Dengan mendidik anak perempuan, dunia bisa menjadi lebih baik. Setujukah Anda dengan pernyataan tersebut?

Sebagai orangtua, Anda tentu menginginkan yang terbaik bagi gadis kecil Anda hingga ia dewasa kelak. Sayangnya, di era modern ini masyarakat masih saja sering mengesampingkan peran dan suara perempuan. Jadi bila sejak kecil mental anak perempuan Anda tidak disiapkan, akan sulit baginya untuk menjadi sosok yang tangguh dan mandiri.

Bagaimana caranya mendidik anak perempuan dengan nilai pemberdayaan dan kesetaraan gender? Ini dia tips-tipsnya.

1. Tanamkan kepercayaan diri

Kepercayaan diri adalah modal utama untuk membentuk kepribadian anak perempuan. Jadi usahakan untuk menanamkan kepercayaan diri, bukan keraguan. Hindari mengkritik anak seperti, “Anak perempuan kok makannya rakus? Tidak lihat badanmu sudah segitu besar?” atau, “Anak perempuan jangan main panas-panasan di luar. Jadi gosong kulitmu. Bagaimana mau dapat jodoh nanti?” Kritikan-kritikan pedas tanpa disadari membuat anak berkecil hati.

Lebih baik bangun kepercayaan dirinya secara positif. Misalnya dengan mengajari anak mengendalikan nafsu makan dan berolahraga rutin. Anda juga bisa memuji kualitas baik anak seperti, “Tadi kamu hebat sekali waktu main sepak bola! Ibu bangga lihatnya.”

2. Kembangkan minat dan bakatnya

Bagian penting dari mendidik anak perempuan adalah menggali minat dan bakatnya. Bahkan jika ia punya bakat yang tidak begitu lumrah buat anak perempuan, misalnya bela diri. Dengan begitu, anak perempuan bisa mengembangkan dirinya secara maksimal tanpa ada unsur paksaan.

Sementara kalau Anda memaksakan anak perempuan pokoknya harus jago main musik atau menari, bisa jadi anak merasa tidak cocok. Akhirnya ia pun melakukannya setengah hati dan tidak bisa menggapai mimpinya.

Ingat, yang terpenting adalah memberi kesempatan bagi putri Anda untuk menjelajahi berbagai kesempatan. Kemudian, percayakan anak untuk menentukan sendiri bidang apa yang paling diminati dan dikuasainya.

3. Mencoba berbagai hal baru

Perluas wawasan anak perempuan dengan mencoba berbagai hal dan pengalaman baru. Ini akan membantunya beradaptasi dengan keberagaman dan belajar menyelesaikan masalah. Daripada pergi ke mal terus, Anda bisa mengajak anak jalan-jalan ke kota atau daerah yang budayanya sangat berbeda dengan tempat tinggal Anda saat ini.

Atau kalau selama ini anak selalu minta diantar ke sekolah. Sesekali cobalah untuk bersepeda bersama putri Anda. Ia akan belajar bahwa ada banyak cara untuk pergi ke sekolah, tak harus diantar dengan sepeda motor misalnya. Ia juga akan belajar memecahkan masalah dan jadi mandiri bila suatu hari Anda berhalangan mengantarnya ke sekolah.

4. Ajari anak mengambil keputusan

Mendidik anak perempuan bukan berarti mendikte segala keputusan untuknya. Justru Anda perlu melatih kemampuannya mengambil keputusan. Suatu hari nanti, anak akan tumbuh jadi wanita yang berpendirian dan bertekad. Tak melulu bergantung pada orang lain untuk menentukan pilihan baginya.

Mulai dengan hal sederhana seperti menanyakan apakah anak lebih memilih pergi ke pesta ulang tahun teman sekelasnya atau ikut ujian renang yang kebetulan jatuh di hari yang sama. Atau biarkan anak memilih sendiri satu barang yang mau dibeli, buku bacaan atau mainan baru.

5. Dengarkan anak

Anak perempuan yang tangguh tahu bahwa pendapatnya penting dan patut didengar. Jadi, Anda harus belajar untuk mendengarkan anak. Jangan selalu berasumsi Anda tahu apa yang dirasakan atau dipikirkan putri Anda. Sebaliknya, dengarkan dan tanya anak lebih jauh soal pikiran dan perasaannya.

Misalnya jika anak mengeluh soal tugas sekolahnya. Tak perlu langsung memarahi anak, apalagi menuduhnya malas. Anda justru bisa bertanya, “Kenapa kamu merasa malas? Menurutmu kira-kira bagaimana caranya supaya malasnya bisa hilang?” Dari jawabannya, Anda bisa memberikan nasihat yang tepat. Ia juga jadi tahu bahwa Anda menghargai perasaannya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca