home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-hati, Bipolar Disorder Ternyata Bisa Menurun Dalam Keluarga

Hati-hati, Bipolar Disorder Ternyata Bisa Menurun Dalam Keluarga

Anda mungkin lebih sering mendengar penyakit diabetes, asma, kanker, hingga rematik, sebagai penyakit keturunan. Sekarang, bagaimana dengan bipolar disorder? Kondisi yang dapat membuat suasana hati pengidapnya berubah drastis ini, turut masuk dalam daftar penyakit akibat genetik. Lantas, benarkah penyebab bipolar disorder itu karena keturunan?

Bipolar disorder berasal dari keturunan, benarkah?

Terkadang bisa sangat bahagia sampai tertawa lepas, tapi setelahnya langsung merasa sedih, terpuruk, bahkan hingga menangis sesenggukan. Inilah ciri orang dengan bipolar disorder.

Jika selama ini struktur otak lebih sering dikaitkan sebagai penyebab bipolar disorder, ternyata pengaruh genetik yang diturunkan dari keluarga turut memiliki andil terhadap kondisi kejiwaan dan perubahaan mood yang ekstrem.

Greg Simon, MD, seorang psikiater di Group Health Cooperative sekaligus penasihat ilmiah di Depression and Bipolar Support Alliance, mengungkapkan bahwa seseorang dengan anggota keluarga yang memiliki bipolar disorder, punya risiko untuk mengalami gangguan kejiwaan tersebut.

Pernyataan tersebut turut didukung oleh sebuah ulasan dari Neuroscience di tahun 2009, bahwa peluang seseorang mengalami gangguan bipolar disorder bisa semakin meningkat ketika memiliki anggota keluarga dekat yang juga mengalami bipolar disorder.

perbedaan skizofrenia dan bipolar disorder

Bukan hanya satu, tapi ada banyak gen penyebab bipolar disorder

Melansir dari laman Web MD, berbagai penelitian menyimpulkan bahwa orang yang memiliki bipolar disorder karena faktor genetik, setidaknya punya satu orang anggota keluarga dekat yang juga mengalami depresi atau gangguan bipolar disorder.

Di sini, para peneliti meyakini bahwa gen pewaris bipolar disorder tidak hanya satu. Melainkan ada banyak gen, di mana masing-masing gen tersebut memiliki keterkaitan tersendiri dengan berbagai faktor lainnya, seperti stres, gaya hidup, pola tidur, dan lain sebagainya.

Meski begitu, tidak semua penyebab bipolar disorder diturunkan melalui gen dalam keluarga. Hanya sekitar 60-80 persen peluang bipolar disorder disebabkan oleh genetik. Singkatnya, genetik bukanlah satu-satunya faktor penyebab bipolar disorder.

Ada orang yang memiliki bipolar disorder tapi bukan karena genetik. Bahkan, ada pula orang yang tidak mengalami bipolar disorder meskipun ada anggota keluarganya memilikinya.

pasangan bipolar

Selain itu, masih ada hal lain penyebab bipolar disorder

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, walaupun punya peluang yang cukup besar, tapi genetik bukan semata-mata menjadi penyebab bipolar disorder. Beberapa faktor berikut ini turut memberikan andil besar terhadap gangguan bipolar:

Struktur otak

Struktur otak yang dimiliki orang dengan bipolar disorder biasanya berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya. Adanya perubahan fisik, cedera, dan hal lainnya terkait fungsi otak, sedikit banyak dapat memengaruhi struktur neurotransmitter atau zat kimia di dalam otak.

Perubahan inilah yang kemudian akan dengan mudah memengaruhi suasana hati pengidap bipolar disorder.

Pengaruh lingkungan sekitar

Pernah mengalami peristiwa yang traumatis sebelumnya, stres, maupun depresi, bisa memicu munculnya gangguan bipolar. Entah itu karena dipecat dari pekerjaan, kematian orang tercinta, keretakan rumah tangga, maupun kejadian yang sangat mengguncang jiwa lainnya.

Bahkan, kebiasaan harian yang kurang baik, seperti konsumsi alkohol, obat-obatan terlarang, serta kurang tidur, dipercaya sebagai beragam hal yang juga bisa memicu terjadinya bipolar disorder.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is Bipolar Disorder Hereditary? https://www.healthline.com/health/is-bipolar-disorder-hereditary Diakses pada 5 Desember 2018.

Bipolar Disorder: Who’s At Risk? https://www.webmd.com/bipolar-disorder/guide/bipolar-disorder-whos-at-risk#1 Diakses pada 5 Desember 2018.

Is Bipolar Disorder Hereditary? https://www.health.com/health/condition-article/0,,20275258,00.html Diakses pada 5 Desember 2018.

The Chances of Having Hereditary Bipolar Disorder. https://www.verywellmind.com/will-my-child-inherit-my-bipolar-disorder-380477 Diakses pada 5 Desember 2018.

Neuroscience. The Genetics of Bipolar Disorder. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0306452209005764 Diakses pada 5 Desember 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 04/11/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x