home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mata Berkedip Itu Normal, Tapi Kalau Terlalu Sering Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Mata Berkedip Itu Normal, Tapi Kalau Terlalu Sering Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Berkedip adalah salah satu refleks tubuh yang normal. Berkedip gunanya untuk mencegah mata kering, melindungi dari cahaya yang terlalu terang, atau benda asing lainnya yang akan masuk ke mata. Berkedip juga berfungsi untuk mengatur air mata, membuat mata tetap sehat sembari membersihkan permukaan mata. Namun, kadang ada beberapa orang yang memiliki mata sering berkedip lebih dari biasanya. Apa penyebabnya?

Apa yang menyebabkan mata sering berkedip?

Umumnya menurut perkembangan usia, bayi akan berkedip sebanyak dua kali dalam satu menit.

Ketika beranjak remaja, seseorang akan lebih sering berkedip, menjadi 14 sampai 17 kali kedipan per menit dan hal ini akan menetap sampai Anda menua nanti.

Sayangnya, ada beberapa orang yang memiliki kondisi mata sering berkedip lebih dari biasanya. Kedipan yang berlebih kadang melibatkan satu saja atau dua mata sekaligus.

Beberapa orang juga mengalami mata sering berkedip dibarengi dengan gerakan lainnya (tics) di wajah, kepala atau leher.

Penyebab mata sering berkedip umumnya akibat mata kering, mata lelah, dan adanya rangsangan dari luar yang membuat refleks ini muncul berlebihan.

Refleks berkedip akan muncul ketika ada zat asing yang masuk ke dalam mata.

Hal lain yang menyebabkan mata sering berkedip juga bisa disebabkan reaksi alergi, sehingga mata butuh diberikan kelembaban dengan cara berkedip.

Pada kasus yang jarang berkedip berlebihan bisa ditandai karena adanya gangguan sistem saraf, stres, konjungtivitis, atau blepharitis (radang kelopak mata).

Kapan kondisi mata sering berkedip ini harus segera diatasi?

Mata sering berkedip ini harus segera diperiksakan, apalagi jika mengalami gejala lain seperti mata merah, berair, nyeri atau bengkak. Nantinya, dokter akan mendiagnosis penyebab dari gejala-gejalanya.

Anda mungkin akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata lengkap, misalnya untuk mengetahui ada masalah seperti bulu mata masuk ke dalam, abrasi kornea (goresan di permukaan mata bagian depan), konjungtivitis, benda asing di mata, atau mata kering.

Penyebab berkedipnya mata terlalu sering ini dapat diketahui dengan pemeriksaan alat yang disebut lampu celah (slit lamp).

Alat ini adalah mikroskop khusus yang digunakan untuk memperbesar mata. Kedipan yang berlebihan dapat dianggap tidak normal jika:

  • Memengaruhi aktivitas sehari-hari
  • Menganggu penglihatan Anda, contoh ketika sedang mengemudi
  • Kedipan berlangsung selama berjam-jam

Bagaimana cara mengatasi mata berkedip berlebihan?

Jika kedipan berlebih disebabkan oleh abrasi kornea atau atau konjungtivitis, dokter bisa memberikan obat tetes mata atau salep.

Dokter juga mungkin akan memberikan kacamata bila kedipan yang berlebihan disebabkan oleh penglihatan yang buram atau tidak jelas.

Sementara jika terjadi kelainan neurologis, dokter mata akan menyarankan Anda menjalani beda atau perawatan lainnya ke dokter ahli saraf.

Kondisi ini juga bisa disebabkan karena sindrom Tourette

Perlu diketahui juga, kedipan berlebih di mata ini bisa disebabkan karena sindrom Tourette.

Tourette merupakan kejang atau gerakan berulang (sangat cepat) yang terjadi saat sebagian atau bahkan seluruh tubuh bergerak berulang tiba-tiba, dan tidak dapat dikendalikan.

Anak-anak dan orang dewasa dapat menderita sindrom Tourette. Penyakit ini biasanya muncul pada usia 5 hingga 15 tahun.

Namun, dalam banyak kasus serangan penyakit ini menghilang seiring pertumbuhan pada anak-anak.

Saat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti, tetapi penyakit ini dapat diwariskan bersama dengan penyakit sistem saraf lainnya.

Sindrom Tourette merupakan penyakit yang kompleks, kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dengan faktor lingkungan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 11/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x