3 Cara Mengatasi Episode Bipolar Disorder

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bipolar disorder adalah kondisi kelainan mental, yang disebut sebagai kelainan bipolar atau manic depression, yang ditandai dengan perubahan mood yang ekstrem, dari kondisi manik hingga depresif. Orang yang menderita bipolar mania akan merasa semangat, impulsif, euphoria dan penuh energi; kemudian merasa depresi, marah atau putus asa. Perubahan pada mood dapat menjadi sangat parah dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari Anda, seperti menjaga hubungan personal, bekerja atau belajar di sekolah. Untungnya, hal ini dapat disembuhkan dengan kombinasi obat-obatan dan terapi.

1. Terapi obat-obatan

Dokter biasanya meresepkan penstabil mood atau obat-obatan anticonvulsant. Antidepresan juga dapat diberikan untuk mengatasi pemicu episode bipolar. Stabilisator dapat meliputi: lithium carbonate, obat-obatan antipsychotic atau anticonvulsant. Penting untuk diingat bahwa obat-obatan diperlukan untuk kelainan bipolar, sehingga Anda direkomendasi untuk mengonsumsi obat-obatan sesuai petunjuk. Beberapa obat dapat memiliki efek samping, seperti pemicu gejala manik, yang perlu Anda konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Pengobatan untuk episode bipolar memerlukan kesabaran, karena diperlukan beberapa waktu untuk obat-obatan bekerja secara efektif pada kondisi Anda.

Jika terdapat perubahan pada penggunaan obat atau masalah pada gejala, segera hubungi dokter untuk mendapatkan petunjuk yang tepat terhadap kondisi Anda.

2. Pengobatan psikologis

Selain obat-obatan, terapi psikologis juga berguna untuk mengurangi gejala, seperti:

  • Psychoeducation: terapi ini memberikan informasi yang penting tentang kelainan bipolar, seperti penyebab, gejala dan pencegahan. Hal ini dapat membantu Anda mengerti lebih tentang episode bipolar dan tanda-tanda peringatan untuk meminimalisir pemicu.
  • Cognitive behavioral therapy (CBT): terapi ini juga dikenal sebagai terapi bicara yang dapat membantu Anda mengatasi masalah dengan mengubah pikiran dan perilaku Anda. Selama terapi, Anda akan melakukan beberapa sesi bicara dengan terapis Anda untuk membagi masalah Anda menjadi beberapa bagian. Terapis akan membantu Anda menganalisa area-area ini dan mengajari Anda untuk mengaplikasikan yang telah Anda pelajari pada kehidupan sehari-hari Anda.
  • Terapi keluarga: terapi ini terfokus pada hubungan keluarga dan mendorong setiap anggota keluarga untuk memperkuat hubungan keluarga untuk meningkatkan kesehatan mental. Dipercaya bahwa keluarga adalah pengobatan psikologis yang terbaik untuk kelainan mental.

3. Mengubah kebiasaan gaya hidup

Gaya hidup sehari-hari Anda memiliki dampak positif dan negatif pada kesehatan mental Anda. Mengubah kebiasaan yang baik memiliki peran penting dalam pengobatan bipolar mania. Maka dari itu, penting untuk mendapat tidur yang cukup, makan yang sehat dan aktivitas fisik yang sehat, seperti yoga atau olahraga setiap hari. Batasi dan hindari penggunaan obat-obatan, rokok dan alkohol. Jika Anda seorang perokok atau peminum alkohol, Anda perlu berhenti merokok atau minum alkohol, karena hal-hal tersebut dapat memperburuk kelainan secara fisik dan mental. Belajarlah untuk mengatasi stress dan rencanakan relaksasi dan kegembiraan yang dapat membantu menyeimbangkan mood Anda dengan baik. Anda dapat meminta keluarga atau teman-teman untuk mendukung Anda. Mengunjungi dokter secara rutin juga adalah hal yang baik untuk mengendalikan episode bipolar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

    Jika Anda sering panik mendadak tanpa sebab, mungkin Anda mengalami panic attack. Apa itu panic attack dan apa bedanya dengan anxiety?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Depresi bisa menyerang kapan saja. Tapi pada sebagian orang, depresi hanya muncul di pagi hari. Inilah yang dinamakan depresi pagi hari.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Kesehatan Mental, Gangguan Mood 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    7 Siasat Ini Bisa Jadi Senjata Anda untuk Membangun Kepercayaan Diri

    Tidak semua orang punya kepercayaan diri yang tinggi. Lalu, bagaimana membangun kepercayaan diri agar bisa berhadapan dengan dunia luar?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Kleptomania

    Kleptomania atau klepto adalah kondisi gangguan perilaku yang dilakukan dengan mencuri atau mengutil. Apa saja Penyebab dan Gejalanya? Simak Selengkapnya di Hello Sehat

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    sedih

    11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
    pacar posesif

    Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    cara mengendalikan ego adalah

    Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    mengatasi kesepian

    5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit