Awas, Retina Mata Bisa Lepas Kalau Minus Anda Semakin Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Berapa skor kacamata minus Anda? Sebaiknya mulai pertimbangkan untuk menjalani LASIK jika minus Anda tergolong tinggi. Pasalnya, semakin tinggi minus Anda, semakin tinggi pula risiko retina bisa terlepas dari bola mata. Kondisi ini disebut dengan ablasio retina, yang dapat menyebabkan penglihatan buram secara tiba-tiba — bahkan mungkin buta mendadak. Ablasio retina termasuk gawat darurat medis. Risiko ablasio retina ditemukan paling tinggi pada mata minus 8 dan lebih. Kenapa bisa begitu?

Apa itu ablasio retina?

Retina adalah lapisan tipis sel yang terletak pada bagian belakang bola mata yang bertugas menangkap cahaya. Cahaya yang diterima akan merangsang saraf mata untuk mengolahnya menjadi sinyal listrik yang akan dikirim ke otak supaya kita bisa melihat gambar.

Fungsi retina kurang lebih sama dengan fungsi film atau sensor pada kamera. Sensor kamera berfungsi menangkap cahaya, kemudian menerjemahkannya menjadi gambar. Ketika sensor kamera rusak, maka gambar yang dihasilkan akan terganggu atau malah tidak ada gambarnya sama sekali. Begitupun jika retina mata rusak. Akibatnya penglihatan akan buram bahkan mungkin tidak bisa melihat sama sekali.

                                                          Anatomi mata (sumber: glaucoma.org)

Ablasio retina adalah kondisi terlepasnya bagian retina dari jaringan pendukung sekitarnya di belakang bola mata. Ablasio retina mengakibatkan penglihatan buram tiba-tiba. Hal ini juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti kilatan cahaya bak flash kamera, terus menerus berkedip, tirai abu-abu yang menutupi sebagian penglihatan, floaters, hingga kebutaan mendadak.

Absatio retina lebih sering terjadi pada orang dewasa lanjut usia. Namun anak-anak dan orang dewasa muda yang memiliki mata minus tinggi alias rabun jauhnya sudah kepalang parah, terutama berisiko tinggi untuk mengalami hal ini.

Mengapa semakin tinggi mata minus, risiko ablasio retina meningkat?

Rabun jauh terjadi akibat bola mata yang terlalu panjang atau kornea yang melengkung terlalu curam, sehingga cahaya yang harusnya jatuh tepat di retina justru berada di depan retina mata.

Nah, orang yang memiliki rabun jauh parah (skor minusnya mencapai 8 atau bahkan lebih) berisiko tinggi mengalami ablasio retina. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya perpanjangan bola mata ke bagian depan yang semakin menipiskan periferal retina secara paksa.

Penipisan lapisan retina ini lama-lama dapat menyebabkan retina sobek sehingga cairan vitreus (cairan di bagian tengah bola mata) akan merembes masuk di celah antara retina dan lapisan di belakangnya. Cairan ini kemudian menumpuk dan menyebabkan seluruh lapisan retina terlepas dari dasarnya.

Risiko ablasio retina pada gangguan rabun jauh parah bisa 15-200 kali lebih tinggi daripada orang dengan penglihatan normal.

Selain mata minus tinggi, apa saja penyebab ablasio retina?

Beberapa penyebab yang dapat menyebabnya adanya robekan retina, meliputi:

  • Retina menipis dan bertambah rapuh akibat bertambahnya usia
  • Cedera mata
  • Komplikasi diabetes
  • Berkurangnya produksi cairan vitreus, sehingga vitreus akan mengerut. Pengerutan vitreus ini akan menarik retina dari dasarnya, sehingga menyebabkan robekan.

Selain mata minus tinggi, ada beberapa faktor lainnya yang meningkatkan risiko seseorang mengalami ablatio retina, yaitu :

  • Pernah menderita ablatio retina sebelumnya.
  • Memiliki anggota keluarga pengidap ablatio retina.
  • Pernah menjalani pembedahan mata atau cedera mata parah.
  • Pernah mengidap penyakit mata lainnya atau peradangan.

Segera temui dokter jika Anda mengalami gejala ablasio retina atau memiliki faktor-faktor risikonya, sebelum kondisi semakin memburuk dan membahayakan penglihatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital

Dry eye (DE) dan computer vision syndrome (CVS) adalah masalah yang dapat timbul akibat terlalu lama melihat layar. Bagaimana mengatasinya?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Masalah Mata Lainnya 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mata Seperti Melihat Kilatan Cahaya, Apa Sebabnya?

Pernahkah Anda merasakan seperti melihat kilatan cahaya di mata, padahal tidak ada benda apa pun yang membuat Anda silau? Kira-kira apa penyebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

9 Penyebab Sakit Kepala Nyut-nyutan di Belakang Mata

Dari mulai sinusitis hingga gangguan mata bisa menyebabkan Anda merasakan sakit kepala di belakang mata. Apa lagi penyebab lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Mata Minus, dari Genetik hingga Kebiasaan yang Tidak Disadari

Banyaknya orang yang menggunakan kacamata dan lensa kontak, menandakan mata minus umum terjadi. Sebenarnya apa penyebab mata minus ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 16 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

setelah menangis

5 Cara Cepat Hilangkan Mata Sembap Setelah Menangis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mata buram kabur sebelah

Penglihatan Buram pada Sebelah Mata, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

10 Tanda Saatnya Anda Periksa ke Dokter Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit