Memahami Anatomi Kornea dan Fungsinya bagi Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sebagian besar mungkin tahu kornea adalah salah  satu bagian dari mata, tapi hanya sebatas itu. Mungkin belum banyak yang tahu apa itu kornea, fungsinya bagi mata, serta penyakit apa saja yang dapat mengancam jika kesehatannya tidak diperhatikan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu kornea mata?

Kornea (Cornea) pada Mata | Sumber: American Academy of Opthtalmology

Kornea adalah lapisan pelindung terluar mata. Kornea berfungsi mencegah kotoran dan benda asing, serta menyaring sinar UV yang masuk ke mata. Ini adalah bagian mata yang peting karena menentukan seberapa baik tingkat fokus mata terhadap suatu objek.

Kornea berisi berbagai jaringan. Tak seperti bagian tubuh lain, bagian mata yang satu ini tidak memiliki pembuluh darah. Jadi, sebagai gantinya, kornea mendapatkan ‘makanan’ dari air mata.

Mengenal bagian-bagian kornea mata

Kornea merupakan jaringan yang sangat kompleks. Pada kornea, tidak terdapat pembuluh darah, sehingga nutrisi kornea diperoleh dari air mata dan aqueous humor. Kornea memiliki tiga lapisan yaitu:

kornea mata
Lapisan kornea | Sumber: Allaboutvision.com
  • Epitelium (ephitelium)
    Epitelium adalah lapisan terluar kornea. Fungsinya untuk mencegah masuknya benda asing, serta menyerap oksigen dan nutrisi dari air mata.
  • Stroma
    Stroma adalah lapisan yang terletak setelah epitelium. Stroma adalah lapisan tengah paling tebal dan tersusun atas air dan protein sehingga berbentuk padat dan elastis.
  • Endotelium (endothelium)
    Endotelium terletak tepat di belakang stroma. Lapisan ini berfungsi untuk memompa kelebihan cairan pada stroma. Gangguan fungsi endotelium dapat menyebabkan stroma penuh dengan cairan sehingga menyebabkan penglihatan kabur.

Gejala yang muncul ketika kornea mata terinfeksi

Luka atau infeksi kecil pada kornea biasanya dapat sembuh sendiri. Namun, ada beberapa gejala yang muncul jika terdapat gangguan pada kornea:

  • Mata terasa sakit
  • Pandangan buram
  • Mata berair
  • Mata kemerahan
  • Sensitivitas tinggi terhadap cahaya

Gejala-gejala tersebut merupakan tanda dari kondisi yang lebih berbahaya. Jadi sebaiknya segera kunjungi dokter apabila mengalami tanda-tanda tersebut.

Kondisi kesehatan apa saja yang bisa menyerang kornea?

Jika kornea tidak dijaga dengan baik, penyakit bisa menyerang dan mengganggu fungsinya. Ada beberapa masalah kesehatan yang dapat menyerang kornea mata, yaitu:

1. Keratitis

Keratitis adalah peradangan pada kornea yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau parasit. Namun, terkadang keratitis juga bisa terjadi tanpa adanya infeksi. Peradangan bisa juga terjadi akibat cedera pada mata, atau pemakaian softlens yang terkontaminasi.

Jika dibiarkan, keratitis berpotensi menimbulkan komplikasi yang jauh lebih serius pada mata, mulai dari munculnya luka terbuka (ulkus) pada kornea, penglihatan buram, bahkan kebutaan.

2. Herpes okular

Herpes okular adalah infeksi virus yang persisten, biasanya disebabkan oleh virus Herpes Simplex I (HSV I). Tandanya yang umum adalah luka pada kornea mata.

Selain luka pada kornea, virus herpes simplex juga bisa menyebabkan gejala-gejala berikut:

Biasanya, hanya salah satu bagian mata yang akan terinfeksi virus herpes. Namun, tidak menutup kemungkinan kedua mata Anda bisa terkena penyakit ini.

Sayangnya, jika tubuh sudah terpapar virus herpes, virus tidak dapat dibasmi total dari tubuh Anda. Pengobatan hanya akan membantu mencegah perkembangannya dan membuat virus “tertidur” untuk sementara.

Dokter umumnya akan akan meresepkan obat antiviral untuk mengurangi aktivitas virus di dalam tubuh. Jika kondisi kornea sudah cukup parah, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan operasi.

3. Herpes zoster

Virus herpes Varicella zoster juga bisa menginfeksi kornea mata Anda. Ketika mata terinfeksi virus, Anda mungkin akan merasakan gejala-gejala seperti timbulnya luka di kelopak mata, rasa gatal dan terbakar di mata, ruam di sekitar mata, serta penglihatan buram.

4. Keratoconus

Keratoconus adalah terjadinya perubahan bentuk pada kornea. Kondisi ini ditandai dengan menipisnya kornea, yang kemudian menonjol menyerupai bentuk kerucut.

Perubahan pada struktur kornea menyebabkan cahaya sulit fokus ke mata. Akibatnya, penglihatan Anda dapat terganggu.

Penyebab keratoconus belum diketahui secara pasti. Namun, 1 dari 10 orang dengan keratoconus terlahir dari orangtua dengan kondisi yang sama. Kondisi ini juga sering kali dihubungkan dengan alergi mata serta kebiasaan mengucek mata terlalu keras.

Biasanya, keratoconus ditandai dengan gejala-gejala seperti penglihatan buram, mata lebih sensitif terhadap cahaya, serta pembengkakan dan kemerahan pada mata.

Untuk mengatasi keratoconus ringan, penglihatan Anda bisa dibantu dengan memakai kacamata. Namun, jika kondisi ini sudah cukup parah, dokter mungkin perlu melakukan tindakan operasi untuk memperbaiki bentuk kornea Anda.

5. Distrofi kornea

Menurut situs Royal National Institute of Blind People, distrofi kornea adalah kondisi genetik yang menyebabkan perubahan pada kornea tanpa adanya peradangan, infeksi, atau penyakit mata lainnya.

Beberapa tanda dan gejala distrofi kornea adalah rasa sakit di mata, mata sensitif terhadap cahaya, mata kering, serta menurunnya kemampuan melihat.

Distrofi kornea terdiri atas sekitar 20 jenis, tergantung pada lapisan kornea mana yang mengalami gangguan. Pengobatan yang diberikan pun mungkin akan berbeda-beda dan disesuaikan dengan jenis distrofi apa yang dialami.

Cara menjaga kesehatan kornea Anda

Agar terhindar dari penyakit-penyakit di atas, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda ikuti untuk memelihara kesehatan mata, termasuk kornea:

  • Makan makanan yang sehat untuk mata, seperti sayuran hijau, wortel, buah-buahan, kacang-kacangan, serta asupan asam lemak omega-3.
  • Jangan memaksakan diri bekerja di depan layar gadget terlalu lama. Istirahatkan mata Anda setiap beberapa menit sekali.
  • Hindari merokok dan paparan asap rokok karena dapat meningkatkan risiko mata kering.
  • Rutin berolahraga setidaknya 30 menit sebanyak 3 kali seminggu.
  • Pakai kacamata hitam yang dapat melindungi mata dari sinar UV saat beraktivitas di bawah sinar matahari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
bahaya rokok, bahaya merokok bagi kesehatan, dampak rokok, efek rokok, berhenti merokok

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit