Semakin Tua, Semakin Susah Tidur: Wajar Atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Waktu masih muda, Anda cuma butuh waktu beberapa menit saja sejak naik ke tempat tidur sampai bisa terlelap. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu orang yang sudah lanjut usia (lansia) banyak mengeluhkan masalah susah tidur. Padahal ketika memasuki usia senja, tingkat energi Anda sudah menurun dan Anda pun harus cukup beristirahat agar tubuh tetap bugar.

Lalu, kira-kira apa penyebab susah tidur pada lansia? Apakah hal ini bisa dicegah dan diatasi? Simak terus penjelasan di bawah ini untuk mencari tahu jawabannya!

Normalkah kalau lansia susah tidur?

Proses penuaan adalah hal yang alami bagi orang lanjut usia. Tanda-tanda proses penuaan yang wajar antara lain muncul garis halus pada wajah, rambut beruban, serta menurunnya ketajaman penglihatan dan pendengaran.

Ternyata selain hal-hal tersebut, salah satu gejala penuaan adalah perubahan pola tidur. Anda mungkin sudah mengantuk di jam yang lebih awal sehingga Anda pun terbangun saat subuh atau pagi-pagi sekali. Namun, Anda juga mungkin mengalami insomnia atau susah tidur.

Menurut para ahli, susah tidur adalah salah satu gejala penuaan yang normal dan umum terjadi. Orang lanjut usia, tepatnya di atas 65 tahun biasanya melaporkan susah tidur nyenyak, tiba-tiba bangun di tengah malam, atau hanya bisa tidur selama beberapa jam saja semalam.

Selama masalah ini belum terlalu parah dan tidak mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, Anda tak perlu khawatir. Namun, kalau insomnia yang dialami cukup serius, segera hubungi dokter. Mungkin saja ada penyebab susah tidur yang patut diwaspadai, misalnya penyakit kronis tertentu.

Penyebab susah tidur pada lansia

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Neuron, seiring pertambahan usia durasi tidur nyenyak Anda akan semakin berkurang. Proses penuaan ini bahkan sudah dimulai sejak Anda menginjak usia 20-an. Misalnya di usia 20-an dulu Anda bisa tidur selama tujuh jam. Ketika memasuki usia paruh baya, Anda pun jadi sering terbangun di tengah malam sampai beberapa kali dan susah tidur lagi. Begitu terus sampai Anda mencapai usia lanjut. Anda mungkin hanya bisa tidur nyenyak selama beberapa jam saja.  

Dalam penelitian dari University of California, Berkeley ini para ahli menemukan bahwa penyebab susah tidur pada lansia adalah penurunan fungsi otak. Supaya bisa tidur nyenyak, manusia akan menerima sinyal rasa lelah dan mengantuk yang dikirim oleh berbagai zat kimia dalam otak. Namun pada lansia, kinerja neuron otak mulai melemah sehingga sinyal lelah dan mengantuk tidak diterima dengan baik.

Tips tidur lebih nyenyak bagi lansia

Supaya Anda bisa tidur lebih nyenyak, sebaiknya tetapkan jam tidur yang rutin tiap hari. Dengan begitu, tubuh lama-lama akan terlatih untuk tidur di jam yang tepat. Selain itu, hindari konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan minuman bersoda kira-kira enam jam sebelum tidur.

Agar Anda bisa cepat terlelap, usahakan untuk mematikan handphone, televisi, dan alat elektronik lainnya ketika Anda sudah di tempat tidur. Kemudian, cobalah untuk berelaksasi dengan teknik pernapasan seperti dalam tautan ini. Teknik pernapasan tersebut juga bisa digunakan untuk tidur lagi kalau Anda terbangun di tengah malam.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Cara Alami Mengurangi Garis Halus dan Keriput di Wajah

    Garis halus di wajah tidak dapat dihindari karena muncul sering bertambahnya usia. Namun, ada banyak solusi ampuh yang bisa Anda coba untuk mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit 2 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

    7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

    Tahukah Anda berjemur di bawah sinar matahari bisa bikin badan lebih ramping? Yuk, pelajari cara lain agar cepat turun berat badan di pagi hari berikut ini.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Tips Berat Badan Turun, Nutrisi, Hidup Sehat 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

    Apa benar menghindari makan nasi atau karbohidrat lain saat sarapan dapat menurunkan berat badan? Ketahui jawabannya di artikel berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

    Selain mencukur, waxing, dan laser, ada juga krim untuk menghilangkan bulu yang mudah dan murah. Apa krim perontok bulu aman untuk tubuh?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pasca operasi usus buntu

    Semua Hal yang Perlu Anda Perhatikan Setelah Jalani Operasi Usus Buntu

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
    susah tidur malam meski badan capek

    Susah Tidur Malam Meski Tubuh Kelelahan, Apa Penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    veneer gigi

    Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
    Konten Bersponsor
    berat badan ideal lansia

    Ini Alasan Lansia Perlu Menjaga Berat Badan Ideal

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Nadhila Erin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit