Patah Tulang Kaki dan Tungkai

Patah Tulang Kaki dan Tungkai

Sebagai bagian penting dari sistem gerak, patah atau fraktur pada tulang kaki dan tungkai bisa menyebabkan Anda kesulitan berjalan dan menjalankan aktivitas.

Lantas, bagaimana jenis fraktur tersebut dapat terjadi? Berikut penjelasan lengkap mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatan patah tulang kaki dan tungkai.

Apa itu patah tulang kaki dan tungkai?

Patah tulang kaki dan tungkai adalah kondisi ketika satu atau lebih tulang yang berada di kaki dan tungkai mengalami patah, retak, atau pecah.

Tulang yang patah di kaki dan tungkai ini bisa terjadi di bagian manapun, dari paha (fraktur femur), tungkai bawah (fraktur tibia dan fibula), hingga pergelangan, telapak, dan jari kaki.

Jenis fraktur yang terjadi di bagian tulang ini pun bisa beragam. Namun, fraktur stres merupakan jenis patah tulang yang sering terjadi di kaki dan pergelangan kaki.

Jenis patah tulang yang bisa terjadi pada kaki dan tungkai

patah tulang atau fraktur

Tergantung lokasi patahannya, berikut adalah beberapa jenis fraktur yang bisa terjadi pada bagian tulang kaki dan tungkai.

1. Fraktur femur

Fraktur femur adalah patah tulang yang terjadi di tungkai bagian atas atau disebut paha. Ini merupakan tulang terbesar, terkuat, dan terpanjang di tubuh.

Dengan demikian, patah tulang paha atau fraktur femur ini umumnya terjadi hanya dengan tekanan atau benturan yang sangat kuat.

2. Fraktur tibia dan fibula

Fraktur tibia dan fibula adalah kondisi ketika tulang di tungkai bawah, yaitu tibia (tulang kering) dan fibula (tulang betis) mengalami patah.

Meski bisa terjadi secara bersamaan, tetapi fraktur tibia lebih umum terjadi ketimbang fibula. Namun, keduanya merupakan cedera pada tulang tungkai yang paling umum.

3. Patah pergelangan kaki

Patah pergelangan kaki adalah kondisi ketika satu atau lebih tulang yang membentuk sendi pergelangan kaki menjadi patah atau retak.

Adapun tulang-tulang yang membentuk pergelangan kaki ini, yaitu bagian bawah tibia dan fibula serta talus (tulang kecil yang berada di antara tulang tumit serta tibia dan fibula).

4. Patah jari kaki

Patah jari kaki terjadi ketika tulang falang mengalami retak atau patah. Tulang falang merupakan bagian tulang kecil yang membentuk jari.

Terdapat dua tulang falang yang membentuk ibu jari kaki. Sementara keempat jari kaki lainnya masing-masing memiliki tiga tulang falang.

5. Fraktur Jones

Fraktur Jones adalah kondisi patah tulang yang terjadi pada tulang kecil dari tulang metatarsal kelima.

Metatarsal kelima merupakan tulang panjang di bagian luar kaki yang terhubung ke jari kelingking. Jenis fraktur ini lebih sulit disembuhkan karena bagian tulang tersebut menerima lebih sedikit darah.

Tanda dan gejala patah tulang kaki dan tungkai

Gejala patah tulang pada kaki dan tungkai yang umum terjadi, yaitu sebagai berikut.

  • Rasa nyeri yang hebat, yang umumnya memburuk ketika bergerak.
  • Memar, bengkak, dan terasa lembut di sekitar kaki atau tungkai yang mengalami fraktur.
  • Deformitas atau kelainan bentuk pada kaki.
  • Kesulitan berdiri, berjalan, atau menahan beban.
  • Mati rasa pada kaki atau tungkai.
  • Terdengar suara retakan saat tulang mengalami patah.

Pada kondisi yang parah, seperti mengalami fraktur terbuka, tulang yang patah bisa menembus ke kulit dan menimbulkan luka.

Penyebab patah tulang kaki dan tungkai

penyebab fraktur atau patah tulang

Penyebab patah tulang atau fraktur yang umum adalah tekanan atau benturan yang kuat.

Pada patah tulang kaki dan tungkai, hal ini bisa terjadi karena beberapa hal, seperti berikut.

  • Jatuh, seperti tersandung (penyebab umum patah pergelangan kaki) atau jatuh dari ketinggian dengan posisi berdiri.
  • Kecelakaan kendaraan bermotor.
  • Cedera saat melakukan olahraga kontak.
  • Kejatuhan barang berat ke area kaki, terutama telapak dan jari kaki, yang merupakan penyebab umum fraktur jones.
  • Penggunaan kaki secara berlebihan dapat menyebabkan tulang kaki retak atau fraktur stres, seperti lari jarak jauh atau melompat.

Faktor risiko patah tulang kaki dan tungkai

Beberapa faktor disebut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fraktur di kaki dan tungkai. Berikut adalah beberapa faktor risiko tersebut.

  • Seorang atlet atau sering melakukan aktivitas olahraga intensitas berat, seperti bola basket, sepak bola, senam, tenis, lari, senam, hoki, dan sebagainya.
  • Penggunaan teknik atau peralatan olahraga yang tidak tepat, seperti menggunakan sepatu dengan tidak benar atau tidak melakukan pemanasan sebelum olahraga.
  • Bekerja di lingkungan yang berisiko mengalami jatuh dari ketinggian atau kejatuhan benda berat, seperti lokasi konstruksi.
  • Kondisi tertentu yang melemahkan tulang, seperti osteoporosis.
  • Kebiasaan merokok.

Cara mendiagnosis patah tulang kaki dan tungkai

Untuk mendiagnosis fraktur yang terjadi di kaki atau tungkai, dokter akan menanyakan bagaimana cedera terjadi, gejala yang Anda rasakan, serta riwayat kesehatan Anda.

Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengecek tanda-tanda patah tulang yang mungkin terlihat.

Bila dicurigai mengalami fraktur, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes pencitraan, seperti berikut ini.

Tes lainnya juga mungkin akan dokter lakukan untuk membantu dokter mendiagnosis patah tulang yang tidak terlihat pada sinar-X atau bila memiliki kondisi medis tertentu.

Bagaimana cara mengobati kaki patah?

merawat gips patah tulang

Obat dan pengobatan patah tulang pada kaki atau tungkai bisa beragam. Hal ini tergantung pada beberapa hal berikut ini.

  • Lokasi tulang yang mengalami patah.
  • Penyebab cedera.
  • Jenis fraktur.
  • Tingkat keparahan.
  • Usia serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Namun, secara umum, pengobatan untuk fraktur di bagian kaki atau tungkai adalah sebagai berikut.

1. Gips atau alat penyangga lain

Mengurangi pergerakan dan menahan posisi tulang yang patah di tempat yang tepat adalah hal yang penting dalam proses penyembuhan fraktur, termasuk di bagian kaki dan tungkai.

Salah satu cara untuk memenuhi hal tersebut adalah dengan memasang gips, belat, brace, boot, atau sepatu dengan sol yang kaku, di area kaki atau tungkai yang mengalami fraktur.

Namun, sebelum memasang alat tersebut, dokter akan terlebih dahulu memastikan tulang Anda berada di posisi yang tepat dan normal.

Bila bergeser, dokter akan mensejajarkan posisi tulang Anda terlebih dahulu agar sembuh dan kembali menyatu pada posisi yang benar.

2. Obat-obatan

Anda pun mungkin perlu mengonsumsi obat-obatan untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan akibat patah tulang di paha, tungkai bawah, pergelangan, telapak, atau jari kaki.

Obat yang umumnya diberikan dokter, yaitu pereda nyeri, seperti parasetamol, ibuprofen, atau obat lain yang lebih kuat.

3. Operasi

Pada kondisi fraktur yang parah, Anda mungkin perlu menjalani operasi untuk mensejajarkan dan membantu proses penyembuhan.

Saat operasi, pen patah tulang, baik secara internal maupun eksternal, akan dipasangkan untuk menahan tulang yang patah berada di posisi yang tepat selama masa penyembuhan.

Umumnya, prosedur ini akan dijalankan bila Anda memiliki kondisi tertentu, seperti berikut ini.

  • Fraktur lebih dari satu tulang.
  • Tulang yang patah bergeser cukup jauh.
  • Fraktur telah memengaruhi sendi.
  • Timbul kerusakan ligamen di sekitarnya.
  • Fraktur telah meluas ke sendi.
  • Kecelakaan yang parah hingga menyebabkan fraktur terbuka.
  • Tidak sembuh dengan hanya menggunakan gips atau alat penyangga lainnya.

Operasi juga merupakan pengobatan yang paling umum dilakukan untuk membantu proses penyembuhan fraktur femur atau patah tulang paha, baik di kanan maupun kiri.

4. Terapi fisik

Begitu tulang Anda dinyatakan sembuh, Anda umumnya memerlukan rehabilitasi atau terapi fisik.

Terapi ini bertujuan untuk mengurangi kekakuan dan meningkatkan rentang gerak pada kaki dan tungkai yang mengalami cedera.

Berapa lama penyembuhan patah tulang kaki?

Anda dinyatakan sembuh bila tulang yang patah sudah menyambung kembali atau keretakan telah hilang.

Adapun lamanya proses penyembuhan tersebut bisa berbeda-beda, tergantung lokasi spesifik tulang yang mengalami cedera, usia, dan tingkat keparahannya.

Pada fraktur femur atau patah tulang paha, lama penyembuhan bisa mencapai 3—6 bulan, sedangkan fraktur tibia (tulang kering) dan fibula (tulang betis) bisa selama 4—6 bulan.

Sementara pada patah pergelangan kaki, umumnya dibutuhkan waktu hingga 6 minggu agar tulang sembuh. Adapun fraktur jones dan jari kaki bisa sembuh dalam waktu 6—8 minggu.

Lamanya proses penyembuhan pun bisa lebih lama bila Anda mengalami jenis fraktur terbuka yang berisiko mengalami infeksi, tingkat keparahannya tinggi, atau memiliki kondisi medis tertentu.

Adapun pada anak-anak, proses penyembuhannya bisa lebih cepat.

Selama masa penyembuhan tersebut, Anda mungkin perlu menggunakan kruk atau alat penyangga lain saat menjalankan aktivitas, seperti berjalan, berdiri terlalu lama, dan lainnya.

Lalu kapan bisa berjalan setelah patah tulang kaki atau tungkai? Ikuti selalu instruksi dokter mengenai waktu yang tepat untuk dapat berjalan normal dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

Tips mempercepat proses pemulihan setelah patah kaki dan tungkai

perawatan patah tulang kaki

Untuk mempercepat proses pemulihan, Anda dapat mengikuti tips-tips di bawah ini selama masa penyembuhan dan pemulihan dari fraktur kaki dan tungkai yang Anda alami. Berikut adalah tipsnya.

  • Mengonsumsi makanan untuk patah tulang yang direkomendasikan, seperti susu, dan menghindari asupan yang dapat memperlambat pemulihan.
  • Kompres dengan es ke area kaki dan tungkai yang mengalami nyeri dan pembengkakan.
  • Tidak menyetir selama masih menggunakan gips, boot, atau alat penyangga lainnya.
  • Angkat kaki yang cedera saat beristirahat untuk membantu mengurangi pembengkakan.

Perlu diingat

Setelah sembuh, jangan tergesa-gesa untuk kembali beraktivitas normal, terutama kegiatan yang berat. Mulailah kembali ke aktivitas secara perlahan dan sesuai petunjuk dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan