Kolposkopi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/03/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kolposkopi?

Kolposkopi adalah suatu cara yang digunakan oleh dokter dengan menggunakan alat pembesar khusus untuk melihat vulva, vagina, dan serviks Anda. Jika terlihat adanya masalah selama kolposkopi, sedikit sampel jaringan akan diambil dari serviks atau dari dalam pembukaan serviks (endoservikal kanal). Sampel ini dilihat di bawah mikroskop.

Prosedur ini biasanya dilakukan untuk memeriksa vagina dan serviks ketika hasil tes pap smear menunjukkan hasil yang abnormal. Kebanyakan hasil tes pap smear abnormal disebabkan oleh infeksi virus, seperti human papillomavirus (HPV) infeksi, atau jenis infeksi, seperti yang disebabkan oleh bakteri, jamur (ragi), atau protozoa (Trichomonas).

Perubahan alami sel serviks (atrofi vaginitis) yang terkait dengan menopause juga dapat menyebabkan hasil tes pap smear abnormal. Dalam beberapa kasus, perubahan sel serviks yang tidak diobati dapat menyebabkan tes pap smear yang abnormal dan dapat berlanjut ke perubahan prakanker atau kanker.

Selama kolposkopi, dokter akan menggunakan alat pembesar terang yang terlihat seperti sepasang teropong (colposcope). Colposcope memungkinkan dokter untuk melihat masalah yang mungkin tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.

Sebuah kamera akan dilekatkan pada colposcope untuk mengambil gambar atau video pada vagina dan serviks.

Dokter Anda mungkin akan menaruh cuka (asam asetat) dan kadang-kadang yodium (larutan Lugol) pada vagina dan serviks dengan kapas untuk melihat lebih jelas bagian yang bermasalah.

Kapan saya harus menjalani prosedur ini?

Kolposkopi dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks dan perubahan yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Hal ini paling sering dilakukan ketika Anda memiliki hasil tes pap smear yang abnormal. Tes ini juga direkomendasikan bila Anda mengalami pendarahan setelah hubungan seksual.

Kolposkopi juga dapat dilakukan bila dokter melihat adanya bagian yang abnormal pada serviks Anda selama pemeriksaan panggul. Dilansir dari WebMD, kondisi-kondisi yang termasuk tidak normal biasanya meliputi:

  • adanya pertumbuhan yang tidak normal pada serviks, atau bagian lain dalam vagina
  • terdapatnya kutil kelamin atau HPV
  • iritasi atau peradangan serviks (servisitis)

Kolposkopi dapat digunakan untuk memantau HPV, dan untuk mencari perubahan tidak normal yang bisa kembali setelah selesai pengobatan.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani kolposkopi?

Kolposkopi biasanya tidak digunakan sebagai tes skrining untuk wanita yang berisiko tinggi terkena kanker serviks. Skrining bagi wanita yang berisiko tinggi terhadap kanker serviks biasanya menggunakan tes pap smear.

Meski begitu, kolposkopi dapat memberi tahu Anda dan dokter Anda informasi lebih lanjut jika pemeriksaan pap smear Anda hasilnya tidak normal.

Kolposkopi seringnya dilakukan bersamaan dengan prosedur biopsi kanker serviks. Jika hasil keduanya normal, Anda cenderung tidak memiliki perubahan sel yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Walaupun hasilnya normal, Anda tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin untuk jangka waktu tertentu. Biopsi lain mungkin diperlukan jika hasil tes pap smear, kolposkopi, dan biopsi serviks menunjukkan hasil yang berbeda.

Wanita dengan human immunodeficiency virus (HIV) memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serviks. Tes ini biasanya dianjurkan untuk wanita dengan HIV dan memiliki hasil tes pap smear yang tidak normal.

Apakah prosedur ini terasa sakit?

Prosedur kolposkopi nyaris tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Anda mungkin akan merasakan sedikit tekanan saat spekulum dimasukkan ke dalam vagina.

Selain itu, ketika dokter menuangkan cairan seperti cuka selama proses kolposkopi, Anda mungkin akan merasakan sedikit sensasi menyengat atau panas.

Namun, apabila Anda merasakan cemas atau memiliki ketakutan berlebihan sebelum menjalani kolposkopi, Anda bisa saja merasakan rasa sakit dibandingkan mereka yang mampu mengendalikan rasa cemasnya.

Maka dari itu, sebaiknya carilah aktivitas yang membantu Anda agar lebih tenang dan rileks sebelum melakukan prosedur ini, seperti olahraga, meditasi, mendengarkan lagu, atau menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat.

Jika Anda menjalani kolposkopi sebagai bagian dari biopsi, Anda mungkin akan merasakan sedikit ketidaknyamanan. Beberapa orang mendeskripsikan rasa sakit menyerupai kram menstruasi.

Setelah kolposkopi yang dilakukan bersamaan dengan biopsi serviks, Anda mungkin akan mendapati bercak, sedikit darah, atau cairan berwarna gelap dari vagina Anda.

Adakah efek samping dari kolposkopi?

Prosedur kolposkopi sering kali tidak menyakitkan. Namun, jika dilakukan bersama dengan biopsi serviks, Anda mungkin merasakan ketidaknyamanan, kram, atau bahkan nyeri pada sebagian wanita—tapi tidak lebih sakit dari pemeriksaan spekulum lainnya.

Tidak ada efek samping dari kolposkopi dan tes ini aman dilakukan bahkan jika Anda sedang hamil. Meski demikian, Anda disarakankan untuk menunda melakukan prosedur ini apabila sedang menstruasi.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani kolposkopi?

Jadwalkan pelaksanaan kolposkopi pada minggu berikutnya setelah periode haid Anda. Hal ini akan memudahkan dokter Anda untuk mendapatkan sampel yang bersih. Diskusikan berbagai obat-obatan yang Anda gunakan kepada ginekologis Anda.

Sebelum melakukan kolposkopi, mungkin Anda akan diminta untuk berhenti menggunakan obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko perdarahan, seperti:

  • aspirin
  • ibuprofen
  • naproxen
  • warfarin

Hindari menggunakan tampon, douche (sabun vagina), atau obat krim vagina selama 24 jam sebelum proses kolposkopi. Selama itu pula, Anda dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual.

Jika prosedur ini dilakukan bersamaan dengan biopsi kerucut atau bentuk lain dari biopsi serviks yang membutuhkan anestesi umum (bius total), Anda perlu untuk berpuasa setelah tengah malam, atau setidaknya delapan jam sebelum prosedur kolposkopi dimulai.

Pada hari yang telah dijadwalkan, dokter Anda mungkin akan menganjurkan untuk minum acetaminophen atau pereda nyeri lain sebelum datang ke rumah sakit untuk menjalani prosedur.

Siapkan beberapa pembalut untuk dipakai seusai kolposkopi bila terjadi perdarahan ringan. Mintalah anggota keluarga atau teman untuk mengantar Anda pulang.

Bagaimana proses kolposkopi?

Anda akan berbaring dengan posisi telentang di atas meja dengan dibantu kaki Anda, seperti pada pemeriksaan panggul atau pap smear. Ketika kolposkopi dimulai, dokter akan meletakkan logam spekulum dalam vagina Anda.

Spekulum menahan dinding vagina agar tetap terbuka sehingga dokter dapat melihat serviks Anda. Dokter akan memosisikan alat pembesar khusus, yang disebut colposcope, beberapa inci jauh dari vulva.

Cahaya terang akan diarahkan ke dalam vagina Anda, dan dokter akan melihat melalui lensa, seolah-olah seperti menggunakan teropong. Serviks dan vagina Anda akan diusap dengan kapas untuk membersihkan dari berbagai macam lendir.

Dokter Anda mungkin akan memberi larutan cuka atau jenis larutan lain pada bagian tersebut. Hal ini dapat menyebabkan sensasi terbakar, menyengat, atau kesemutan. Larutan membantu menyorot bagian-bagian yang terdapat sel mencurigakan.

Jika dokter Anda menemukan bagian yang mencurigakan, kemungkinan dokter akan sekaligus melakukan biopsi serviks. Sedikit sampel jaringan dapat diambil untuk diuji di laboratorium.

Dalam pengambilan sampel jaringan, dokter menggunakan alat biopsi tajam untuk mengangkat sepotong kecil jaringan.

Jika ada beberapa bagian yang mencurigakan, dokter akan mengambil beberapa sampel biopsi. Dokter Anda mungkin memberikan larutan kimia ke bagian yang dibiopsi untuk mengurangi perdarahan.

Kolposkopi biasanya dilakukan di tempat praktik dokter, dan prosedur ini biasanya membutuhkan waktu 10-20 menit.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani prosedur ini?

Jika prosedur ini dilakukan bersamaan dengan biopsi serviks, Anda mungkin akan merasakan nyeri pada vagina selama satu atau dua hari. Perdarahan vagina atau keputihan adalah hal yang normal terjadi selama seminggu setelah biopsi.

Keputihan mungkin akan berwarna gelap jika larutan Monsel digunakan. Anda dapat menggunakan pembalut selama terjadi perdarahan.

Jangan menggunakan sabun vagina, berhubungan seks, atau menggunakan tampon selama satu minggu, untuk memberikan waktu bagi penyembuhan serviks Anda. Jangan berolahraga selama 1 hari setelah kolposkopi Anda.

Ikuti petunjuk yang dokter berikan kepada Anda. Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan proses tes ini, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Penjelasan dari hasil tes

Apa arti hasil tes kolposkopi dan biopsi serviks yang saya dapat?

Hasil dari kolposkopi dapat dokter beri tahukan langsung pada Anda selama prosedur berlangsung. Namun, untuk hasil biopsi biasanya akan membutuhkan waktu beberapa hari karena membutuhkan pemeriksaan laboratorium.

Hasil normal

  • Larutan cuka atau idonie tidak menunjukkan adanya bagian yang tidak normal pada jaringan. Vagina dan serviks terlihat normal.
  • Sampel biopsi tidak menunjukkan adanya sel yang tidak normal.

Hasil abnormal

  • Larutan cuka atau iodine menunjukkan adanya bagian jaringan yang tidak normal. Luka atau masalah lain, seperti kutil atau infeksi, ditemukan disekitar vagina atau serviks.
  • Sampel biopsi menunjukkan adanya sel yang tidak normal. Ini menandakan adanya kanker atau kanker cenderung berkembang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Kelainan atau penyakit katup jantung bisa terjadi karena bawaan dari lahir dan bisa terdeteksi pada bayi. Apa penjelasannya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 01/07/2020 . 7 menit baca

Duck Syndrome, Gangguan yang Sering Mendera Anda yang Ambisius

Disebut juga dengan istilah "fake it till you make it", duck syndrome rentan menyerang Anda yang sedang menempuh pendidikan atau meniti karir.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Psikologi 01/07/2020 . 5 menit baca

Penyakit Katup Jantung

Penyakit katup jantung terjadi ketika katup pada jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ketahui lebih lanjut di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 01/07/2020 . 1 menit baca

5 Tips untuk Perempuan Menjaga Kesehatan Tulang dan Daya Tahan Tubuh di Masa New Normal

Ketahui beragam tips menjaga kesehatan tulang dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk perempuan, saat masa New Normal seperti sekarang.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 01/07/2020 . 7 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
pelacakan kontak covid-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
tinggal sendiri selama pandemi

Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 6 menit baca
mengatasi masalah gigi sensitif

Apakah Mungkin Kondisi Ngilu karena Gigi Sensitif Bisa Hilang?

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 7 menit baca