home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

Gangguan bipolar atau bipolar disorder sering kali disahalahartikan sebagai bentuk kecacatan karakter seseorang. Ini karena ciri bipolar disorder biasanya ditandai dengan gejolak emosi yang berlebihan. Meski demikian, tidak hanya itu ciri-ciri yang khas pada penderita penyakit bipolar. Anda perlu mengetahui ciri-ciri tersebut agar bisa menentukan kapan kerabat, pasangan, atau diri Anda sendiri perlu mendapatkan penanganan medis. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan tepat, gejalanya bisa memburuk dan menyebabkan komplikasi berbahaya.

Ciri-ciri bipolar disorder yang khas

cara menghadapi pasangan bipolar

Bipolar adalah gangguan mental yang disebabkan oleh faktor-faktor biologis yang berada di luar kendali penderitanya, seperti genetik (keturunan) dan kelainan fungsi otak. Sayangnya, tanda bipolar disorder pun kerap diabaikan begitu saja atau hanya dianggap sebagai tanda-tanda stres. Padahal, bipolar tidak sesederhana stres atau depresi.

Gangguan ini disebut bipolar (yang berarti dua kutub) karena penderitanya menunjukkan dua kutub emosi atau suasana hati yang sangat berbeda. Kutub yang pertama adalah mania, yaitu fase atau episode kebahagiaan ekstrem dan meledak-ledak. Sementara kutub yang kedua adalah depresi, di mana penderitanya akan merasa begitu sedih, sendu, tidak bersemangat, dan sangat lesu.

Pada penderita bipolar, perubahan suasana hati dari mania ke depresi dan sebaliknya merupakan ciri yang paling khas. Namun, yang membedakan gangguan bipolar dengan perubahan suasana hati secara umum adalah intensitasnya. Penderita bipolar bisa menunjukkan fase mania dan depresi yang sangat parah sehingga mereka dapat kehilangan kendali atas emosinya sendiri.

Di setiap fase tersebut pun, baik mania maupun depresi, gejala, tingkat keparahan, dan lamanya muncul gejala bisa bervariasi. Seseorang mungkin merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan. Perubahan mood tersebut pun mungkin muncul selama beberapa kali dalam setahun.

10 ciri bipolar disorder fase mania

Pada fase mania, penderita bipolar biasanya menunjukkan perilaku yang ekstrem dan tak terkendali. Di fase kebahagiaan yang meledak-ledak ini, dikenal pula dengan sebutan hipomania.

Dilansir dari Mayo Clinic, mania dan hipomania merupakan dua jenis episode yang berbeda, tetapi memiliki gejala yang sama. Hipomania umumnya menunjukkan ciri bipolar disorder yang lebih ringan daripada mania. Sementara pada mania, gejala bisa lebih parah hingga penderitanya tidak bisa menjalani aktivitas sehari-hari, seperti bersekolah dan kerja, hingga harus masuk rumah sakit.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah gejala atau ciri-ciri penderita bipolar diosder yang umum muncul pada fase mania dan hipomania:

  1. Rasa gembira dan kepercayaan diri yang berlebihan (euforia).
  2. Berenergi dan bersemangat hingga tidak bisa diam (harus bergerak terus atau berjalan mondar-mandir).
  3. Bicara sangat cepat tentang banyak topik berbeda yang tidak biasa.
  4. Tidak merasa ingin tidur atau merasa tidak butuh tidur yang lama.
  5. Merasa seperti pikirannya berpacu atau tidak terkendali.
  6. Mudah tersinggung atau perasaannya sangat sensitif.
  7. Mudah teralihkan.
  8. Mampu melakukan banyak aktivitas sekaligus.
  9. Tidak ingin makan atau nafsu makan menurun.
  10. Membuat keputusan yang buruk atau bertingkah sembrono, seperti belanja gila-gilaan, berhubungan seks dengan sembrono, mengemudi ugal-ugalan, atau mabuk minuman keras.

Khusus pada fase mania, penderita gangguan bipolar bisa mengalami psikosis, yaitu tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada dalam pikirannya. Pada kondisi ini, delusi dan halusinasi merupakan ciri bipolar disorder yang paling khas.

10 ciri bipolar disorder fase depresi

Bunuh diri covid-19

Fase atau episode depresi mencakup gejala yang cukup parah hingga penderitanya kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Pada kasus yang lebih parah, fase depresi ini sering kali sangat melemahkan sehingga penderitanya mungkin tidak dapat bangun dari tempat tidur.

Secara umum, penderita bipolar pada fase ini akan menunjukan kesedihan atau keputusasaan yang tidak wajar. Berikut adalah ciri-ciri bipolar dalam episode depresi:

  1. Suasana hati yang tertekan, seperti perasaan sedih, khawatir, hampa, atau putus asa.
  2. Kehilangan minat atau ketertarikan pada semua atau hampir semua aktivitas, termasuk yang tadinya disukai.
  3. Kehilangan tenaga dan energi secara drastis.
  4. Merasa tidak berharga, rasa bersalah yang berlebihan, atau tidak patas (minder).
  5. Sulit berkonsentrasi.
  6. Bicara sangat lambat atau banyak lupa.
  7. Perubahan pola makan secara drastis, entah nafsu makan hilang atau meningkat.
  8. Menarik diri dari lingkungan dan orang terdekat.
  9. Tidak mampu melakukan hal-hal sederhana.
  10. Terobsesi terhadap kematian, ingin bunuh diri, atau percobaan bunuh diri.

Sama seperti fase mania, fase depresi yang parah juga mungkin menimbulkan gejala psikosis, seperti halusinasi atau delusi. Pada kondisi ini, gangguan bipolar dan skizofrenia kerap sulit dibedakan. Penderita bipolar dengan ciri-ciri psikosis pun sering salah didiagnosis sebagai skizofrenia.

Pola perubahan fase depresi dan mania

Seseorang yang memiliki bipolar disorder mungkin mengalami fase mania lebih sering daripada depresi, atau sebaliknya. Hal ini tergantung pada jenis gangguan bipolar yang Anda alami.

Tak hanya itu, pola perubahan dari fase mania ke depresi, dan sebaliknya, pun bisa beragam. Siklus atau pola perubahan antar fase ini bisa sangat cepat. Namun, terkadang, perubahannya terjadi secara lambat, sehingga penderita bipolar masih bisa merasakan suasana hati yang normal di antara kedua fase tersebut.

Terkadang pula, seseorang mengalami fase mania dan depresi secara bersamaan. Episode semacam ini disebut dengan fitur campuran. National Institue of Mental Health menyebut, seseorang yang mengalami episode campuran ini mungkin merasa sangat sedih, hampa, atau putus asa, tetapi pada saat yang sama juga merasa bersemangat.

Ciri-ciri gangguan bipolar yang perlu diwaspadai

Gangguan bipolar adalah kondisi yang sangat ekstrem. Seseorang dengan gangguan ini mungkin tidak menyadari bahwa dirinya sedang dalam fase mania atau depresi.

Setelah fase atau episode gejala selesai, mungkin penderita baru menyadari atau bahkan terkejut atas perilaku tidak wajar yang telah dilakukan. Terkadang, penderita bipolar pun kerap tidak menyadari bahwa perubahan suasana hatinya yang tidak stabil dapat mengganggu kehidupan dirinya dan orang yang dicintainya.

Oleh karena itu, jika Anda,teman dan pasangan Anda mengalami satu atau lebih gejala depresi atau mania di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater. Dengan bantuan profesional, Anda dan kerabat Anda bisa memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.

Tak hanya itu, Anda pun perlu mewaspadai gejala tertentu yang mungkin membahayakan kondisi Anda atau teman dan pasangan Anda. Jika Anda, teman, atau pasangan memiliki pikiran atau perilaku yang menyakit diri sendiri dan orang lain, termasuk keinginan bunuh diri, sebaiknya segera pergi ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

NIMH » Depression Basics. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/publications/depression/index.shtml.

Bipolar disorder – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bipolar-disorder/symptoms-causes/syc-20355955.

Bipolar disorder | NAMI: National Alliance on Mental Illness. Nami.org. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Mental-Health-Conditions/Bipolar-Disorder.

What Are Bipolar Disorders?. Psychiatry.org. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.psychiatry.org/patients-families/bipolar-disorders/what-are-bipolar-disorders.

Bipolar disorder – Symptoms. nhs.uk. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/bipolar-disorder/symptoms/.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal diperbarui 08/02/2021
x