home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Informasi Lengkap tentang Patah Tulang Rusuk untuk Anda Ketahui

Informasi Lengkap tentang Patah Tulang Rusuk untuk Anda Ketahui

Fraktur atau patah tulang adalah cedera yang dapat terjadi pada struktur tulang di bagian tubuh manapun. Salah satu bagian tubuh yang umum terkena kondisi ini, yaitu dada, tepatnya di bagian tulang rusuk. Lantas, apa ciri-ciri, penyebab, dan pengobatan untuk tulang rusuk yang patah? Berikut informasi lengkapnya untuk Anda.

Apa itu patah tulang rusuk?

Patah tulang rusuk adalah cedera umum yang terjadi ketika satu atau lebih tulang rusuk mengalami patah atau retak. Tulang rusuk itu sendiri adalah bagian tulang yang membungkus dada dan terdiri dari 12 pasang. Fungsi tulang rusuk adalah melindungi organ tubuh yang ada di bagian dada, seperti jantung dan paru-paru, serta membantu manusia untuk bernapas.

Di ujung tulang rusuk terdapat jaringan tebal (tulang rawan iga) yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada. Nah, patah tulang rawan iga ini juga kerap disebut sebagai patah tulang rusuk, meski tulang rusuk itu sendiri tidak patah.

Jenis patah tulang yang terjadi pada rusuk bisa nondisplaced fracture (kondisi ketika tulang tidak bergeser atau keluar dari tempatnya) atau displaced fracture (tulang yang patah bergeser atau keluar dari tempat asalnya). Dalam kebanyakan kasus, tulang rusuk yang mengalami fraktur tidak bergeser dari tempatnya dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam satu atau dua bulan.

Namun, pada kondisi yang parah, retak atau patahnya tulang rusuk dapat bergeser atau terjadi di tiga atau lebih tulang pada tempat yang berbeda (flail chest). Adapun kondisi tersebut lebih berisiko menyebabkan kerusakan pada organ dan pembuluh darah di sekitarnya serta menimbulkan kesulitan bernapas.

Ciri-ciri dan gejala patah tulang rusuk

Tulang rusuk yang patah kadang tak terlihat atau tampak dari luar. Namun, umumnya Anda akan merasakan gejala tertentu bila mengalami fraktur pada tulang rusuk. Berikut adalah ciri-ciri, tanda-tanda, atau gejala patah tulang rusuk yang biasanya timbul:

  • Rasa nyeri yang hebat di bagian dada, terutama ketika bernapas, batuk, menekuk atau memutar tubuh, serta menekan tulang dada dan di sekitar tulang terjadinya cedera.
  • Pembengkakan atau terasa lembut di sekitar tulang rusuk yang mengalami cedera.
  • Terkadang ada memar di kulit sekitar tulang yang patah.
  • Terdengar suara retakan saat tulang patah.

Selain gejala-gejala di atas, biasanya penderita patah tulang rusuk akan mengalami kesulitan bernapas. Saat Anda kesulitan bernapas akibat fraktur di tulang rusuk, Anda umumnya akan merasakan beberapa gejala, seperti:

  • Mengalami sesak napas.
  • Merasa cemas, gelisah, atau takut.
  • Mengalami sakit kepala.
  • Merasa pusing, lelah, atau mengantuk.

Bila Anda merasakan ciri-ciri atau gejala patah tulang rusuk di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter, terutama jika Anda baru mengalami cedera akibat benturan keras di dada. Konsultasikan pula ke dokter bila Anda khawatir akan gejala tertentu di area dada yang tidak disebutkan di atas.

Penyebab dan faktor risiko patah tulang rusuk

penyebab jantung berdebar

Penyebab patah tulang rusuk yang umum adalah tekanan atau benturan langsung ke arah dada. Tekanan ini biasanya terjadi saat Anda mengalami kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh, kekerasan atau pelecehan pada anak, atau benturan saat berolahraga.

Namun, fraktur pada tulang rusuk juga dapat terjadi karena trauma berulang dari olahraga, seperti golf dan mendayung, batuk parah yang berkepanjangan, serta menjalani cardiopulmonary resuscitation (CPR) yang bisa menghancurkan dada.

Selain penyebab-penyebab tersebut, ada pula beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami patah tulang rusuk. Faktor-faktor risiko tersebut adalah:

  • Menderita osteoporosis, yaitu kondisi yang menyebabkan tulang melemah sehingga lebih rentan mengalami patah tulang.
  • Atlet atau bermain olahraga kontak, seperti hoki atau sepak bola, yang meningkatkan risiko trauma dada, atau jenis olahraga lain yang melakukan gerakan berulang, seperti mendayung atau golf.
  • Lesi atau jaringan abnormal (kanker) di tulang rusuk, yang dapat melemahkan tulang dan membuatnya lebih rentan patah hanya dengan tekanan ringan, seperti batuk.

Komplikasi yang mungkin terjadi dari patah tulang rusuk

Tulang rusuk yang mengalami fraktur dapat merusak pembuluh darah dan organ tubuh yang berada di dalamnya. Pada kondisi ini, komplikasi akibat fraktur di tulang rusuk sangat mungkin terjadi. Berikut beberapa komplikasi yang mungkin ditimbulkan dari tulang rusuk yang patah:

  • Aorta robek atau tertusuk

Patahan tulang yang tajam di salah satu dari tiga tulang rusuk pertama atau bagian atas dapat merobek aorta atau pembuluh darah lain di sekitarnya. Adapun rusaknya pembuluh darah ini dapat menyebabkan perdarahan yang serius.

  • Pneumothorax

Bila tulang rusuk yang mengalami fraktur terjadi di bagian tengah dada, patahan yang tajam tersebut dapat menusuk atau merobek paru-paru dan menyebabkan paru-paru menjadi kolaps (pneumothorax). Adapun pneumothorax adalah kondisi ketika terjadi penumpukan udara di ruang antara paru-paru dan dinding dada (rongga pleura).

Kondisi ini menyebabkan paru-paru sulit mengembang saat bernapas, sehingga menimbulkan sesak napas dan nyeri dada pada penderitanya.

  • Pneumonia

Kesulitan bernapas dan batuk pada penderita fraktur tulang rusuk dapat menyebabkan penumpukan lendir atau dahak di paru-paru sehingga bisa menimbulkan infeksi, seperti pneumonia. Dilansir dari The Korean Journal of Thoracic and Cardiovascular Surgery, pneumonia merupakan komplikasi patah tulang rusuk yang paling sering terjadi, dengan angka kasus mencapai 70 persen.

  • Robeknya limpa, hati, atau ginjal

Bila tulang rusuk yang mengalami fraktur berada di bagian bawah, patahan tulang yang tajam dapat merobek organ yang berada di bawah dada, seperti limpa, hati, atau ginjal.

Namun, komplikasi ini sangat jarang terjadi karena tulang rusuk di bawah lebih lentur dibandingkan tulang-tulang rusuk di atas dan tengah, sehingga lebih jarang mengalami fraktur. Meski jarang, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan serius pada ketiga organ tersebut.

Cara mendiagnosis patah tulang rusuk

Untuk mendiagnosis patah tulang rusuk, dokter akan menanyakan gejala apa saja yang Anda alami serta bagaimana cedera dapat terjadi. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menekan secara perlahan bagian tulang rusuk Anda.

Dokter juga mungkin akan mendengarkan paru-paru Anda dan melihat gerakan kerangka rusuk sewaktu Anda bernapas, untuk mengidentifikasi apakah Anda mengalami kesulitan saat bernapas. Setelah itu, dokter mungkin akan melakukan satu atau beberapa tes pencitraan berikut untuk memastikan diagnosisnya:

  • Sinar-X. Tidak semua fraktur pada tulang rusuk dapat terlihat dengan sinar-X, terutama bila hanya terjadi retak. Namun, sinar-X juga dapat membantu dokter dalam mendiagnosis kolaps paru-paru.
  • CT scan. Tes ini umumnya dibutuhkan bila Anda mengalami cedera tulang rusuk yang kompleks, seperti cedera pada jaringan lunak dan pembuluh darah, yang tidak dapat terdeteksi oleh sinar-X.
  • MRI. Tes ini umumnya dilakukan untuk mendeteksi kerusakan pada jaringan lunak dan organ di sekitar tulang rusuk atau membantu deteksi fraktur tulang rusuk yang lebih halus.
  • Scan tulang. Tes ini bermanfaat untuk mendeteksi jenis fraktur stres di tulang rusuk yang umum terjadi akibat gerakan atau trauma berulang.

Pengobatan untuk patah tulang rusuk

obat covid-19

Sebagian besar kasus patah tulang rusuk dapat sembuh dengan sendirinya dalam tiga hingga enam minggu. Anda hanya perlu beristirahat dan membatasi aktivitas untuk membantu proses penyembuhan tersebut.

Meski demikian, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter untuk melihat seberapa parah kondisi yang Anda miliki. Tingkat keparahan tersebut menentukan apakah Anda memerlukan pengobatan patah tulang tertentu untuk membantu proses penyembuhan fraktur tulang rusuk Anda.

Namun, secara umum, obat dan pengobatan dari dokter untuk fraktur di tulang rusuk, yaitu:

  • Obat-obatan

Salah satu tujuan pengobatan untuk fraktur tulang rusuk adalah meredakan rasa nyeri yang Anda alami. Pasalnya, rasa nyeri yang muncul bisa menyebabkan Anda sulit menarik napas dalam dan meningkatkan risiko terkena pneumonia.

Beberapa obat yang biasanya diberikan dokter, seperti parasetamol, ibuprofen, naproxen, atau obat oral lain yang lebih kuat. Jika obat-obatan oral tidak cukup membantu, dokter dapat menganjurkan suntikan anestesi yang bertahan lama di sekitar saraf yang menopang tulang rusuk.

  • Terapi

Setelah nyeri Anda terkendali, dokter umumya akan meminta Anda untuk menjalani terapi. Selama terapi, Anda akan mendapat latihan pernapasan guna membantu Anda bernapas lebih dalam. Pasalnya, napas yang pendek dapat meningkatkan risiko terjadinya pneumonia.

  • Operasi

Operasi adalah prosedur pengobatan yang sangat jarang dilakukan untuk mengobati fraktur di tulang rusuk. Operasi patah tulang biasanya hanya direkomendasikan untuk cedera yang sangat kompleks dan parah, seperti mengalami flail chest atau kondisi yang membuat pernapasan menjadi sangat sulit dilakukan sehingga dibutuhkan alat bantu pernapasan.

Pada kondisi ini, operasi dilakukan dengan memasang pelat atau sekrup untuk mensejajarkan kembali tulang dan menahannya pada posisi yang tepat. Dengan operasi ini, pasien diharapkan dapat kembali bernapas dengan baik, sehingga membantu proses penyembuhan dan terhindar dari komplikasi.

Pengobatan di rumah yang dapat membantu pemulihan patah tulang rusuk

Selain secara medis dari dokter, Anda dapat membantu proses penyembuhan patah tulang rusuk dengan melakukan perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut ini:

  • Kompres es ke area tulang rusuk yang mengalami fraktur secara teratur selama beberapa hari pertama setelah mengalami cedera untuk membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
  • Beristirahat dan bila perlu ambil cuti kerja.
  • Sebisa mungkin melakukan gerakan ringan pada bahu untuk membantu bernapas dan membersihkan lendir dari paru-paru.
  • Sementara Anda melakukan pemulihan, penting untuk batuk atau menarik napas sedalam mungkin setidaknya satu kali dalam satu jam. Bila akan batuk, pegang bantal di dada Anda untuk mengurangi rasa sakit.
  • Berusaha untuk tidur lebih nyenyak pada malam hari.
  • Jika tulang rusuk Anda retak tetapi leher atau punggung Anda tidak cedera, sebaiknya Anda berbaring miring ke samping untuk membantu Anda bernapas lebih dalam.

Selain pengobatan rumahan yang dapat membantu penyembuhan, Anda pun perlu menghindari hal-hal yang dapat memperlambat pemulihan, seperti:

  • Balut area sekitar dada dengan perban, belat, atau alat pembungkus lainnya. Hal ini justru dapat menyulitkan Anda bernapas dan meningkatkan risiko terjadi pneumonia.
  • Jangan berbaring atau diam untuk waktu yang lama.
  • Jangan mengangkat benda berat.
  • Jangan melakukan olahraga apapun yang membuat rasa nyeri Anda semakin parah.
  • Jangan merokok atau mengonsumsi makanan untuk patah tulang tertentu yang dapat memperlambat proses pemulihan tulang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mayo Clinic. 2020. Broken ribs. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/broken-ribs/diagnosis-treatment/drc-20350769. Accessed October 19, 2020.

Michigan Medicine. 2020. Fractured Rib. https://www.uofmhealth.org/health-library/zt1003spec. Accessed October 19, 2020.

NHS. 2020. Broken or bruised ribs. https://www.nhs.uk/conditions/broken-or-bruised-ribs/. Accessed October 19, 2020.

Oxford University Hospitals – NHS. 2020. Rib fractures and chest injury. https://www.ouh.nhs.uk/patient-guide/leaflets/files/32029Pchest.pdf. Accessed October 19, 2020.

Winchester Hospital. 2020. Rib Fracture. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=11591. Accessed October 19, 2020.

Yale Medicine. 2020. Rib Fracture. https://www.yalemedicine.org/conditions/rib-fracture/. Accessed October 19, 2020.

Bemelman, M., de Kruijf, M. W., van Baal, M., & Leenen, L. (2017). Rib Fractures: To Fix or Not to Fix? An Evidence-Based Algorithm. The Korean journal of thoracic and cardiovascular surgery50(4), 229–234. https://doi.org/10.5090/kjtcs.2017.50.4.229.

Talbot, B. S., Gange, C. P., Chaturverdi, A., Klionsky, N., Hobbs, S. K., & Chaturvedi, A. (2017). Traumatic Rib Injury: Patterns, Imaging Pitfalls, Complications, and Treatment. RadioGraphics. 37(2): 628-651. https://doi.org/10.1148/rg.2017160100
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal diperbarui 07/11/2020
x