home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas, Retina Mata Bisa Lepas Kalau Minus Anda Semakin Tinggi

Awas, Retina Mata Bisa Lepas Kalau Minus Anda Semakin Tinggi

Berapa skor kacamata minus Anda? Sebaiknya mulai pertimbangkan untuk menjalani LASIK jika minus Anda tergolong tinggi. Pasalnya, semakin tinggi minus Anda, semakin tinggi pula risiko retina bisa terlepas dari bola mata. Kondisi ini disebut dengan ablasio retina, yang dapat menyebabkan penglihatan buram secara tiba-tiba — bahkan mungkin buta mendadak. Ablasio retina termasuk gawat darurat medis. Risiko ablasio retina ditemukan paling tinggi pada mata minus 8 dan lebih. Kenapa bisa begitu?

Apa itu ablasio retina?

Retina adalah lapisan tipis sel yang terletak pada bagian belakang bola mata yang bertugas menangkap cahaya. Cahaya yang diterima akan merangsang saraf mata untuk mengolahnya menjadi sinyal listrik yang akan dikirim ke otak supaya kita bisa melihat gambar.

Fungsi retina kurang lebih sama dengan fungsi film atau sensor pada kamera. Sensor kamera berfungsi menangkap cahaya, kemudian menerjemahkannya menjadi gambar. Ketika sensor kamera rusak, maka gambar yang dihasilkan akan terganggu atau malah tidak ada gambarnya sama sekali. Begitupun jika retina mata rusak. Akibatnya penglihatan akan buram bahkan mungkin tidak bisa melihat sama sekali.

Anatomi mata (sumber: glaucoma.org)

Ablasio retina adalah kondisi terlepasnya bagian retina dari jaringan pendukung sekitarnya di belakang bola mata. Ablasio retina mengakibatkan penglihatan buram tiba-tiba. Hal ini juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti kilatan cahaya bak flash kamera, terus menerus berkedip, tirai abu-abu yang menutupi sebagian penglihatan, floaters, hingga kebutaan mendadak.

Absatio retina lebih sering terjadi pada orang dewasa lanjut usia. Namun anak-anak dan orang dewasa muda yang memiliki mata minus tinggi alias rabun jauhnya sudah kepalang parah, terutama berisiko tinggi untuk mengalami hal ini.

Mengapa semakin tinggi mata minus, risiko ablasio retina meningkat?

Rabun jauh terjadi akibat bola mata yang terlalu panjang atau kornea yang melengkung terlalu curam, sehingga cahaya yang harusnya jatuh tepat di retina justru berada di depan retina mata.

Nah, orang yang memiliki rabun jauh parah (skor minusnya mencapai 8 atau bahkan lebih) berisiko tinggi mengalami ablasio retina. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya perpanjangan bola mata ke bagian depan yang semakin menipiskan periferal retina secara paksa.

Penipisan lapisan retina ini lama-lama dapat menyebabkan retina sobek sehingga cairan vitreus (cairan di bagian tengah bola mata) akan merembes masuk di celah antara retina dan lapisan di belakangnya. Cairan ini kemudian menumpuk dan menyebabkan seluruh lapisan retina terlepas dari dasarnya.

Risiko ablasio retina pada gangguan rabun jauh parah bisa 15-200 kali lebih tinggi daripada orang dengan penglihatan normal.

Selain mata minus tinggi, apa saja penyebab ablasio retina?

Beberapa penyebab yang dapat menyebabnya adanya robekan retina, meliputi:

  • Retina menipis dan bertambah rapuh akibat bertambahnya usia
  • Cedera mata
  • Komplikasi diabetes
  • Berkurangnya produksi cairan vitreus, sehingga vitreus akan mengerut. Pengerutan vitreus ini akan menarik retina dari dasarnya, sehingga menyebabkan robekan.

Selain mata minus tinggi, ada beberapa faktor lainnya yang meningkatkan risiko seseorang mengalami ablatio retina, yaitu :

  • Pernah menderita ablatio retina sebelumnya.
  • Memiliki anggota keluarga pengidap ablatio retina.
  • Pernah menjalani pembedahan mata atau cedera mata parah.
  • Pernah mengidap penyakit mata lainnya atau peradangan.

Segera temui dokter jika Anda mengalami gejala ablasio retina atau memiliki faktor-faktor risikonya, sebelum kondisi semakin memburuk dan membahayakan penglihatan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Overview Retinal Detachment https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retinal-detachment/symptoms-causes/syc-20351344 diakses 12 Oktober 2017.

Retinal Detachment http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retinal-detachment/multimedia/retinal-detachment/img-20006758 diakses 12 Oktober 2017.

Retinal Detachment in severe myopia http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0140673616314076 diakses 12 Oktober 2017.

Retinal Detachment: Causes https://medlineplus.gov/ency/article/001027.htm diakses 12 Oktober 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 22/09/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x