasanya kondisi ini terjadi akibat melakukan aktivitas fisik yang terlalu berlebihan atau dengan cara yang tidak biasa tanpa pemanasan terlebih dahulu.

Penyebab lainnya berupa aus karena usia, cedera, dan penyakit radang seperti artritis. Tendinitis adalah penyebab umum sakit bahu, siku, pergelangan tangan dan pergelangan kaki pada orang awam atau atlet.

Cara mengobati telapak kaki dan kaki yang sakit

Sebenarnya, sakit pada kaki atau telapak kaki yang tidak terlalu parah bisa diatasi dengan perawatan rumahan saja. Namun, jika kondisinya sudah parah, mungkin Anda harus memeriksakannya ke dokter untuk melakukan diagnosis terhadap kondisi yang sedang Anda alami.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sakit kaki, di antaranya:

1. Minum obat pereda nyeri

Apabila memang Anda merasa sakit atau nyeri di bagian kaki, Anda dapat meredakannya dengan meminum obat penghilang rasa sakit. Menurut Versus Arthritis, parasetamol dapat membantu rasa sakit dan tak nyaman.

Obat pereda nyeri yang bisa Anda gunakan yaitu jenis obat nonsteroidal anti-inflamasi (NSAIDs), seperti ibuprofen atau naproxen, yang dapat Anda temukan di warung-warung atau di apotek terdekat.

Untuk aturan pakai, lebih baik Anda lihat di kemasan masing-masing obat. Namun jika nyeri berlanjut, Anda sebaiknya pergi memeriksakan diri ke dokter.

2. Berbaring, angkat kaki

Duduk atau berbaringlah dengan kaki yang ditinggikan untuk membantu Anda mengurangi pembengkakan. Hindari penggunaan kaki secara berlebih, terutama pada aktivitas yang berat atau yang berdampak tinggi, seperti jogging atau berjalan.

Jika nyeri pada kaki disertai dengan pembengkakan yang parah, maka Anda disarankan untuk menggunakan perban kompres.

3. Kompres dingin

Kompres dingin bertujuan mengurangi peradangan, mengurangi perdarahan ke dalam jaringan, dan mengurangi kejang otot serta nyeri. Untuk mengatasi telapak kaki sakit, pertama-tama pijat bagian bawah kaki Anda dengan tekanan sedang menggunakan botol yang berisi air dingin atau es selama sekitar 20 menit.

Lakukanlah tiga atau empat kali sehari sesuai saran dari American Academy of Orthopaedic Surgeons. Anda juga bisa mengompres es di telapak kaki Anda selama 15-20 menit setiap beberapa kali sehari sebagai pilihan alternatif.

4. Lakukan peregangan

Ambil posisi duduk tegak di atas kursi dengan kaki menapak rata di lantai. Lalu angkat kaki kanan ke atas dan letakkan di paha kiri Anda. Gunakan jari-jari Anda dengan lembut untuk meregangkan satu persatu jari kaki Anda, mulai dari ke atas, ke bawah, hingga ke samping.

Tahan gerakan peregangan di setiap arah selama lima detik. Ulangi peregangan dengan kaki yang lain, dan lakukan hal ini pada masing-masing kaki sebanyak 20 kali.

Anda juga bisa melakukan peregangan dengan menggunakan bola tenis. Menggelindingkan bola tenis di bawah kaki dapat membantu meredakan rasa sakit di lengkungan dan mengurangi rasa sakit yang terkait dengan plantar fasciitis.

Untuk melakukan gerakan ini, Anda duduk tegak di atas kursi dengan kaki rata di lantai. Tempatkan bola tenis atau bola kecil keras lainnya, di bawah lantai di samping kaki Anda. Letakkan satu kaki di atas bola dan gulingkan bola ke sekeliling Anda, bola harus terasa memijat bagian bawah kaki.

Lanjutkan gerakan selama 2 menit, lalu ulangi pada kaki yang lain. Jika Anda tidak memiliki bola yang sesuai, Anda bisa menggunakan botol air yang dibekukan.

5. Pilih sepatu yang pas dengan ukuran Anda

Pakailah sepatu yang cocok. Pastikan sepatu Anda nyaman dan mendukung kaki Anda. Menurut National Institute on Aging, kriteria sepatu yang baik di antaranya:

  • Bentuk yang sesuai dengan bentuk kaki.
  • Tumit sepatu tidak bergeser ke bawah atau ke atas selama Anda berjalan.
  • Ada jarak sekitar 1 cm antara ujung jari-jari kaki dan ujung sepatu.
  • Tidak ketat atau sempit.
  • Fleksibel alias mudah digerakkan.
  • Sol tebal dan bantalan alas kaki.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah penyakit keturunan yang menyebabkan tubuh menyerap zat besi terlalu banyak. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Psoriasis Arthritis

Psoriasis arthritis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit dan persendian. Seperti apa ciri-ciri psoriasis arthritis, penyebab dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyakit Asam Urat (Gout)

Penyakit asam urat (gout) adalah peradangan sendi karena kadar asam urat yang terlalu tinggi. Cari tahu apa penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan rematik dan asam urat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri sendi

Ketahui Gejala, Penyebab Nyeri Sendi Hingga Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
leher kaku

Leher Kaku atau Sakit Leher Mengganggu? Ini Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
sistem gerak pada manusia

Sistem Gerak Pada Manusia dan Gangguannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 25 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
fibromyalgia

Fibromyalgia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit