Berbagai Gejala Sakit Mata, dari yang Umum Hingga yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Mata berair, mata kering, atau mata lelah bisa jadi kondisi yang biasa Anda alami sehingga tak terlalu menganggapnya serius. Namun, nyatanya, ada beberapa gejala sakit mata yang termasuk tanda-tanda penyakit serius. Oleh karena itu, gejala-gejala sakit mata di bawah ini perlu Anda waspadai. Dengan begitu, Anda dapat mengatasi sakit mata dengan obat yang tepat.  

Berbagai gejala sakit mata yang perlu diwaspadai

Dikutip dari Mayo Clinic, sakit mata dapat terjadi di permukaan atau di dalam struktur mata Anda yang lebih dalam. Pada kondisi yang parah, terutama disertai dengan kehilangan penglihatan, mungkin merupakan sinyal bahwa Anda mengalami kondisi medis serius. 

Berikut gejala sakit mata yang perlu Anda waspadai:

1. Mata merah

Gejala sakit mata yang paling umum dan mudah untuk dideteksi adalah mata merah. Kemerahan pada mata biasanya tampak pada bagian putih bola mata (sklera), yang disebabkan oleh pelebaran pada pembuluh darah mata.

Hampir semua kasus sakit mata menimbulkan gejala berupa mata merah. Namun, salah satu penyakit yang paling sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah konjungtivitis atau peradangan pada konjungtiva.

2. Mata perih dan terasa panas

Anda mungkin pernah mengalami gejala mata terasa perih dan muncul sensasi terbakar secara tiba-tiba. Terkadang, gejala tersebut juga diikuti oleh mata lebih mudah berair. Ini merupakan salah satu gejala yang perlu Anda waspadai.

Penyebab yang paling umum adalah kondisi mata terlalu kering. Namun, menurut situs Cleveland Clinic, hal ini mungkin juga diakibatkan oleh adanya sumbatan pada saluran air mata.

3. Mata terasa gatal

Mata gatal juga merupakan gejala sakit mata yang umum terjadi. Selain rasa gatal di mata, Anda mungkin juga akan merasakan gatal di kelopak mata. Rasa gatal juga bisa diikuti dengan gejala bengkak.

Mata gatal paling sering diakibatkan oleh alergi. Kondisi ini terjadi ketika mata terpapar alergen seperti debu, polusi, bulu binatang, bahan tertentu pada make-up, atau obat tetes mata tertentu.

4. Mata bengkak

Anda mungkin sering kali mendapati mata Anda bengkak saat baru bangun atau sehabis menangis. Namun, jika pembengkakan berlangsung lebih dari 24-48 jam dan disertai dengan gejala tambahan seperti rasa nyeri dan penglihatan kabur, Anda harus waspada.

Mata bengkak bisa jadi merupakan gejala berbagai jenis sakit mata, mulai dari konjungtivitis, bintitan, kalazion, hingga cedera mata. Pada kasus yang ringan, pembengkakan biasanya akan mereda dalam waktu beberapa hari.

5. Penglihatan kabur

Penglihatan kabur atau buram sebenarnya merupakan salah satu gejala sakit mata yang umum. Mungkin saja Anda mengalami gangguan refraksi saat mengalami mata kabur.

Namun, tak jarang pula kondisi ini terjadi akibat adanya penyakit lain yang sudah ada sebelumnya, seperti diabetes, stroke, katarak, serta glaukoma. diabetes melitus tipe 1

6. Mata kering

Mata yang kering terjadi akibat kurangnya produksi air mata, atau adanya masalah pada lapisan air mata Anda. Padahal, mata selalu membutuhkan air mata untuk menjaga kelembapan permukaannya.

Terkadang, gejala mata kering juga disertai dengan gejala lain, seperti rasa sakit, penglihatan kabur, dan ada sensasi mengganjal di mata.

7. Mata berair atau belekan

Kondisi mata yang terlalu berair justru menjadi pertanda bahwa mata Anda terlalu kering. Hal ini disebabkan karena mata akan berusaha mengatasi iritasi akibat kering dengan menghasilkan air mata sebanyak-banyaknya.

Selain air mata, mata juga bisa dipenuhi oleh kotoran yang biasa Anda sebut belekan. Warna kotoran tersebut bisa bervariasi, seperti putih, kuning, atau hijau.

Belekan adalah kondisi yang normal ditemukan ketika Anda baru bangun tidur. Akan tetapi, hati-hati jika belekan berwarna tidak wajar seperti kuning atau hijau. Hal tersebut bisa jadi merupakan gejala sakit mata menular seperti infeksi bakteri atau virus.

8. Mata melotot

Mata melotot adalah salah satu gejala sakit mata yang perlu Anda waspadai. Pasalnya, mata melotot merupakan tanda dari penyakit graves. Penyakit graves merupakan gangguan sistem imun pada tubuh yang menyebabkan kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik. 

9. Lingkaran di sekitar kornea

Corneal arcus, atau lingkaran abu-abu di sekitar kornea, merupakan lingkaran abu-abu yang muncul dan merupakan timbunan lemak. Jika Anda berusia di atas 40 tahun, hal ini wajar saja terjadi. 

Sebaliknya, jika Anda berusia di bawah 40 tahun, gejala sakit mata ini bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki kolesterol yang tinggi dalam tubuh. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menimbulkan berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, dan gagal jantung.

10. Kelopak mata turun

Kelopak mata yang turun biasanya memang alami terjadi pada kelompok lansia yang merupakan tanda penuaan yang alami terjadi. Tendon yang ada pada mata berfungsi untuk membuka, menutup, atau mengangkat kelopak mata. 

Ketika memasuki usia lanjut, tendon tersebut mengalami peregangan dan mengakibatkan kelopak mata menurun. Namun jika anak-anak sudah memiliki gejala sakit mata ini, maka mungkin saja anak tersebut mengalami amblyopia atau lazy eye, yang merupakan kelainan mata sejak lahir.

Tidak hanya itu, kelopak mata yang turun yang terjadi sebelum memasuki usia lanjut mungkin dapat mengindikasikan bahwa terdapat kerusakan pada saraf atau jaringan mata. Hal ini dapat mengarah ke beberapa penyakit kronis seperti, stroke, tumor otak, kanker saraf atau kanker otot.

11. Mata kuning

Gejala sakit mata lain yang perlu Anda waspadai adalah mata kuning. Mata dan kulit yang berwarna kuning merupakan salah satu tanda bahwa ada masalah pada fungsi hati.

Kuning pada mata atau kulit muncul akibat bilirubin yang masuk ke pembuluh darah. Bilirubin merupakan zat pewarna untuk urine yang dihasilkan oleh hati. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa hati terkena radang, infeksi, atau bahkan kanker.

12. Mata berkedut

Kondisi ini merupakan gejala sakit mata yang paling sering terjadi pada banyak orang dan umumnya tidak terlalu berbahaya. Mata berkedut biasanya dikaitkan dengan kelelahan, konsumsi kafein atau alkohol, dan merokok. 

Pada kasus tertentu, mata berkedut juga bisa menjadi tanda dari gangguan sistem saraf, seperti multiple sclerosis. Namun, bila kondisi ini merupakan gejala dan tanda dari multiple sclerosis atau gangguan sistem saraf, biasanya akan diiringi dengan kemunculan berbagai tanda dan gejala lain, seperti susah berjalan dan berbicara.

13. Rabun senja

Jika Anda susah melihat di waktu malam, atau ketika malam penglihatan Anda menurun, mungkin Anda mengalami katarak. Gejala ini juga biasa terjadi seiring dengan bertambahnya usia. 

Bagaimana cara mengobati sakit mata?

Terdapat banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi berbagai macam gejala sakit yang sedang Anda rasakan. Cara mana yang diambil akan disesuaikan dengan penyebabnya itu sendiri.

Namun, secara umum, terdapat beberapa metode dan cara alami yang bisa Anda lakukan untuk mengobati gejala sakit mata yang Anda alami:

1. Kompres

Anda bisa meredakan gejala sakit mata dengan melakukan kompres, baik kompres dingin ataupun hangat. Jika mata Anda bengkak dan sakit, lakukanlah kompres dingin. Dilansir dari American Academy of Ophthalmology, gunakan kantong berisi es dan letakkan di atas mata Anda selama 15-20 menit. Pastikan Anda tidak langsung menempel es dengan kulit. 

Sementara itu, Anda bisa menggunakan kompres hangat sebagai obat alami untuk mengatasi gejala sakit mata yang bengkak karena bintitan.

2. Obat-obatan

Obat-obatan yang digunakan untuk mengendalikan gejala sakit mata biasanya dapat berupa obat tetes mata, salep mata, atau obat minum.

Beberapa obat yang umum diberikan untuk mengatasi sakit mata, antara lain:

  • Obat tetes mata kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
  • Antibiotik, antijamur, atau antivirus dalam bentuk obat tetes mata untuk mengatasi infeksi mata
  • Obat minum (oral) untuk mengatasi gejala sakit mata karena alergi atau untuk menghilangkan nyerinya

3. Operasi

Operasi mata biasanya dilakukan hanya jika pengendalian gejala sakit mata dengan obat-obatan tidak cukup efektif. Biasanya, prosedur operasi hanya disarankan untuk penyakit mata yang sudah cukup parah.

4. Pengobatan rumahan

Anda juga bisa melakukan cara-cara sederhana di rumah yang dapat mendukung keberhasilan obat resep dari dokter. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Gunakan handuk atau tisu bersih setiap kali mengusap mata Anda.
  • Jauhi pemicu alergi, seperti debu, asap, atau udara kering.
  • Hindari mengucek mata karena akan memperparah kondisi Anda.
  • Hindari penggunaan lensa kontak ketika mata sedang bermasalah.
  • Kurangi waktu di depan layar komputer, laptop, telepon genggam, dan alat elektronik lainnya.
  • Pakai kacamata anti radiasi untuk melindungi mata dari sinar UV.
  • Jangan menyentuh mata dengan tangan yang kotor.
  • Cuci tangan secara rutin, khususnya setelah batuk atau bersin.
  • Gunakan obat tetes air mata buatan yang dijual bebas di apotek.

Mengatasi sakit mata sejak dini dapat membantu menjadi penglihatan Anda. Masalah mata yang tidak mengancam penglihatan sekali pun perlu ditangani dengan segera supaya Anda tetap nyaman dan kesehatan mata tetap terjaga. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

Selama kehamilan, Anda harus menjaga asupan makanan dan minuman, termasuk minum teh. Simak panduan aman minum teh saat hamil berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
ciri tipes yang parah

Waspadai 3 Ciri Tipes yang Sudah Parah Agar Tidak Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mata buram kabur sebelah

Penglihatan Buram pada Sebelah Mata, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit