Mata Sering Berkedip, Inilah Penyebab dan Cara Penanganannya

    Mata Sering Berkedip, Inilah Penyebab dan Cara Penanganannya

    Berkedip adalah salah satu refleks tubuh yang normal. Namun, terkadang, ada beberapa orang yang memiliki mata sering berkedip lebih dari biasanya. Apa penyebabnya? Normalkah itu terjadi? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

    Normalkah mata sering berkedip?

    Berkedip gunanya untuk mencegah mata kering serta melindungi dari cahaya yang terlalu terang atau benda asing lainnya yang akan masuk ke mata.

    Selain itu, berkedip merupakan cara alami tubuh untuk membersihkan selaput lendir mata dan mengalirkan air mata ke permukaan mata agar jaringan tetap terlumasi dan sehat.

    Tingkat kedipan mata normal untuk kebanyakan orang dewasa berkisar antara 8 hingga 20 kedipan per menit. Namun, mata akan sering berkedip ketika Anda berbicara, gugup, kesakitan, atau ketika Anda terkena cahaya yang sangat terang.

    Sayangnya, ada beberapa orang yang memiliki kondisi mata sering berkedip lebih dari biasanya. Kedipan yang berlebih kadang melibatkan satu atau dua mata sekaligus.

    Beberapa orang juga mengalami mata sering berkedip dibarengi dengan gerakan lainnya (tics) di wajah, kepala atau leher. Kedipan yang berlebihan dapat dianggap tidak normal jika terjadi kondisi berikut.

    • Memengaruhi aktivitas sehari-hari.
    • Menganggu penglihatan, misal ketika sedang mengemudi.
    • Kedipan berlangsung selama berjam-jam.

    Jika Anda mengalami hal-hal ini, kemungkinan ada masalah neurologis atau saraf dan harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

    Penyebab mata sering berkedip

    mata sering berkedip

    Banyak hal yang dapat menyebabkan mata berkedip berlebihan. Anda perlu waspada jika mata sering berkedip disertai dengan gejala lain, seperti mata merah, nyeri, atau bengkak, atau mata berair.

    Dalam beberapa kasus, sangat jarang mata berkedip berlebihan adalah tanda sindrom neurologis yang serius. Jika benar, Anda biasanya memiliki gejala neurologis lainnya.

    Merangkum Disha Eye Hospitals dan berbagai situs lainnya, beberapa penyebab umum dari mata sering berkedip diantaranya sebagai berikut.

    • Mata lelah atau tegang.
    • Bulu mata yang tumbuh ke dalam.
    • Goresan pada mata (abrasi kornea).
    • Debu atau sesuatu yang lain di mata.
    • Kejang kelopak mata (blefarospasme).
    • Alergi.
    • Mata kering.
    • Infeksi mata atau pinkeye (konjungtivitis).
    • Facial tics atau kebiasaan.
    • Kelopak mata yang tidak terbentuk dengan cara yang benar.
    • Masalah penglihatan yang tidak diobati.
    • Mata tidak rata atau bersilangan (esotropia).
    • Masalah neurologis atau psikologis.
    • Kecemasan.

    Meski jarang terjadi, kondisi yang lebih serius di bawah ini juga bisa menjadi penyebab mata sering berkedip.

    • Penyakit Wilson, yaitu kondisi genetik langka yang disebabkan oleh terlalu banyak tembaga dalam tubuh.
    • Multiple Sclerosis, yaitu penyakit otak dan sumsum tulang belakang.
    • Sindrom Tourette, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan Anda membuat gerakan atau suara yang tidak terkendali.

    Kendati demikian, segera beritahu dokter jika Anda memiliki tanda-tanda lain yang mengarah pada kondisi yang lebih serius.

    Cara mengatasi mata berkedip terus

    cara mengatasi mata sering berkedip

    Mata berkedip berlebihan biasanya tidak terkait dengan kondisi kesehatan yang serius. Seringkali, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, apabila Anda membutuhkan perawatan, pilihannya tergantung pada penyebabnya, seperti berikut.

    1. Iritasi mata

    Mata sering berkedip yang disebabkan oleh iritasi mata dapat diobati dengan metode berikut ini.

    • Menghindari penyebab iritasi mata.
    • Kompres dengan air hangat untuk meredakan mata yang terinfeksi atau teriritasi.
    • Obati dengan obat tetes mata.
    • Antibiotik untuk melarutkan iritasi dan tetes mata.
    • Menggunakan penutup mata yang dapat digunakan untuk mengobati abrasi kornea.
    • Menghilangkan bulu mata yang tumbuh ke dalam yang biasanya menyebabkan iritasi pada mata.

    2. Ketegangan mata

    Ketegangan mata atau mata yang lelah dapat terjadi karena berbagai alasan. Kebanyakan orang mengalami mata lelah karena penggunaan gadget atau bekerja secara berlebihan.

    Mengurangi paparan Anda terhadap hal-hal yang menyebabkan ketegangan pada mata dapat membantu untuk menyembuhkan ketegangan mata. Anda juga harus menghindari bekerja atau menghabiskan waktu lama di depan komputer.

    3. Gangguan gerakan mata

    Masalah ini perlu didiagnosis dengan benar sebelum memberikan pengobatan yang tepat guna mengatasi masalah ini. Gangguan gerakan mata dapat diperbaiki dengan dua cara.

    Diantaranya, yaitu dengan melumpuhkan bagian mata orang tersebut atau melemahkan otot mata, atau memberikan suntikan botox.

    4. Masalah kesehatan umum

    Mungkin ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan mata sering berkedip. Masalah kesehatan mental dan fisik juga ternyata dapat menjadi salah satu faktornya.

    Akibat kondisi tersebut, mata yang sering berkedip bisa diatasi dengan cara berikut ini.

    • Tidur yang cukup dan teratur.
    • Melakukan meditasi.
    • Latihan pergerakan mata.
    • Manjakan diri dengan terapi mata oleh ahlinya.
    • Berlatih yoga setiap hari untuk meningkatkan kesehatan mata.

    5. Kondisi neurologis serius

    Mata berkedip terus juga bisa disebabkan oleh komplikasi kesehatan yang serius, seperti kondisi neurologis yang memengaruhi mata. Ini termasuk multiple sclerosis, sindrom Tourette, atau masalah lainnya.

    Untuk jenis kondisi neurologis ini, Anda mungkin perlu diobati dengan obat atau pengobatan, termasuk operasi, guna mengatasinya. Konsultasikan dengan dokter untuk jenis pengobatan yang tepat.

    Kapan harus segera pergi ke dokter?

    cara mengurangi mata minus

    Mata sering berkedip harus segera diperiksakan. Apalagi jika mengalami gejala lain, seperti mata merah, berair, nyeri, atau bengkak. Nantinya, dokter akan mendiagnosis penyebab dari gejala-gejalanya.

    Anda mungkin akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata lengkap untuk mencari tahu kemungkinan adanya masalah pada mata, seperti bulu mata masuk ke dalam, abrasi kornea (goresan di permukaan mata bagian depan), konjungtivitis, benda asing di mata, atau mata kering.

    Tanyakan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Excessive blinking. (2019, June 20). News-Medical.net. Retrieved 17 Mei 2022, from https://www.news-medical.net/health/Excessive-Blinking.aspx

    The benefits of blinking. (n.d.). Retrieved 17 Mei 2022, from https://www.aoa.org/news/clinical-eye-care/health-and-wellness/the-benefits-of-blinking?sso=y

    When is eye blinking a problem?. Disha Eye Care. (2022). Retrieved 17 Mei 2022, from https://www.dishaeye.org/blog/eye-blinking-problem/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui Jun 07
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto