Apa Bedanya Depresi dan Gangguan Bipolar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dari kacamata orang awam, gejala depresi dan gangguan bipolar (bipolar disorder) sedikit banyak tampak mirip. Umumnya baik pengidap depresi atau gangguan bipolar akan mengalami kehilangan minat untuk hidup, bahkan sampai kehilangan “selera” terhadap segala sesuatu yang dulunya ia cintai. Namun, layaknya dua sisi koin, keduanya adalah kondisi medis yang bertolak belakang. Tahukah Anda apa sebenarnya yang menjadi pembeda antara depresi dan bipolar? Simak artikel ini lebih lanjut untuk cari tahu apa beda depresi dan bipolar.

Apa yang jadi beda depresi dan bipolar disorder?

Depresi dapat disebut dengan istilah unipolar depression, sedangkan bipolar disorder dikenal dengan istilah bipolar depression.

Depresi adalah gangguan kejiwaan yang membuat seseorang merasa nelangsa sedih berkelanjutan hingga berada pada titik terendahnya, dan amat putus asa hingga kehilangan motivasi dan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Kebalikannya, gangguan bipolar ditandai dengan perubahaan mood ekstrim yang biasa kita kenal dengan istilah mood swings. Gangguan bipolar membuat pengidapnya mengalami perasaan gembira dan semangat yang berlebihan dan tak kunjung mereda (sering disebut mania) di satu waktu, dan kemudian bisa mengalami kesedihan tiada tara di lain waktu.

Berbagai tanda dan gejala yang bisa membedakan depresi dan gangguan bipolar

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai apa saja beda depresi dan bipolar disorder, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda perhatikan:

Penyebab depresi dan gangguan bipolar berbeda total

Meskipun hingga saat ini para peneliti belum menemukan secara pasti apa penyebab bipolar, mereka meyakini bahwa faktor genetik lebih berperan penting dalam menyebabkan bipolar. Dua zat kimia di otak, serotonin dan norepinephrine, menjadi berantakan pada seseorang yang mengalami bipolar. Sedangkan depresi lebih dipengaruhi oleh beragam hal, mulai dari faktor genetik, perubahan hormon, penggunaan obat-obatan, hingga stress kronis.

Depresi menyebabkan sedih berkelanjutan, bipolar menyebabkan seseorang bolak-balik merasa bahagia dan sedih

Gangguan bipolar menyebabkan seseorang mengalami dua fase berbeda, yaitu fase ‘’mania’’ dan ‘’depresi’’ yang bisa muncul bergantian. Gejolak perubahan mood ini bisa terjadi drastis, dan  seringkali muncul tidak sesuai dengan situasi-kondisi yang sedang terjadi. Misalnya, pada saat sedang hangout hura-hura bersama teman, pengidap bipolar malah merasa sedih tanpa sebab.

Ketika seseorang berada pada fase ‘’mania’’ maka seseorang akan berada pada puncak mood, sangat bersemangat, tidak bisa tidur, banyak bicara dibanding biasanya, berbicara sangat cepat, gampang teralihkan konsentrasinya, dan berpikir jangka pendek tanpa berpikir akibatnya. Fase ‘’mania’’ biasanya berlangsung selama 7 hari. Di antara fase ‘’mania’’ dan ‘’depresi’’, terdapat fase ‘’psychosis’’ yang merupakan suatu kondisi dimana seseorang akan merasa asing terhadap dunianya dan berhalusinasi –atau memiliki ide-ide yang tidak masuk akal. Sementara ketika seorang bipolar berada pada fase ‘’depresi’’, ia cenderung mengalami gejala yang sama seperti orang yang mengalami depresi.

Biasanya, seseorang dapat mengembangkan kecenderungan bipolar pada rentang usia remaja hingga 30an.

Beda penyakit, beda pula gejala yang ditimbulkan

Beda depresi dan bipolar disorder seringkali sulit untuk dibuat diagnosis resminya karena kedua gangguan mental ini sering menunjukkan gejala yang sama. Namun, ada beberapa hal yang dapat menjadi pembeda untuk menentukan diagnosis apakah seseorang mengalami depresi atau gangguan bipolar

Depresi dapat ditandai dengan gejala fisik seperti munculnya perasaan sakit nyata di tubuhnya (baik yang dapat dijelaskan sebabnya ataupun tidak), munculnya perasaan sedih/cemas, putus asa, marah, kehilangan ketertarikan terhadap sesuatu hal atau kehilangan ketertarikan untuk berinteraksi dengan lingkungan, kehilangan nafsu makan, kesulitan untuk tidur atau insomnia, kesulitan untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, mengingat, halusinasi, dan munculnya pikiran untuk melukai diri sendiri.

Sedangkan ciri orang yang mengidap gangguan bipolar dapat diamati dengan kecenderungan untuk melukai diri sendiri, suasana hati yang tidak stabil atau berubah secara drastis, dan lebih sensitif terhadap sesuatu.

Beda depresi dan bipolar bisa dilihat dari obatnya

Beda depresi dan bipolar, maka pengobatannya pun juga berbeda. Depresi bisa berlangsung singkat, dan pada kasus depresi klinis yang berlangsung lama, pilihan pengobatan termasuk mengikuti konseling CBT dengan psikoterapis atau menggunakan resep obat antidepresanSedangkan pada pengidap bipolar biasanya akan mendapatkan pengobatan yang lebih intens, karena bipolar merupakan kondisi yang dapat berlangsung seumur hidup dan lebih kompleks tergantung dari tingkat keparahan fase yang dialaminya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Jika Anda sering panik mendadak tanpa sebab, mungkin Anda mengalami panic attack. Apa itu panic attack dan apa bedanya dengan anxiety?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Depresi bisa menyerang kapan saja. Tapi pada sebagian orang, depresi hanya muncul di pagi hari. Inilah yang dinamakan depresi pagi hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Siasat Ini Bisa Jadi Senjata Anda untuk Membangun Kepercayaan Diri

Tidak semua orang punya kepercayaan diri yang tinggi. Lalu, bagaimana membangun kepercayaan diri agar bisa berhadapan dengan dunia luar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
pacar posesif

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat sering menangis

Ini Alasan Orang yang Sering Menangis, Justru Mentalnya Sekuat Baja

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara mengendalikan ego adalah

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit