home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma atau Cedera Mata

Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma atau Cedera Mata

Setiap manusia pasti sangat bergantung pada mata untuk melihat dunia. Namun, tidak menutup kemungkinan berbagai gangguan dari luar berpotensi merusak mata dan mengakibatkan trauma atau cedera. Bila tidak ditangani dengan baik, trauma pada mata berisiko menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kehilangan penglihatan.

Apa itu trauma mata?

Trauma mata atau cedera mata adalah rusaknya jaringan pada bagian-bagian mata, seperti kelopak, saraf, atau rongga orbital. Kerusakan terjadi karena adanya benda tajam, tumpul, atau zat kimia yang mengenai mata.

Trauma mata umumnya disebabkan oleh masuknya suatu partikel ke dalam mata, seperti debu, serpihan kayu, kaca, logam, beton, atau zat keras lainnya. Selain itu, partikel kimia, uap dan energi radiasi juga dapat menyebabkan cedera pada mata.

Kondisi ini harus ditangani dengan tindakan medis sesegera mungkin agar fungsi dan kesehatan mata tidak terancam. Apabila keadaannya sangat darurat, pertolongan pertama juga penting dilakukan untuk mencegah cedera semakin parah.

Apa saja penyebab trauma mata?

Trauma atau cedera mata bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari yang bersifat ringan hingga fatal. Penyebabnya sendiri dapat dibagi menjadi 2, yaitu trauma mekanik dan nonmekanik.

Pada kasus trauma mekanik, cedera terjadi akibat benda tumpul, sayatan, benda asing pada bola mata, penetrasi (objek menyayat atau menusuk mata), serta kerusakan dinding bola mata. Sementara itu, trauma nonmekanik bisa disebabkan oleh paparan zat kimia, radiasi, atau panas.

Berikut adalah beberapa kondisi yang paling umum mengakibatkan cedera mata:

1. Pukulan benda tumpul

Ketika mata terkena benda tumpul dalam kecepatan tinggi, seperti bola, batu, atau bahkan pukulan seseorang, hal tersebut berpotensi merusak mata, kelopak, hingga otot dan tulang di sekitar mata.

Apabila trauma bersifat ringan, kemungkinan kelopak mata akan membengkak dan membiru. Pada kondisi yang lebih parah, perdarahan atau kerusakan tulang dapat terjadi di sekitar dan dalam mata.

2. Sayatan benda tajam

Benda tajam yang mengenai mata, seperti tongkat, pisau, bahkan kuku jari, bisa melukai kornea dan mengakibatkan trauma.

Luka atau sayatan yang ringan biasanya dapat sembuh sendiri. Namun, jika benda tajam menyayat terlalu dalam, hal tersebut berisiko mengganggu penglihatan.

3. Benda asing masuk mata

Butiran pasir, serpihan kayu, serta pecahan kaca adalah beberapa contoh benda asing yang bisa masuk mata. Benda tersebut yang bisa menimbulkan luka dan trauma pada mata.

Ketika Anda mengalami kondisi ini, Anda mungkin akan merasa tidak nyaman dan mata lebih berair. Anda juga akan merasakan sensasi seperti ada yang mengganjal di dalam mata Anda.

4. Paparan zat kimia

Sebenarnya, ketika Anda keramas dan mata Anda kemasukan sampo atau sabun, itu berarti mata Anda telah terpapar zat kimia. Namun, kondisi tersebut bersifat ringan dan hanya menimbulkan sedikit rasa menyengat di mata.

Terdapat jenis-jenis zat kimia tertentu yang bisa menimbulkan luka bakar dan trauma mata serius. Beberapa di antaranya adalah alkali, asam, serta asap pembakaran. Ketika mata terkena zat-zat tersebut, mata akan mengalami gejala-gejala iritasi parah yang bahkan berpotensi mengakibatkan kebutaan.

5. Radiasi

Radiasi yang paling umum berisiko menyebabkan cedera mata adalah sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Hal ini biasanya terjadi setelah Anda beraktivitas di bawah sinar matahari terlalu lama tanpa perlindungan, seperti tidak menggunakan kacamata hitam.

Dalam jangka panjang, paparan sinar UV meningkatkan risiko Anda terkena katarak atau degenerasi makula di usia tua.

Cara mengatasi dan mengobati trauma mata

Beberapa kondisi cedera mata bisa diatasi sendiri di rumah dengan cara-cara sederhana. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba:

Mengatasi trauma mata akibat benda tumpul

Untuk kasus mata yang biru dan membengkak akibat hantaman benda tumpul, Anda bisa melakukan cara-cara berikut yang dilansir dari Mayo Clinic:

  • Kompres mata dengan air dingin sesegera mungkin. Tekan kain atau handuk yang dibasahi air dingin dengan perlahan. Namun, pastikan Anda hanya menekan bagian sekitar mata dan hindari memberi tekanan langsung pada bola mata Anda.
  • Setelah pembengkakan sudah membaik dalam beberapa hari, kompres mata dengan air hangat selama beberapa kali sehari.

Apabila ada perdarahan di sklera (bagian putih mata) atau iris (bagian mata yang berwarna), jangan tunda waktu untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis mata.

Selain itu, segera periksakan diri ke dokter jika muncul gejala-gejala seperti penglihatan kabur atau berbayang, sakit mata yang parah, memar di kedua mata, serta perdarahan dari hidung.

Mengatasi trauma akibat benda asing masuk mata

Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan untuk mengambil partikel yang masuk ke mata, namun tidak menancap atau menusuk mata:

  • Berkediplah selama beberapa kali hingga air mata dapat membawa keluar benda asing yang masuk mata.
  • Tarik kelopak mata atas Anda ke bawah, dan dekatkan ke bulu mata kelopak bawah Anda. Dengan demikian, bulu mata tersebut dapat membersihkan dan mengeluarkan benda asing dari dalam mata.
  • Gunakan air bersih atau air saline untuk membilas mata Anda.

Jika benda asing masih ada atau menancap pada mata, segera hubungi dokter. Benda asing yang tertahan di mata dapat menyebabkan perubahan jaringan dan mengembangkan bekas luka.

Mengatasi trauma akibat luka atau sayatan di mata

Jika mata terluka karena sayatan benda tajam atau benda asing yang masuk mata, kondisi ini tergolong serius dan berpotensi menimbulkan bahaya pada mata. Oleh karena itu, Anda harus segera mencari bantuan medis.

Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama yang perlu Anda lakukan selama menunggu bantuan medis datang:

  • Pasang pelindung di mata yang terluka, namun pastikan pelindung tersebut tidak menempel langsung ke bola mata. Anda bisa menggunakan gelas plastik atau kertas yang direkatkan dengan selotip.
  • Hindari membilas mata dengan air.
  • Hindari membuang atau mengambil objek yang menusuk atau tersangkut di mata.
  • Hindari menekan atau mengucek mata.
  • Hindari konsumsi obat seperti aspirin, ibuprofen, atau obat NSAID. Obat-obatan tersebut berisiko meningkatkan perdarahan pada mata.

Mengatasi trauma akibat paparan zat kimia

Mata yang terkena zat kimia juga dikategorikan sebagai kasus yang serius, terlebih jika Anda mengalami luka bakar yang parah di mata. Untuk kondisi ini, Anda juga harus segera mencari bantuan medis.

Yang bisa Anda lakukan sebagai pertolongan pertama adalah membilas mata dengan air yang banyak.

Hal yang tidak boleh dilakukan pada cedera mata

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dihindari ketika terjadi cedera mata:

  • Jangan pernah menyentuh mata untuk memeriksa benda asing di dalamnya sebelum Anda mencuci tangan terlebih dahulu. Jika tidak, kotoran mungkin akan masuk ke mata dan menyebabkan cedera parah.
  • Jangan pernah bertindak dengan kasar, ini mungkin akan memperburuk cedera bola mata.
  • Jangan pernah melepaskan benda asing dengan tusuk gigi, batang korek, pisau, magnet, atau benda yang lain.
  • Jangan mencabut benda yang tertancap di mata. Ingatlah untuk membawa pasien ke dokter jika objek asing tertancap di dalam mata.

Saran terbaik adalah untuk pergi ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya. Hal ini penting agar Anda mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi trauma mata Anda.

Proses pemulihan cedera mata

Setelah Anda mendapatkan pertolongan medis, Anda mungkin perlu melakukan rawat jalan. Dokter akan memasang patch atau penutup mata untuk menghindari cedera mata semakin parah.

Dalam beberapa kasus trauma mata yang parah, Anda mungkin perlu diberikan obat antibiotik khusus untuk mencegah peradangan dalam bola mata atau endoftalmitis.

Proses pemulihan yang dibutuhkan setelah cedera mata akan berbeda-beda pada setiap jenis kasus. Hal ini akan tergantung pada jenis cedera, luas area mata yang terdampak, serta seberapa cepat pasien mendapatkan pertolongan medis.

Konsultasikan pertanyaan atau keluhan Anda langsung ke dokter mata untuk mencegah kondisi bertambah parah sekaligus untuk mempercepat pemulihan. Tanyakan juga pada dokter apa saja pantangan yang harus dipatuhi dalam masa penyembuhan setelah mata mengalami cedera.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gudgel, D. (2019). Recognizing and Treating Eye Injuries – American Academy of Ophthalmology. Retrieved October 15, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/injuries 

Hemmati, HD., Colby, KA. (2012).Treating Acute Chemical Injuries of the Cornea – American Academy of Ophthalmology. Retrieved October 15, 2020, from https://www.aao.org/eyenet/article/treating-acute-chemical-injuries-of-cornea 

Boyd, K., Gudgel, D. (2019). First Aid for Eye Scratches – American Academy of Ophthalmology. Retrieved October 15, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/first-aid-eye-scratches 

Black eye: First aid – Mayo Clinic. (2020). Retrieved October 15, 2020, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-black-eye/basics/ART-20056675?p=1 

Chemical splash in the eye: First aid – Mayo Clinic. (2020). Retrieved October 15, 2020, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-eye-emergency/basics/ART-20056647?p=1 

Yaylaci, S., Kayayurt, K. (n.d.). Eye Trauma – International Emergency Medicine Education Project. Retrieved October 15, 2020, from https://iem-student.org/eye-trauma/ 

Kegawatdaruratan Mata akibat Trauma Mekanik – Cicendo Eye Hospital. (n.d.). Retrieved October 15, 2020, from https://www.cicendoeyehospital.org/index.php/component/content/article/795-kegawatdaruratan-mata-akibat-trauma-mekanik.html 

Eye Injuries – Cleveland Clinic. (n.d.). Retrieved October 15, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16988-eye-injuries 

Eye trauma – Perth Children’s Hospital. (2018). Retrieved October 15, 2020, from https://pch.health.wa.gov.au/For-health-professionals/Emergency-Department-Guidelines/Eye-trauma 

Burns to the Eye – University of Michigan Health System. (2019). Retrieved October 15, 2020, from https://www.uofmhealth.org/health-library/chbey 

Trief, D., Chodosh, J., Colby, K., Chang, A. (2020). Chemical (Alkali and Acid) Injury of the Conjunctiva and Cornea – EyeWiki. Retrieved October 15, 2020, from https://eyewiki.aao.org/Chemical_(Alkali_and_Acid)_Injury_of_the_Conjunctiva_and_Cornea 

Mohseni, M., Blair, K., Bragg, BN. (2020). Blunt Eye Trauma. StatPearls.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Adinda Rudystina
Tanggal diperbarui 08/09/2016
x