Lemak memberikan tubuh kebutuhan kalori yang berguna untuk aktivitas fisik, seperti asam lemak yang membantu tubuh memproduksi hormon, vitamin, dan membangun sel-sel baru.

Kelebihan kalori disimpan sebagai lemak untuk menjadi cadangan energi saat dibutuhkan. Lemak juga dapat membuat makanan terasa lebih baik di mulut dan lidah. Jika mengalami kesulitan dengan penurunan berat badan atau merasakan perubahan yang berkaitan dengan kanker, lemak dalam makanan dapat membantu menambah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh.

Namun jika terlalu banyak mengkonsumsi lemak, tubuh merasakan ketidaknyamanan seperti rasa terlalu kenyang, karena makanan yang mengandung lemak dapat memakan waktu lebih lama dalam pencernaan.  Bagi orang yang mengonsumsi obat untuk meningkatan nafsu makan, atau orang yang kelelahan karena aktivitas, terlalu banyak lemak dapat meningkatkan kalori yang tidak diinginkan. Orang yang memiliki penyakit jantung dan mengikuti diet jantung sehat harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah menambahkan lemak pada menu sehari-hari Anda boleh dilakukan.

Ada dua kategori lemak yaitu lemak jenuh  (asam lemak jenuh) dan lemak tak jenuh (asam lemak tak jenuh). Asam lemak jenuh banyak ditemukan dalam daging atau lemak hewani seperti lemak babi, susu yang mengandung lemak, cokelat, minyak kelapa, minyak biji kapas dan sari minyak sawit. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan makanan  yang mengandung lemak jenuh dalam jumlah yang besar memiliki peningkatan risiko dalam penyakit jantung.

Asam lemak tak jenuh dapat diklasifikasikan sebagai lemak tak jenuh tunggal atau monounsaturated fatty acids, tak jenuh ganda (asam lemak tak jenuh ganda), asam lemak omega-3, asam lemak omega-6, dan lemak trans. Makanan yang mengandung lemak tak jenuh yaitu alpukat, kacang-kacangan, ikan, seafood, minyak zaitun, dan minyak canola. Orang yang mengonsumsi makanan sehat untuk jantung akan membatasi asupan lemak jenuh dan memilih untuk mengonsumsi lemak tak jenuh karena lemak tak jenuh telah terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Mengkonsumsi lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker. Asam lemak trans dan lemak trans juga ditemukan dalam daging, produk susu, pengolahan margarin, roti, kue, biskuit, keripik, dan gorengan.

Cara terbaik untuk menyeimbangkan asupan lemak adalah memilih makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun atau minyak kacang lainnya, lemak tak jenuh ganda, dan lemak jenuh.

Sebagian besar efek dari makanan yang mengandung lemak berisiko pada perkembangan kanker terutama pada kanker payudara dan kanker kolorekta. Health Initiative (WHI) merupakan lembaga penelitian yang meneliti wanita pasca-menopause sebanyak lebih dari 38.000 orang. Jumlah ini diambil secara acak untuk mengetahui sejauh mana makanan rendah lemak dan makanan yang biasa mereka konsumsi memiliki penurunan yang signifikan pada kanker payudara dan kolorektal secara keseluruhan. Hasilnya menunjukkan bahwa ada penurunan yang signifikan pada wanita yang mulanya mengonsumsi lemak yang tinggi, namun  kemudian mengkonsumsi makanan rendah lemak. Makanan rendah lemak dapat mengurangi risiko kanker ovarium, namun tidak adanya kaitannya dengan penurunan resiko kanker jenis lain.

Bagaimana dengan kalori?

Jadi berapa banyak kalori yang dibutuhkan oleh tubuh dalam setiap harinya? Mengonsumsi asupan makanan dengan 24 sampai 28 kalori per kg berat badan adalah hitungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori selama pengobatan tanpa menyebabkan ukuran berat badan yang tidak diinginkan. Namun, beberapa kondisi seperti demam, infeksi, atau tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan kebutuhan kalori Anda.

Dokter atau ahli gizi memiliki akses peralatan khusus yang dapat mengukur kebutuhan energi pada tubuh dengan lebih akurat. Mintalah dokter atau ahli gizi untuk menghitung kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Kebutuhan kalori dapat berubah sesuai dengan usia, namun biasanya semakin tua, orang akan membutuhkan kalori yang lebih sedikit. Peningkatan aktivitas fisik pun dapat meningkatkan kebutuhan kalori di dalam tubuh. Selama pengobatan kanker dan dalam proses penyembuhan, kebutuhan kalori akan meningkat  karena tubuh mengalami stres, demam atau infeksi.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca