4 Jenis Vaksin yang Direkomendasikan untuk Lansia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidak hanya anak-anak yang butuh imunisasi, kakek dan neneknya pun juga. Pasalnya, sistem imun tubuh akan semakin melemah seiring kita bertambah tua. Inilah yang menyebabkan orang tua lebih rentan sakit dan terinfeksi. Vaksin alias imunisasi bisa menjadi cara yang tepat mencegah lansia tertular penyakit agar bisa lebih produktif di masa senjanya. Apa saja vaksin untuk lansia yang direkomendasikan oleh dokter?

Rekomendasi jenis vaksin untuk lansia

Vaksin terbuat dari mikroba penyebab penyakit (entah virus, jamur, racun, atau bakteri; tergantung dari jenis penyakit yang ingin dicegah) yang telah dilemahkan atau mati sehingga tidak akan menyebabkan penyakit.

Di dalam tubuh, vaksin bekerja meniru terjadinya infeksi penyakit itu untuk memicu sistem imun tubuh membangun perlawanan terhadapnya. Hal ini kemudian membuat tubuh selalu bersiap atas serangan penyakit yang sebenarnya karena sudah “ingat” organisme mana yang berbahaya dan perlu diberantas.

Beberapa vaksin yang direkomendasikan untuk lansia, yaitu:

1. Vaksin flu

Meski umum dan seringkali diremehkan, flu bisa mematikan jika gejalanya terus dibiarkan. Apalah pada lansia yang sistem imunnya sudah lebih lemah, sehingga flu akan lebih sulit dan lama sembuhnya.

Beberapa kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes dan penyakit jantung juga makin melemahkan daya tahan tubuhnya sehingga bisa memperburuk flu bahkan menyebabkan komplikasi, seperti pneumonia.

Virus influenza bisa dicegah dengan vaksin flu, yang bisa didapatkan satu kali setiap tahun. Tubuh lansia butuh waktu sekitar dua minggu untuk merespons vaksin dan membangun kekebalan tubuhnya.

2. Vaksin herpes zoster

Vaksin herpes zoster perlu orang tua Anda dapatkan, terlebih apabila ia sudah pernah terkena cacar air di masa mudanya. Virus cacar air bisa terus berdiam dalam tubuh selama bertahun-tahun, bahkan setelah Anda sembuh, dan “kambuh” di kemudian hari dalam versi cacar ular alias herpes zoster. Ya! Baik cacar air dan cacar ular (herpes zoster) sama-sama disebabkan oleh satu virus, yaitu Varicella virus.

Virus ini bisa bertambah kuat seiring dengan kekebalan tubuh lansia yang melemah. Komplikasi yang paling umum terhadap penyakit ini adalah neuralgia postherpetik, yang ditandai dengan nyeri kronis selama berbulan-bulan setelah herpes zoster akut.

Itu sebabkan lansia juga perlu mendapatkan vaksin herpes zoster apabila belum pernah mendapatkannya. Vaksin ini diberikan kepada orang berusia 50 sampai 60 tahun, baik dalam keadaan sehat maupun sedang menderita herpes sekalipun.

Kemanjuran vaksin ini bertahan selama lima tahun.

3. Vaksin pneumococcal

Vaksin ini bertujuan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptocossus pneumoniae atau lebih sering disebut kuman pneumokokus. Vaksin pneumococcal berfungsi mencegah pneumonia (infeksi paru-paru), meningitis (infeksi selaput otak dan sumsum tulang belakang), dan sepsis (infeksi darah).

Penyakit akibat bakteri pneumokokus ini dapat menyebabkan ketulian, kerusakan otak, kehilangan anggota tubuh, dan bahkan kematian.

Biasanya, vaksin untuk lansia ini diberikan dalam dua tahapan, yaitu vaksin pneumokokus jenis konjugasi dan vaksin pneumokokus jenis polisakarida.

4. Vaksin hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi virus menular yang bisa menyebabkan kerusakan hati. Vaksin hepatitis B dibutuhkan lansia karena organ hati dan fungsinya mengalami penurunan akibat penuaan alami, sehingga membuatnya rentan terinfeksi virus.

Seorang lansia juga rentan tertular hepatitis B apabila sudah lebih dulu punya penyakit hemofilia, diabetes, ginjal, dan penyait lainnya yang menyebabkan daya tahan tubuhnya melemah.

Vaksin hepatitis B pada umumnya sudah diberikan sejak bayi dengan tiga atau empat rangkaian suntikan selama enam bulan. Namun, bila Anda tidak yakin bahwa dirinya sudah mendapatkan vaksin ini atau belum, konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan vaksin ini lagi.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Orang Lanjut Usia Biasanya Tak Punya Nafsu Makan?

Anda bingung orang tua Anda hilang nafsu makan? Ada banyak penyebab orang tua lanjut usia kehilangan nafsu makan. Apa saja? Cek di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Konten Bersponsor
nafsu makan
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Tips Mencegah Lansia Agar Tidak Gampang Terjatuh

Kecelakaan kecil seperti terjatuh berdampak besar bagi kesehatan lansia. Inilah cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah lansia agar tidak mudah terjatuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Perlukah Orang Tua Lanjut Usia Minum Vitamin untuk Tulang? Ini Jawabannya

Vitamin D dan kalsium memang bisa dipenuhi lewat suplemen. Akan tetapi, apakah orang tua perlu minum vitamin untuk tulang ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 29 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Difteri

Difteri adalah penyakit yang menyerang tenggorokan dan sistem pernapasan. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak. Seberapa bahaya penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sarkopenia lansia

3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
lansia mudah kedinginan

Penyebab Lansia Gampang Kedinginan, Plus Cara Mencegah dan Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
KIPI vaksinasi COVID-19

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit