Mata Lelah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Pengertian mata lelah (astenopia)

Mata lelah atau astenopia adalah kondisi saat mata mengalami kelelahan karena terus-menerus digunakan atau bekerja. Membaca, bekerja di depan komputer, dan melakukan perjalanan jauh dalam waktu lama adalah beberapa contoh kegiatan yang berisiko menyebabkan mata kelelahan.

Mata lelah merupakan kumpulan gejala, bukan sebuah penyakit mata tertentu. Biasanya hal itu bisa dengan cepat ditangani jika Anda mengistirahatkan mata.

Kondisi ini umumnya bukanlah kondisi gawat darurat. Pencegahan umum di rumah, tempat kerja, dan di luar ruangan dapat membantu mengurangi kelelahan mata. Namun, terkadang, kelelahan mata adalah pertanda dari kondisi lain yang memerlukan perawatan medis.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Astenopia sangat umum terjadi. Jika Anda menghabiskan lebih dari dua jam di depan layar komputer, umumnya gejala itu akan lebih mudah muncul.

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa saja. Mata lelah dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. 

Gejala mata lelah

Menurut Mayo Clinic, beberapa gejala astenopia yang sering muncul, antara lain: 

  • Mata yang lelah, perih, atau gatal
  • Mata berair atau kering
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada leher, bahu atau punggung
  • Bertambahnya sensitivitas pada cahaya
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Merasa seperti tidak dapat membuka mata

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Ada beberapa gejala astenopia yang membuat Anda tak bisa menahannya. Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Rasa tidak nyaman
  • Pandangan ganda
  • Perubahan signifikan pada penglihatan
  • Gejala tidak kunjung hilang setelah perawatan sendiri

Penyebab mata lelah

American Academy of Ophthamology mengatakan bahwa melihat perangkat digital sebenarnya tidak merusak mata. Akan tetapi, lama-lama hal ini bisa menimbulkan ketegangan dan gejala yang mengganggu pengelihatan Anda.

Manusia biasanya berkedip selama 15 kali tiap menitnya. Namun, saat menatap ke layar gadget, jumlah kedipan akan menurun. Kedipan mata bisa berkurang hingga setengah atau 3 kali lipatnya. Inilah yang menyebabkan mata cepat lelah karena dipaksa bekerja fokus menatap layar tanpa banyak berkedip.

Selain itu, berikut daftar penyebab umum mata lelah (astenopia):

  • Membaca tanpa jeda untuk mengistirahatkan mata
  • Berkendara jarak jauh dan melakukan aktivitas lain yang memerlukan fokus jangka panjang
  • Terpapa cahaya terang
  • Memaksakan melihat pada cahaya yang redup
  • Memiliki masalah pada mata, seperti mata kering atau penglihatan yang tidak diperbaiki (kesalahan pembiasan/refraksi)
  • Stres atau kelelahan
  • Paparan pada udara kering dari kipas, pemanas, atau pendingin ruangan

Faktor risiko

Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko astenopia. Jika Anda melakukan hal-hal di bawah ini, Anda mungkin lebih sering mengalami gejala mata lelah:

  • Menghabiskan lebih dari empat jam per hari di depan layar komputer
  • Melakukan aktivitas yang membuat mata lelah, seperti membaca dengan jangka waktu yang panjang, atau menonton TV terlalu lama
  • Tinggal di iklim kering
  • Belum memeriksakan mata ke dokter untuk melihat apakah Anda memerlukan kacamata

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Dokter mata akan menanyakan pertanyaan tentang faktor yang dapat menyebabkan gejala. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan mata, termasuk menguji penglihatan Anda.

Stanford Health Care menyebut pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan rutin satu tahun sekali. Hubungi dokter ketika gejala mata lelah tak kunjung hilang dan Anda mulai merasakan pusing yang terus-menerus.

Catat kondisi kesehatan hingga pertanyaan Anda

  • Urutkan gejala yang Anda rasakan dan berapa lama Anda merasakannya.
  • Urutkan informasi kesehatan Anda, termasuk jika Anda punya gejala kesehatan yang lain, melakukan pengobatan, atau sedang mengonsumsi vitamin dan suplemen.
  • Catat aktivitas yang membuat Anda mengalami mata lelah, seperti melihat perangkat digital, membaca, dan terpapar sinar.
  • Catat pertanyaan yang akan Anda tanyakan ke dokter. Daftar pertanyaan bisa membuat Anda memanfaatkan waktu secara maksimal saat berkonsultasi dengan dokter.

Bagaimana cara mengatasi mata lelah?

Umumnya, astenopia bisa disembuhkan dengan perubahan kebiasaan sehari-hari. Namun, beberapa orang memerlukan perawatan khusus untuk kondisi mata tertentu. 

Bagi beberapa orang, mengenakan kacamata khusus untuk beberapa kegiatan tertentu, seperti menggunakan komputer atau membaca, dapat membantu mengurangi mata lelah.

Dokter dapat menyarankan Anda untuk melakukan latihan mata rutin untuk membantu mata fokus pada berbagai jarak berbeda.

Pengobatan rumahan

Apa saja pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi mata lelah?

Kondisi ini bisa diatasi dengan mengubah gaya hidup Anda sehari-hari. Pengobatan rumahan berikut ini juga bisa Anda lakukan untuk mengatasi gejala mata lelah:

  • Atur pencahayaan layar gawai Anda
  • Beristirahatlah sejenak dari pekerjaan yang mengharuskan Anda menatap layar
  • Batasi waktu di depan layar
  • Gunakan air mata buatan untuk membantu mencegah dan meredakan mata kering
  • Tingkatkan kualitas udara pada ruangan, seperti menggunakan humidifier, mengatur suhu termostat untuk mengurangi embusan air dan menghindari asap
  • Kenakan kacamata atau lensa kontak ketika bekerja di depan komputer

Mencegah mata lelah

Untuk mencegah terjadinya mata lelah (astenopia), metode 20-20-20 bisa menjadi solusi tepat. Metode 20-20-20 berarti, setiap 20 menit di depan layar gadget, istirahatkan mata selama 20 detik dengan mengalihkan pandangan dari layar gadget ke objek-objek yang berjarak minimal 20 kaki (6 meter) dari tempat Anda. 

Para dokter menyarankan metode 20-20-20 ini sebagai kebiasaan yang harus ditanamkan untuk menjaga kesehatan mata, apalagi pada anak-anak.  Berikut penjelasannya.

Jarak 20 kaki

Anda tidak perlu repot-repot untuk mengukur secara tepat objek yang berjarak 20 kaki (6 meter). Kuncinya, istirahatkan mata untuk fokus pada sesuatu yang jauh dari tempat Anda.

Jika ruangan kecil, cobalah untuk berjalan-jalan keluar sejenak, ke tempat yang lebih luas agar mata Anda bisa melihat banyak benda-benda yang jauh. 

Durasi 20 detik

Metode ini hanya membutuhkan waktu selama 20 detik untuk membuat mata Anda menjadi lebih rileks. Saat mengistirahatkan mata, ada baiknya sambil bangun dari tempat duduk dan sedikit bergerak atau berpindah.

Setiap 20 menit

Selama 20 menit di depan layar, biasanya mata semakin menegang melihat layar. Itu sebabnya, istirahatkanlah mata setiap 20 menit untuk mencegah mata lelah dan gangguan mata lainnya, seperti mata kering.

Untuk mengingatkan diri sendiri kapan harus beristirahat melihat layar tiap 20 menit, Anda bisa membuat tulisan di depan layar Anda. Anda juga bisa memasang alarm sebagai pengingat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Membaca Resep Kacamata dari Dokter dan Optik Anda

Sebelum beli kacamata, Anda perlu memeriksa mata untuk mendapatkan resep agar kacamata yang dibeli sesuai. Tapi, tahukah Anda cara membaca resep kacamata?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Mata 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Nyaman, Sih, tapi Ini Akibatnya Jika Membaca Sambil Tiduran

Membaca sambil tiduran memang nyaman. Sayangnya, sedikit-banyak ini bisa berdampak pada kesehatan Anda. Apa saja? Bagaimana pula posisi membaca yang benar?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat tomat

7 Manfaat Ini Akan Bikin Anda Ingin Lebih Sering Makan Tomat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mata belekan

Berbagai Penyebab Mata Belekan yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
beda soft lens dan hard lens

Apa Bedanya Soft Lens dan Hard Lens? Mana yang Lebih Baik untuk Mata Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit mata pada psoriasis

Stroke Mata, Ketahui Mulai dari Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit