Apa Penyebab Patah Tulang Spiral, dan Bagaimana Cara Menanganinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Patah tulang merupakan kondisi yang umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja. Tapi berbeda dengan kedua patah tulang lainnya, patah tulang spiral merupakan kondisi yang paling serius dengan risiko komplikasi yang lebih banyak. Patah tulang spiral dapat terjadi pada tulang yang berbentuk panjang seperti tulang lengan, jari, tulang paha, serta kaki bagian bawah. Apa penyebabnya, dan bagaimana cara menanganinya agar tak berujung pada komplikasi fatal?

Apa penyebab patah tulang spiral?

Patah tulang spiral terjadi ketika salah satu ujung bagian tubuh mengalami perbedaan tekanan pada bagian tubuh lainnya sehingga terjadi puntiran yang kuat dan menyebabkan tulang patah. Tekanan tersebut juga dapat menyebabkan patahan tulang yang terlepas dari kedua bagian yang patah.

Misalnya ketika bagian tubuh atas sedang bergerak dengan kecepatan yang tinggi namun kaki tidak dapat bergerak sehingga patah tulang dapat terjadi pada bagian tulang paha (tibia).

Patah tulang spiral sering diakibatkan oleh beberapa hal seperti:

  • Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan benturan dua kendaraan
  • Menahan tubuh dengan tangan atau kaki saat sedang terjatuh
  • Cedera saat sedang berolahraga, di mana tangan atau kaki saling terjerat
  • Tindak KDRT di mana pelaku sengaja menarik tangan korban terlalu kuat
  • Tangan atau kaki terpelintir saat mengalami kekerasan

Gejala patah tulang spiral

Patah tulang dapat terjadi secara stabil, di mana tulang tetap berada pada tempatnya maupun patah tulang terbuka sehingga menyebabkan luka lecet. Meski tanpa luka terbuka pun, patah tulang dapat menyebabkan rasa sakit yang sangat kuat. Beberapa gejala lainnya yang berkaitan dengan patah tulang spiral antara lain:

  • Tubuh menjadi tidak stabil terutama pada bagian tubuh yang mengalami patah tulang
  • Terjadi pembengkakan kulit yang tertekan oleh tulang di sekitar tulang yang mengalami patah
  • Tidak dapat meluruskan bagian tubuh yang mengalami patah tulang baik kaki maupun tangan
  • Terdapat tanda lecet disertai memar
  • Peradangan pada bagian tulang yang patah
  • Menurun atau hilangnya denyut nadi pada bagian pergelangan sekitar tulang patah.

Patah tulang spiral merupakan kondisi serius yang perlu segera ditangani oleh profesional medis. Menjelaskan secara spesifik terkait gejala dan kronologi yang menyebabkan patah tulang dapat membantu pemeriksaan fisik dan diagnosis yang tepat.

Bagaimana cara penanganan patah tulang spiral?

Selain pemeriksaan fisik penegakan diagnosis juga memerlukan pemeriksaan sinar-X dan CT scan. Hal tersebut diperlukan untuk melihat ada atau tidaknya serpihan tulang dan kerusakan pada persendian terdekat dengan tulang yang patah.

Penanganan patah tulang spiral akan bergantung pada keparahan tulang yang patah. Jika tulang yang patah tetap berada pada tempatnya maka tindak medisnya akan difokuskan untuk menjaga agar tulang tidak bergerak dari tempatnya selama sekitar enam minggu.

Namun jika terdapat serpihan tulang maka perlu operasi untuk menyesuaikan tulang dan serpihan pada tempatnya. Keparahan patah tulang dapat berubah seiring berjalannya proses penanganan. Selain itu penanganan otot dan pembuluh darah juga perlu dilakukan jika serpihan tulang menyebabkan kerusakan. Penyesuaian tulang juga mungkin memerlukan alat bantu yang diletakan di sekitar tulang yang patah dapat bersifat sementara ataupun permanen.

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat patah tulang spiral tidak tertangani

Jika tidak ditangani patah tulang spiral dapat mengancam nyawa. Komplikasi patah tulang spiral berkaitan dengan beberapa masalah otot dan tulang lainnya yang juga mungkin muncul setelah tulang yang patah dioperasi.

Komplikasi yang sering disebabkan patah tulang spiral antara lain:

  • Kerusakan pembuluh darah dan sel saraf
  • Aliran darah ke kaki berhenti akibat inflamasi dan pembengkakan
  • Kerusakan otot
  • Infeksi tulang osteomyelitis atau infeksi kronis lainnya pada bagian tulang dalam
  • Sepsis yang dipicu oleh infeksi yang serius
  • Regenerasi tulang abnormal
  • Emboli paru akibat kerusakan pembuluh darah dan keping darah memasuki saluran menuju paru.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Cedera Testis dan Cara Menanganinya

Walau cedera testis relatif jarang terjadi, kaum Adam tetap harus berhati-hati karena tak menutup kemungkinan Anda bisa mengalaminya suatu saat nanti.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Jangan Cuma Ditontonin! Lakukan ini Jika Anda Melihat Kecelakaan di Jalan

Kecelakaan lalu lintas selalu menarik perhatian. Tapi jangan cuma ditontonin. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu mereka yang membutuhkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Penyebab Muncul Rasa Nyeri pada Bahu dan Cara Mengatasinya

Nyeri pada bahu bisa menghambat kemampuan Anda untuk bergerak bebas jika tidak ditangani dengan baik. Begini cara yang benar untuk obati bahu yang sakit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 17 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Epidural Hematoma

Epidural hematoma adalah perdarahan otak yang biasanya disebabkan oleh cedera kepala berat dari kecelakaan lalu lintas. Apa gejalanya dan apa bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 16 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

patah tulang atau fraktur

Mengapa Patah Tulang pada Anak Lebih Cepat Sembuh Daripada Orang Dewasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
hubungan abusive

Cara Mengetahui Jika Anda Berada Dalam Hubungan yang Abusive

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
gerakan olahraga melatih kelenturan tubuh

10 Gerakan Olahraga Untuk Meraih Kelenturan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
patah tulang selangka

Patah Tulang Selangka

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit