Floaters

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pengertian floaters

Floaters mata atau eye floaters (vitreous opacities) adalah kondisi ketika pandangan mata Anda terhalang oleh bercak hitam yang terlihat melayang-layang di pandangan. Bercak hitam inilah yang disebut dengan floaters.

Floaters mata memiliki ukuran dan bentuk yang beragam. Bercak ini bisa terlihat seperti bintik-bintik hitam atau abu-abu, senar, atau sarang laba-laba, yang melayang ketika menggerakkan mata dan tampak melesat jika Anda mencoba melihatnya dengan seksama 

Sebagian besar kondisi ini disebabkan oleh pertambahan usia. Di dalam mata, terdapat zat yang bernama vitreous dengan tekstur yang menyerupai jeli. Vitreous berfungsi memberi dan mempertahankan bentuk bola mata. Seiring bertambahnya usia, vitreous ini menjadi lebih cair.

Serat mikroskopis yang berada di vitreous yang cair itu cenderung menggumpal dan dapat memberikan bayangan kecil pada retina Anda. Bayangan itulah yang disebut dengan floaters.

Jika Anda tiba-tiba melihat penambahan bercak hitam pada mata Anda, segera hubungi dokter. Jika Anda melihat cahaya berkedip atau kehilangan penglihatan tepi Anda, segera ke Unit Gawat Darurat. Itu bisa jadi gejala keadaan darurat yang membutuhkan perhatian segera.

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala floaters

Gejala umum dari floaters adalah:

  • Bercak pada pandangan yang terlihat seperti bintik gelap atau rangkaian material yang mengambang.
  • Bercak yang bergerak saat menggerakkan mata Anda, sehingga saat Anda mencoba melihatnya, bercak akan berpindah dengan cepat ke luar bidang penglihatan Anda.
  • Bercak yang paling terlihat jelas saat Anda melihat sesuatu dengan latar belakang terang dan polos, seperti langit biru atau dinding putih.
  • Bercak yang pada akhirnya memudar dan menghilang dari pandangan Anda.

Bayangan ini bergerak di sekitar mata Anda. Bayangan tersebut cenderung menghindar saat Anda mencoba fokus. Begitu Anda mengalami kondisi ini, biasanya kondisi ini tidak akan menghilang, tapi dapat membaik seiringnya waktu.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda tidak perlu khawatir apabila Anda hanya memiliki beberapa floaters yang tidak berubah dari waktu ke waktu. Namun, Anda harus segera ke dokter mata jika:

  • Jumlah floaters bertambah secara mendadak
  • Melihat flashes atau kilatan cahaya, yang merupakan tanda lepas atau robeknya retina
  • Hilangnya penglihatan
  • Perubahan yang terjadi dalam waktu singkat dan memburuk seiring berjalannya waktu
  • Terbentuknya floaters setelah operasi mata atau cedera mata
  • Mata terasa nyeri

Penyebab floaters

Kebanyakan floaters adalah bintik kecil dari protein yang disebut kolagen. Bintik kecil ini merupakan bagian dari zat seperti gel pada bagian belakang mata yang disebut vitreous. 

Dengan bertambahnya usia Anda, kualitas penglihatan Anda cenderung menurun. Serat protein yang membentuk vitreous menyusut menjadi bagian-bagian kecil yang menggumpal.

Bagian kecil yang menggumpal inilah yang kemudian menunjukkan adanya bayangan pada retina. Inilah yang disebut floaters. Jika Anda melihat adanya kilatan, hal ini disebabkan vitreous telah ditarik dari retina. 

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah beberapa penyebab floaters mata:

1. Usia

Floaters mata paling sering terjadi perubahan pada vitreous akibat usia. Seiring waktu, vitreous mencair sebagian dan menyusut. Sisa-sisa dari vitreous yang menggumpal menghalangi sebagian cahaya yang masuk ke dalam mata, menghasilkan bayangan kecil pada retina.

2. Peradangan di belakang mata

Posterior uveitis adalah peradangan pada lapisan uvea di belakang mata. Posterior uveitis, yang dapat menyebabkan bayangan pada mata, dapat disebabkan oleh infeksi atau penyakit peradangan.

3. Perdarahan pada mata

Perdarahan pada vitreous dapat menyebabkan cedera dan gangguan pada pembuluh darah.

4. Retina robek

Robekan pada retina dapat terjadi saat vitreous yang menyusut tersangkut pada retina dan merobeknya. Tanpa perawatan, robekan pada retina dapat menyebabkan retinal detachment, yaitu akumulasi cairan di belakang retina yang menyebabkan retina terpisah dari mata. Retinal detachment yang tidak diatasi dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

5. Operasi dan pengobatan mata

Obat-obatan tertentu yang disuntikkan ke dalam cairan vitreous dapat menyebabkan gelembung udara. Gelembung ini dilihat sebagai bayangan sampai mata Anda menyerapnya. Operasi tertentu menambahkan gelembuk minyak silikon ke dalam vitreous yang juga dapat dilihat sebagai bayangan atau bintik kecil pada mata. 

6. Retinopati diabetes

Diabetes dapat merusak pembuluh darah yang mengarah ke retina. Ketika pembuluh-pembuluh itu rusak, retina mungkin tidak dapat menunjukkan gambar dan cahaya. 

Faktor risiko

Terdapat beberapa kondisi yang meningkatkan risiko Anda mengalami floaters, yaitu:

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Dokter akan melakukan pemeriksaan mata lengkap termasuk dilatasi mata untuk melihat bagian belakang mata dengan lebih jelas.

Bagaimana floaters mata ditangani?

Floaters jinak tidak memerlukan perawatan medis. Jika bayangan hitam pada penglihatan terasa mengganggu, cobalah untuk mengeluarkannya dari lapang pandang Anda dengan cara menggerakan mata Anda ke atas dan ke bawah, hal ini dapat menggeser cairan mata Anda.

Apabila floaters mengganggu pandangan, meskipun yang jarang terjadi, Anda dan dokter mata dapat mempertimbangkan perawatan, seperti:

1. Laser

Menggunakan laser dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi bercak hitam yang mengganggu pandangan Anda. Dokter akan mengarahkan laser khusus yang dapat memecahkan floaters dan membuatnya lebih tidak terlihat.

Beberapa orang yang telah melakukan perawatan ini merasakan peningkatan penglihatan, tapi beberapa lainnya hanya merasakan sedikit atau tidak ada perbedaan sama sekali.

Risiko dari terapi laser meliputi kerusakan pada retina apabila laser diarahkan dengan tidak tepat. Operasi laser untuk mengatasi kondisi ini jarang dilakukan.

2. Vitrektomi

Cara lain untuk mengatasi floaters adalah lewat operasi untuk mengangkat vitreous. Dokter mata akan mengangkat vitreous melalui sayatan kecil dan menggantinya dengan cairan untuk tetap mempertahankan bentuk bola mata.

Operasi mungkin tidak akan mengangkat seluruh floaters, dan floaters baru dapat muncul setelah operasi. Risiko dari vitrektomi meliputi perdarahan dan retina robek.

Floaters mata jarang menyebabkan masalah tambahan, kecuali jika itu adalah gejala dari kondisi yang lebih serius. Meskipun tidak hilang sepenuhnya, kondisi ini dapat membaik selama beberapa minggu atau bulan.  

Pencegahan floaters mata

Kebanyakan floaters muncul sebagai bagian dari proses penuaan alami. Walau tidak dapat mencegahnya, Anda dapat memastikan bahwa kondisi ini bukanlah akibat dari masalah yang lebih serius. 

Begitu mulai menyadari adanya floaters, kunjungi dokter mata Anda. Dokter dapat memastikan bahwa floaters bukanlah gejala dari kondisi yang lebih serius yang dapat membahayakan penglihatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit